I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Gugup ( Ayara )



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


.


.


Pagi harinya.


Si cantik Vania lagi merengek mau ikut orang tuanya melakukan jumpa pers di perusahaan Agensi tempat Alvian bernaung sebagai member ALV kurang lebih hampir empat tahun lamanya.


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua fans ALV. Soalnya tadi malam Alvian kembali lagi melakukan live streaming untuk mengatakan pada para penggemarnya. Jika dia sudah siap memberikan klarifikasi atas semua berita tentangnya.


Dari jam tiga dini hari. Di sekitar gedung megah milik Agensi sudah dipenuhi oleh para wartawan dari berbagai saluran televisi. Bukan hanya dari dalam negara sendiri. Akan tetapi wartawan dari luar negeri juga telah sampai di sana.


Belum lagi para fans ALV yang ingin melihat langsung seperti apa gadis yang telah berhasil mencuri hati idola mereka. Namun, tentunya mereka hanya bisa melihat dari jarak cukup jauh, soalnya kali ini pengamanan bukan hanya para bodyguard saja.


Namun, juga dari para tentara yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan khusus. Sangat mungkin bila pengemar Alvian ada yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa sang idola telah menikah dan takutnya malah nekad menyakiti Ayara.


Lagian Alvian memang aset negara mereka. Jadi sudah pasti pemerintah akan melindunginya. Soalnya jika pemerintah tidak akan peduli dengan berita miring dari Alvian, karena mereka tahu jika sang member merupakan anak dari pengusaha terkenal. Tidak mungkin akan membiarkan nama baik perusahaan Evander jatuh begitu saja.


Mau seperti apapun kehidupan para artis. Tentu mereka memiliki masalah pribadi. Jadi hal wajar bila Alvian menyembunyikan pernikahannya dari publik.


"Via sama oma saja, ya?" tanya Ayara pada sang putri yang sudah kembali ke kamar mereka. Soalnya Tuan Abidzar mau berangkat ke perusahaan dan Nyonya Risa lagi mengurus suaminya.


"Ndak mau, Via mau itut Mama tama Papa," rengek si kecil yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.


"Alvin, bagaimana ini?" tanya Aya melihat suaminya sudah selesai berbicara di telepon.


"Apakah Via mau ikut juga?" sekarang Alvian yang bertanya.


"Iya, Via mau itut,"


"Iya, tidak apa-apa! Ayo kita berangkat sekarang," ajak Alvian langsung mengendong putrinya. Mereka memang sudah sarapan sejak satu jam lalu. Jadi tinggal berangkat saja.


"Apakah tidak apa-apa?" tanya Aya sambil mengikuti suaminya dari samping karena tangan Aya digenggam oleh Alvian.


"Tidak apa-apa, ada aku yang akan menjaga kalian," mendengar ucapan suaminya Aya yang terlihat sangat cantik hanya tersenyum bahagia.


Meskipun jantungnya terus berdegup kencang, karena jangankan harus bertemu langsung di depan kamera. Saat suaminya live tadi malam saja, Ayara tidak mau mendekat karena dia malu dan takut secara bersamaan.


"Sayang, Via mau kalian bawa kemana?" seru Nyonya Risa yang kebetulan berjalan keluar bersama suaminya.


"Via mau ikut, Ma. Dia tidak mau ditinggal," jawab Ayara menoleh kearah sang putri yang terus memeluk leher papanya.


"Mau ikut, benarkah? Jadi Via tidak mau ikut Opa dan Oma ke perusahaan?" ucap Tuan Abidzar yang langsung membuat Vania tersenyum sembari merentangkan kedua tangannya untuk digendong oleh sang kakek.


"Jadi mau ikut opa atau ikut Papa ini?" Alvian bertanya binggung.


"Itut opa tama Oma," jawab si princess yang sudah berada dalam gendongan opanya dengan senyum mengembang. Soalnya tadi dia memang mau mengikuti kakeknya. Hanya saja tidak berani mau mengatakan ikut, karena Vania tahu jika kakeknya mau pergi bekerja.


"Apakah Mama juga mau ikut papa?" tanya Aya pada ibu mertuanya.


"Iya, agar bisa menemani Via. Kalian pergilah degan tenang, Mama akan menjaga putri kalian." jawab Nyonya Risa tersenyum karena tangannya sudah digandeng oleh Tuan Abidzar.


"Baiklah! Kami berangkat duluan, agar tidak ada yang tahu jika Vania ikut Mama dan Papa," pamit Alvian karena sejak kemarin siang, diluar pagar rumah utama selalu ada para pencari berita.


"Iya, hati-hati, Nak. Do'a Mama menyertaimu. Tolong jaga putri Mama," ucap Nyonya Risa yang selalu menyebut bahwa Ayara adalah putri mereka. Bukan menantu, karena tidak mau sang mantu merasa hidup sendirian, tidak memiliki keluarga.


"Berkasnya mana?" tanya Avian pada Denis yang sudah menyiapkan semuanya bersama Manajernya.


"Sudah ada pada Herri, Tuan," jawab Denis menyusul masuk kedalam mobil, setelah memastikan bos-nya duduk dengan nyaman.


"Baiklah! Berkas itu dikeluarkan bila ada yang menanyakan kebenaran tentang istri dan anakku saja. Bila tidak ada yang bertanya maka simpan saja." kata Alvian yang diiyakan oleh Denis dan pemuda bernama Herri.


"Apakah kau gugup?" tanyanya lagi karena tangan Ayara mulai terasa dingin.


"I--iya, aku gugup dan takut," jujur Ayara karena dia memang merasa sangat takut.


"Tidak usah takut, tidak akan terjadi sesuatu. Kau hanya cukup duduk bersama ku dan bila tidak ada pertanyaan yang penting, kau tidak perlu menjawabnya."


"Huem... iya," Aya memaksakan untuk tetap tenang karena cepat atau lambat, tentu hubungan mereka akan diketahui oleh masyarakat juga.


Jadi cepat atau lambat. Dia pasti akan melakukan jumpa pers menemani suaminya. Sebagai istri dari artis terkenal, Aya harus terbiasa dengan wartawan dan fans ALV.


Selama dalam perjalanan menuju gedung Agenci. Wanita itu terus melafalkan do'a, agar tidak pingsan gara-gara terlalu gugup. Aya bukan Alvian yang sudah biasa bernyanyi di depan jutaan orang saat konser. Jadi sudah gadis itu tidak karuan seperti saat ini.


Cup!


"Tenang, ya. Ada aku. Yakinkah satu hal, kau adalah satu-satunya gadis yang aku cintai." Alvian mengecup kening Ayara cukup lama untuk menenangkan istrinya.


Saat ini mobil mereka sudah sampai. Termasuk rombongan para anak buah Tuan Abidzar yang selalu menjaga si tuan muda mereka.


"Alvin, aku juga mencintaimu," jawab Aya langsung memeluk tubuh suaminya. Dia tidak bisa menenangkan kegugupan yang sedang dirasakan. Apabila belum mendapatkan pelukan hangat dari sang suami.


Hampir lima menit mereka di dalam mobil. Barulah Alvian menyuruh bodyguard membuka pintu mobil. Namun, sebelum itu dia telah memberikan kecupan pada bibir ranum istrinya juga


Diluar terlihat sangat ramai, belum lagi mereka keluar. Tapi semua kamera sudah menyala kearah mobil mewah yang membawa Alvian dan Ayara.


"Kau siap sayang? Jika sudah merasa lebih baik, kita akan turun sekarang." tanya si tampan yang sudah diteriaki histeris oleh para fansnya.


"Sudahlah," jawab Ayara yakin sehingga Alvian langsung turun dari mobil tanpa memakai, masker penutup wajah. Begitu pula dengan Ayara.


Alice yang juga berada di gedung itu sudah sejak tadi berdiri di pinggir jendela bersama temannya. Hanya untuk melihat kedatangan Alvian karena tidak mungkin dia menyambut di bawah bersama para wartawan.


Lalu setelah turun. Si member ALV itu mengulurkan tangannya yang sudah menunggu Ayara diluar mobil. Sehingga orang-orang yang ada di sana semakin berteriak. Bahkan ada yang menagis karena ingin berada di posisi Ayara saat ini.



"Aaaaa Ian, kenapa kau tega mengkhianati aku," teriak para gadis-gadis cantik yang merupakan penggemar berat Alvian. Sehingga membuat Ayara menoleh ke arah sumber suara.


"Wah, ternyata gadis itu sangat cantik, pantas saja dia disembunyikan dari publik." seru para wartawan juga ikut berkomentar.


"Alvian, syukurlah kau sudah datang! Jika sampai kau tidak jadi melakukan jumpa pers hari ini. Saya jamin pagar gedung ini akan hancur." sambut Staf Muzaki.


"Iya, Smith, maaf kami sedikit terlambat," jawab Alvian sudah mengandeng mesra tangan Ayara. Sehingga ibu muda itu tidak terlalu gugup seperti saat mereka belum turun dari mobil.


...BERSAMBUNG......


.


.