I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Langkah Selanjutnya. ( Alvian )



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Terima kasih, aku mencintai kalian," ucap Lula membuat jari tangannya seperti lengkungan sebuah I love you. Kini giliran gadis itu sudah habis, karena antrian semakin berdesakan. Jadilah dia harus pergi meskipun para member begitu senang bisa bertemu gadis yang blak-blakan seperti Lula.


Gadis itu tidak malu menceritakan bahwa saudarinya tidak memiliki uang buat periksa atau melakukan USG. Bila saja tidak sedang berada di tempat umum di penuhi oleh para fans mereka. Baik Alvian ataupun sahabat akan memberikan uang pada Lula.


Untuk dititipkan pada saudarinya yang tengah mengandung. Agar Lula mengetahui jenis kelamin keponakannya.


"Kami juga mencintaimu," jawab Sandy sambil tersenyum. Sedangkan para member yang lainya hanya memberikan senyum mereka.


"Al, kau kenapa? Aku perhatikan sejak kita tiba di kota ini kau selalu murung," tanya Naufal begitu peka pada sahabatnya itu.


"Aku baik-baik saja," dusta Alvian tersenyum paksa, karena sudah ada fans dihadapan nya.


"Nanti malam setelah konser kita bicarakan lagi," ujar Naufal tidak percaya begitu saja. Lalu karena waktu bertemu para fans belum selesai. Mereka semua menyelesaikan pertemuan tersebut seperti biasanya.


Alvian yang terus terbayang wajah Aya tidak banyak bicara. Dia hanya bisa tersenyum disaat para fansnya memuji ketampanan yang ia miliki.


"Ian, kau sungguh sempurna," puji gadis yang merupakan fans ALV.


"Terima kasih, kau jauh lebih cantik," jawab Alvian tersenyum karena tangannya kembali di tempelkan oleh gadis itu pada pipinya.


"Agh, benarkah!" seru si gadis kegirangan. Meskipun dia tahu semua itu hanya untuk menghibur mereka. Tetap saja merasa bahagia.


Acara tersebut terus berlanjut sampai satu jam kemudian. Begitu selesai Alvian dan keempat sahabatnya dibawa ke tempat untuk istirahat khusus Group boyband mereka. Sekaligus tempat untuk bersiap-siap sebelum tampil.


"Alvian, kau mau kemana?" tanya Bara karena begitu mereka tiba diruang istrirhat. Alvian malah langsung pergi ke balkon tempat mereka saat ini.


Dia juga menutup kembali pintu tersebut agar tidak ada yang mengikutinya. Saat ini dia hanya butuh waktu sendiri. Agar bisa mengembalikan moodnya yang sudah hilang sejak kemarin.


"Alvian kenapa?" tanya Hanan baru masuk. Sekarang mereka memang ditempatkan di satu ruangan besar. Agar mempermudah ketika bersiap-siap dan juga saat para bodyguard menjaga kelimanya.


"Entahlah! Setelah dia putus sama Aya, baru hari ini dia seperti itu," jawab Bara melepaskan jaket yang ia pakai.


"Mungkin dia lagi ada masalah lagi sama Alice, aku dengar kemarin gadis itu menelepon dan mengajaknya pergi berlibur setelah tour kita Minggu depan," timpal Sandy ikut duduk bersama sahabatnya yang lain.


"Kenapa dia harus terpukul seperti itu bila hanya gara-gara Alice. Bukannya mereka bisa pergi karena Alice juga akan ikut konser bersama kita," tanya Bara merasa heran.


Jika dia sudah bilang begitu. Maka siapa yang akan berani membantahnya. Bukan, bukan! Member lain segan terhadapnya. Bukan takut, karena Hanan memilik jiwa ke ibu-ibuan.


Mereka akhirnya lebih memilih untuk istirahat dan bermain ponsel seperti biasanya. Soalnya jika latihan mereka sudah selesai sejak jam sebelas tadi siang.


*


Sementara itu Alvian masih betah berada di balkon. Padahal sudah lebih dari satu jam dia menyendiri. Sambil memikirkan langkah apa yang akan dia lakukan untuk masa depannya.


Alice gadis yang merupakan penyanyi juga. Sangat tergila-gila padanya, hanya saja Alvian belum memberikan jawaban atas hubungan mereka.


"Aya... kau sedang apa?" gumam Alvin menatap lurus ke depan. Sambil melihat pemandangan ibukota B dari atas gedung tersebut.


"Maafkan aku sudah mengecewakanmu," lanjutnya lagi. "Huh! Aku harus bisa melupakan mu, karena semua ini aku yang memilihnya," ucap Alvian memejamkan matanya. Tak terasa air matanya menetes mengingat perkataan Aya hari dimana Alvin memutuskan hubungan mereka.


"Alvin, aku mohon jagan putuskan aku. Aku berjanji tidak akan menghubungimu sebelum kau yang menghubungi aku lebih dulu," pelukan terakhir Aya memeluk tubuhnya dari belakang sambil menangis.


"Maafkan aku, Ayara," setelah itu Alvian masuk kedalam karena dia harus bersiap-siap. Waktunya begitu berharga, karena jutaan penonton sudah menunggu mereka.


BERSAMBUNG...


.


.


Halo... ☺️Salam kenal buat kalian semuanya.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya, yaπŸ€— Bila komentar kalian ada yang tidak Mak Author balas. Mohon maaf, karena terkadang Mak Author lupa dan tidak sempat buat balas satu persatu..πŸ™πŸ™πŸ™


Terus dukung karya Mak Author dengan cara.πŸ‘‡


Like.


Vote.


Komen.


Subscribe.


Hadiah bintang lima dan hadiah lainnya. Terima kasih 😘😘😘