I'M The One You Hurt

I'M The One You Hurt
Jangan Tanyakan Sakitnya.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"Nona... Ayara, selamat datang. Ternyata Anda sangat cantik, pantas saja bisa menggaet hati Ian kami," ucap Staf Muzaki mengulurkan tangannya sebelum membawa Alvian masuk.


Sehingga Alvian kembali melepaskan tangannya yang tadi sudah mengenggam tangan sang istri karena Aya mau menyalami tangan Staf Muzaki.


"Terima kasih! Semua wanita tentu saja cantik, karena yang tampan cukup untuk laki-laki saja." jawab Aya tersenyum kecil.


Setelah mendengar begitu banyak yang berteriak mencintai suaminya. Rasa gugup Aya perlahan mulai hilang.


"Haa... ha... Anda benar juga, ya sudah. Ayo kita masuk! Di dalam kita bisa bicara lebih tenang." tawa Staf Muzaki mengajak Alvian dan istrinya masuk kedalam gedung megah tersebut.


"Sayang, ayo!" Alvian kembali mengandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam gedung Agenci.


Namun, di kiri-kanan pasangan suami-istri itu dikawal dengan sangat ketat. Sampai-sampai lalat saja tidak akan bisa lewat. Apalagi para wartawan dan fans ALV.


Padahal sudah ada aula yang dipersiapkan untuk mereka bertanya bebas tanpa harus berdesak-desakan seperti sekarang.


Itulah gunanya jumpa pers. Agar si artis bisa mengklarifikasi setiap masalah atau skandal yang membawa nama mereka bisa diselesaikan secara baik-baik.


"Ian, aku sangat mencintaimu. Namun, apalah daya diantara kita bagaikan gunung dan lautan." ucap para fans Alvian yang merupakan para gadis-gadis dari kalangan orang-orang kaya.


"Alvin adalah suamiku, ayah dari anakku. Kalian tidak bisa memilikinya, karena aku sudah lebih dulu hadir didalam hidupnya. Sebelum kalian mengenalnya sebagai member ALV." gumam Aya yang mendengar setiap teriakan para pengemar suaminya.


"Al, apakah ini arah tempat pertemuannya?" tanya Aya karena mereka bukan masuk kedalam lift yang malah mereka lewati begitu saja.


"Iya, ini adalah jalan ke aula bila ada para artis yang bernaung di Agenci ini ingin melakukan jumpa pers. Jadi kami tinggal menghubungi para staf yang akan menyiapkan semuanya." jawab Alvian juga menjawab dengan mendekatkan mulutnya ke telinga Aya. Sehingga bila dari samping akan terlihat jika Alvian lagi mencium istrinya.


"Aku benar-benar patah hati, ini sangat menyakitkan," keluh wartawan wanita yang juga melihat hal tersebut.


Sampai mereka tiba ke ruang pertemuan. Berbagai ucapan kekecewaan karena patah hati Alvian telah memiliki istri. Terus saja terdengar.


Namun, pasangan suami-istri itu tetap saja berjalan. Sampai mereka tiba di depan pintu masuk aula yang didalamnya sudah penuh oleh para wartawan dari berbagai agensi dalam negeri. Maupun dari luar negeri juga ada.


"Wah para Om Via sudah berkumpul rupanya." ucap Alvian yang sudah masuk kedalam aula dengan satu tangan ia masukan kedalam saku celananya. Jadi gaya cool nya semakin membuat begitu banyak yang tergila-gila.



Apalagi hari ini Alvian memakai jas dan dasi. Sudah seperti seorang CEO perusahaan besar. Padahal dia datang hari ini hanyalah sebagai pablik figur.


Akan tetapi sayangnya sudah ada Ayara yang berdiri disampingnya. Dengan tangan selalu Alvian genggam lembut. Agar sang istri selalu berada disisinya.


"Al, kau sudah datang," sambut Hanan yang masih berdiri bersama Bara, Sandy dan Naufal. Mereka belum duduk karena mau menunggu kedatangan Alvian bersama istrinya.


Keempat sahabatnya memang sudah datang duluan, karena juga akan ikut melakukan jumpa pers. Soalnya mereka pasti akan menjadi saksi atas hubungan keduanya.


"Iya, maaf sudah membuat kalian menunggu," jawab Alvian menerima pelukan hangat dari sang sahabat secara bergantian.


"Aya, kau terlihat sangat cantik sekali. Bagaimana bila ada produser yang menawarkan dirimu untuk menjadi artis mereka." ucap Bara menyapa Ayara dan juga memberikan pelukan sebagai support darinya.


"Benar, Bar. Aya adalah istri seorang Ian ALV. Tentu tidak ada proses lagi. Dia bisa langsung menjadi artis papan atas." timpal Sandy membenarkan.


Sehingga Alvian menatapnya tajam dan berkata.


"Aya tidak boleh menjadi artis, karena dia akan tetap menjadi istri dan ibu dari anak-anakku." jawab Alvian membuat Ayara hanya tersenyum karena suaminya itu terlalu posesif.


Padahal para member ALV hanya lagi menggoda dirinya.


"Kau ini, biarkan Aya menikmati masa mudanya. Lagian kau kan juga artis, apa salahnya bila dia juga menjadi Artis," Hanan yang melihat Alvian kesal malah ikut-ikutan menggoda sahabatnya.


"Aya, jangan takut, ya. Ada Alvin mu dan juga ada aku yang akan menjagamu dari para fansnya Alvian yang rata-rata adalah tante-tante." lanjut Hanan memberikan pelukan untuk Ayara.


"Brengsek!" Alvian yang tadinya marah menjadi tergelak. Bagaimana mungkin Hanan mengatakan bahwa Fansnya adalah para tante-tante.


"Hei! Aku juga siap menjaga Aya. Dia adalah adikku." seru Naufal yang sama menyanyangi Aya seperti mana adiknya sendiri, karena mereka semua tidak ada yang memiliki saudara perempuan.


Jadi mereka menganggap Aya seperti mana pada saudari perempuan mereka sendiri. Makanya Alvian tidak cemburu di saat keempat sahabatnya memeluk Ayara.


"Haa... ha... kalian tidak boleh memeluk Aya terlalu lama. Nanti suaminya akan mengamuk," tawa Bara sambil berjalan kearah kursi yang berjejer. Yaitu untuk tujuh orang, termasuk Staf Muzaki.


Ya, beliau juga akan melakukan tanya jawab, karena Alvian adalah anak asuhnya selama menjadi artis.


"Ck, tidak usah cemburu, karena aku tidak akan merebut Aya dari mu. Dia seperti adik perempuan ku." decak Naufal tersenyum sambil melepaskan pelukannya degan Ayara yang juga tersenyum padanya.


"Mama... Aya tidak sendirian, Ma. Bukan hanya keluarga Rafael saja yang ada bersamaku. Tapi juga sahabat Alvin. Mereka sangat baik dan menyayangi ku. Mama tolong do'akan saja, semoga masalah ini cepat selesai."


Aya kembali bergumam sebelum tangannya di satukan oleh Alvian dengan tangan pemuda itu. Lalu dibawa duduk di kursi yang posisinya berada di tengah-tengah kursi yang lainya.


"Selamat pagi menjelang siang semuanya. Terima kasih karena kalian sudah mau meluangkan waktu untuk hadir di sini." sapa Alvian setelah dia duduk berdampingan dengan istrinya dan Staf Muzaki.


Sedangkan disebelah kiri Aya ada Bara. Semua kamera menyorot jelas pada mereka. Jadi seluruh keluarga Wilson bisa melihat dengan jelas siapa gadis yang menjadi istri dari Alvian ALV.


Termasuk Tuan Edward. Beliau juga lagi menonton dari ruang kerjanya di perusahaan Wilson. Setelah pembicaraan dengan keluarganya kemarin siang. Beliau memutuskan akan datang ke rumah keluarga Rafael nanti sore.


Untuk membawa Ayara pulang karena walau bagaimanapun. Gadis itu adalah darah dagingnya. Begitulah menurut nasehat ibu dari Tuan Edward, yang tentunya dengan niat terselubung.


"Di sini, Aku akan mengklarifikasi semua skandal yang lagi beredar. Namun, sebelum menjawab semua pertanyaan kalian. Aku ingin meminta maaf karena sudah menyembunyikan pernikahan kami. Aku melakukan ini karena ada alasannya yang tidak mungkin aku ceritakan pada publik," ucap Alvian yang semakin terlihat tampan.


Alvian memang sengaja tidak bicara dengan formal pada para wartawan, karena hari ini fans ALV akan menonton siaran mereka secara live streaming berbagai penjuru dunia.


"Kenalkan, ini adalah istri Saya, namanya Ayara Febriani Jasmeen Rafael. Dia di sini hanya untuk menemani saja, bukan untuk menjawab semua pertanyaan teman-teman reporter yang hadir di sini." lanjutnya lagi karena tidak ingin Ayara dipertanyakan hal yang tidak perlu mereka jawab.


"Sekarang waktunya untuk kalian bertanya secara bergiliran. Namun, waktu kita terbatas, hanya satu jam setengah kurang lebihnya. Sekarang jam sepuluh lewat dua puluh lima menit. Berarti waktu habisnya adalah setengah dua belas." sambung staf Muzaki karena saat jam makan siang, mereka sudah harus selesai.


"Saya dulu," ucap satu orang diantara banyaknya report sudah siap dengan pertanyaannya.


"Iya silahkan," jawab Alvian mempersilahkan.


"Sebelum bertanya, Saya ingin mengucapkan kata selamat atas pernikahan kalian berdua. Dan salam manis untuk si princess Vania yang ternyata wajahnya sangat mewarisi ketampanan papanya." ucap laki-laki yang berasal dari negara mereka sendiri.


"Ian, apakah benar bahwa istri Anda hanyalah wanita simpanan? Soalnya berita di sosial media beredarnya seperti itu." tanyanya langsung saja.


"Tidak! Itu tidak benar karena istri Saya ini adalah kekasih Saya sejak kami sama-sama sekolah menengah atas." jawab Alvian jujur.


"Apakah Anda dan Nona Ayara selama ini hidup terpisah? Kenapa setelah bertahun-tahun lamanya barita ini baru bisa terkuak?" tanya reporter satunya lagi, karena satu orang, mereka hanya boleh melontarkan satu pertanyaan saja.


"Iya, kami memang sempat tinggal terpisah. Tapi hubungan kami berdua baik-baik saja." Alvian kembali menjawab karena Aya hanya diam degan tangan saling menggenggam dengan suaminya.


Apapun yang dijawab oleh Alvian sekarang adalah atas kesepakatan mereka berdua. Sebab tidak mungkin, jika mereka mengakui pernah berpisah selama beberapa tahun.


"Hanan, apakah yang dikatakan oleh Ian benar?" ada lagi yang bertanya pada Hanan.


"Iya, itu benar! Aya dan Ian sudah berhubungan sejak mereka sama-sama sekolah menengah atas." jawab Hanan membenarkan.


"Agh! Maaf, jika Ian dan Nona Ayara sudah berhubungan sejak sekolah menengah atas. Itu berarti sebelum member ALV naik daun dan di kontrak oleh Agensi ini? Lalu bagaimana dengan perjanjian kontrak yang sudah diatur oleh pihak Agensi? Apakah ini hanyalah tipuan saja?" tanya seorang reporter yang berasal dari luar negeri, karena sebelum menghadiri jumpa pers. Tentu mereka telah mencari tahu tentang masa lalu Alvian.


"Jika masalah itu kami dari pihak agensi tidak tahu. Namun, yang jelas selama dua tahun seperti yang tertera di perjanjian surat kontraknya. Alvian tidak pernah pergi menemui gadis manapun, kecuali teman sesama artis dan keluarganya." Staf Muzaki juga mulai menjawab. Akan tetapi untuk kejelasannya tetap saja dikembalikan pada Alvian dan member lainya.


"Apakah pada saat itu Ian sengaja menipu Agensi? Agar bisa mendapatkan kontrak kerjasama atau memang hubungannya dan Nona Ayara sempat terputus?"


Tidak akan menjadi seorang reporter Apabila bertanya hanya setengah-setengah. Mereka mempunyai seribu cara untuk melontarkan pertanyaan yang berkualitas tinggi.


"Mereka memang pernah berpisah selama kontrak itu berjalan. Tapi masih tetap saling menghubungi melalui ponselku, sebab ada Vania diantara mereka." timpal Sandy karena tidak ingin pertanyaan wartawan menyudutkan sahabat nya.


"Apakah diantara kalian masih ada yang mengigat. Saat konser pertama kami di kota ini. Yaitu Ian yang pingsan begitu selesai menyanyikan lagu kedua. Itu semua terjadi karena Ian tidak makan selama dua hari." Sandy kembali bercerita sehingga Ayara yang belum tahu tentang itu langsung menoleh kearah suaminya.


Namun, Alvian hanya tersenyum kearahnya dan mengelus kepala Ayara penuh dengan kasih sayang.


Dari cara Alvian menatap istrinya, semua orang yang tahu arti cinta. Maka akan mengetahui bahwa si artis papan atas sangat mencintai istrinya.


"Itu semua gara-gara dia menyesal telah mengambil keputusan untuk menjadi artis dan resikonya, kami semua harus bisa memenuhi apa syarat yang ada di surat kontrak. Salah satu peraturannya, Alvian harus rela berpisah dengan gadis yang dia cintai," Naufal kembali melanjutkan karena kehadiran mereka memang untuk membantu Alvian dan Ayara.


"Lalu selama dua tahun itu, Nona Ayara tinggal dimana? Apakah kalian sudah menikah sebelum ALV debut? Atau memang benar jika nona Ayara hamil diluar nikah?" satu pertanyaan cukup pedas kembali dilontarkan.


"Kami sudah menikah dari sebelum member ALV debut. Mungkin bila ada yang mengingat seperti apa perjuangan kami berlima untuk bisa berada di titik ini. Maka sudah pasti akan mengenal Ayara, karena kemanapun kami ikut audisi. Dia selalu ada bersama kami." Alvian kembali menjawab karena tidak ingin orang-orang kembali mempertanyakan tentang Vania.


Sebab meskipun benar Vania lahir diluar nikah. Maka bukan hak orang lain untuk menghinanya sebagai anak haram. Maka dari itu Tuan Abidzar mati-matian mengeluarkan uang ratusan juta dolar. Agar status sang cucu tetap aman tidak diketahui oleh publik.


"Jika begitu kalian menikah sama-sama masih dibawah umur. Apa alasannya sehingga diumur yang masih sama-sama muda. Tapi sudah memiliki seorang anak?" tanya reporter sudah siap mendengar jawaban dari Alvian.



"Alasannya karena aku tidak ingin Ayara ku diambil oleh orang lain. Tapi jika dia sudah memiliki anak, setidaknya bila dia sudah tidak mencintaiku lagi. Ada anak kami yang memaksanya untuk tetap setia padaku." jawaban Alvian tentu saja membuat Ayara langsung tersenyum seraya menutup mulutnya sendiri mengunakan tangannya.


Soalnya semua yang dikatakan oleh pemuda itu adalah benar. Gara-gara cemburu pada Kapten Basket dari sekolahnya yang terus-terusan menghubungi Aya. Alvian pun langsung membawa gadis itu ke Apartemennya dan merayu Ayara agar dia bisa memiliki gadis itu seutuhnya.


Untuk ajakan pertama dan kedua memang gagal. Namun, setelah dipikir-pikir Aya juga takut kehilangan Alvian. Gadis itu pun memberikan mahkotanya pada Alvian.


Akan tetapi setelah merasakan nikmatnya atas percintaan tersebut. Pasangan kekasih yang masih sama-sama tidak tahu apa resiko perbuatan mereka. Terus melakukan hubungan terlarang itu berulangkali dan tidak tahunya membuat Ayara hamil Vania.


"Wah-wah! Benar-benar laki-laki sejati," seru wartawan yang memegang kamera.


Ruangan yang tadinya sepi. Menjadi ramai oleh suara para pencari berita yang tertawa. Bagaimana mungkin mereka tidak tertawa, setelah mendengar pengakuan seorang member ALV. Yaitu Alvian terang-terangan mengatakan bahwa dia membuat Aya hamil karena takut kehilangan gadis itu.


"Jika begitu apakah orang tua Nona Ayara tidak menolak saat putrinya mau dinikahi diumur yang terbilang sangat muda? Dan apakah Nona Ayara tidak berkuliah? Dari beberapa foto yang tersebar di Twitter dan sosial media lainnya. Tidak ada yang menunjukkan bahwa Nona Ayara pernah berkuliah. Apakah itu benar? Lalu apa alasannya? Bukannya di negara kita yang paling di nomor satu kan adalah pendidikan, bukan menikah di bawah umur?"


Banyak nya yang hadir, tentu berbagai macam pertanyaan pun pasti akan dilontarkan. Termasuk tentang Ayara yang tidak berkuliah.


"Huem, maaf! Untuk pertanyaan ini biar Saya menjawab sendiri, karena ini adalah masalah tentang kehidupan pribadi Saya." Ayara berdehem terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan tersebut karena dia tahu bahwa Alvian pun tidak akan bisa menjawab pertanyaan seperti itu.


Sebab dalam percakapan dia dan Alvian tadi malam, tidak sampai berpikiran tentang membahas dirinya yang kuliah.


"Sayang," seru Alvian menggenggam erat tangan kanan istrinya.


"Tidak apa-apa! Aku baik-baik saja. Bukannya kita berada di sini karena ingin menyelesaikan masalah ini. Jadi biarkan aku yang menjawabnya." jawab Ayara tersenyum.


"Kau pasti bisa, Aya. Ingat, bukan hanya ada Alvin saja. Tapi ada aku, Hanan, Sandy dan Naufal. Kami ada bersama mu." Bara mengelus kepala Ayara seperti mana saat bicara pada adiknya sendiri.


"Al, biarkan Aya menjawab sendiri," ucap Hanan yang tahu apa alasan Alvian tidak ingin Ayara menjawab pertanyaan tersebut.


"Baiklah," setelah melihat jika para sahabatnya memberikan dukungan untuk istrinya. Alvian pun akhirnya mengangguk sebagai jawaban jika dia tidak masalah Aya menjawab pertanyaan dari reporter barusan.


"Di sini Saya mau meminta maaf terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan kalian. Maaf karena Saya, kalian menjadi kecewa. Namun, ketahuilah jika Saya tidak pernah merebut Ian ALV dari kalian semua. Tapi Saya hanya mempertahankan Alvin milik Saya. Sebab mau setenar apapun dia di atas panggung. Tapi bagi Saya dia tetaplah Alvin yang selalu perhatian dan menjadi sandaran saat Saya bersedih."


Ucap Ayara yang membuat semua orang menjadi terdiam. termasuk juga orang-orang yang sedang menonton di luar sana melalui saluran televisi. Maupun sosial media yang ada di ponselnya masing-masing.


"Saya memang tidak kuliah karena sudah tidak memiliki kedua orang tua lagi. Ayah dan ibu telah meninggal dunia saat Saya masih berumur dua tahun. Jadi bagaimana mungkin orang yang telah meninggal dunia, bisa melarang putrinya saat diajak menikah siri oleh seorang anak muda yang kerjanya hanya latihan bernyanyi dan tidak menghasilkan uang sama sekali."


Mendengar jawaban Ayara, bukan hanya para wartawan dan reporter saja yang tertawa mendengarnya. Namun, juga Staf Muzaki dan kelima membernya.


Ayara sangat jujur sekali, sampai menyebutkan bahwa Alvian bernyanyi tidak menghasilkan uang.


"Lalu jika kedua orang tua Nona meninggal sejak bayi. Anda diurus oleh siapa? Dan apakah Ian tidak ingin membiayai kuliah untuk gadis yang dia cintai? Soalnya semua orang tahu bahwa suami Nona adalah keturunan dari keluarga Rafael." setelah ruangan mulai tenang ada lagi yang meneruskan pertanyaan sebelumnya.


"Saya dibesarkan oleh keluarga dari majikan ibu. Untuk namanya Saya tidak akan menyebutkan siapa namanya. Karena tidak ingin membuat keluarga mereka malu sudah membesarkan anak dari seorang pembantu seperti Saya? Alvin memang tidak pernah menawarkan Saya untuk kuliah. Akan tetapi Papa mertua Saya, ingin Saya berkuliah menjadi seorang dokter seperti cita-cita Saya semenjak kecil." jawab Ayara dengan tegar.


"Kalau begitu kenapa Anda tidak ingin kuliah seperti mana cita-cita Anda untuk bisa menjadi seorang dokter? Dan Benarkah Anda hanya anak seorang... Agh! Maaf! Betulkah Nona hanya anak seorang asisten rumah tangga?" saat mau menanyakan apakah benar jika Ayara anak seorang pembantu. Reporter tersebut sempat ragu.


"Iya, benar! Saya hanya anak seorang pembantu karena dulu ibu Saya hanyalah anak dari panti asuhan, bukan dari keluarga ternama. Namun, untungnya Saya bertemu dengan keluarga Rafael yang mau menerima Saya apa adanya. Tanpa memandang status sosial Saya seperti apa." tidak ingin terlalu banyak menyembunyikan kebenaran tentang dirinya.


Ayara pun tanpa malu mengungkapkan siapa dia sebenarnya. Yaitu hanyalah anak seorang wanita yang berasal dari panti asuhan. Jika untuk ayah dia memang tidak mengakui sebagai anak Tuan Edward. Karena pada kenyataan surat akte kelahirannya bukanlah putri dari tuan Edward.


Melainkan anak dari seorang pembantu keluarga Wilson yang telah meninggal dunia. Akan tetapi entah bagaimana caranya sehingga Jasmeen bisa menjadi berstatus istri dari pembantu tersebut. Maka dari itu pula Aya mengaku bahwa dirinya adalah anak seorang pembantu.


Tolong jangan tanyakan seberapa sakitnya yang dirasakan oleh Aya. Setelah mengetahui hal tersebut. Soalnya selama ini Ayara tidak pernah memeriksa berkas akte kelahirannya, karena di saat memasukkan dia ke sekolah. Selalu asisten rumah tangga Tuan Edward yang melakukannya.


Gadis itu selalu berpikir makanya Tuan Edward tidak bisa mengantarnya, karena beliau terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang pengusaha.


Apalagi pihak sekolah memang tidak pernah menanyakan perihal ayahnya. Tuan Edward orang kaya. Tentu tidak akan susah bila ingin menyembunyikan status nya sebagai ayah kandung Ayara, dan Ayara baru mengetahui semuanya tadi malam. Setelah Alvian menunjukan data-data dirinya.


...BERSAMBUNG......