A Fan With A Man

A Fan With A Man
Kakak Cantik



Meila berjalan sambil bersenandung melewati lorong-lorong koridor snack camilan ringan Supermarket. Ia mencari-cari sesuatu yang diingat untuk dibelinya. Baginya, tak perlu mencatat pada selembar kertas untuk membeli kebutuhan sekunder untuk pendamping kebutuhan primer nya. Karena memang hanya camilan ringan dan stock lollypop saja yang harus di penuhi kali ini.


Penampilan nya sangat natural sore itu, dengan rambut dikuncir kuda, kaos pendek berwarna abu-abu buram terang dan celana putih pendek berbahan semi jeans sedikit diatas lutut menambah kesan manis pada dirinya.


Sambil melewati lorong rak-rak lollypop berbagai macam jenis rasa, rupa dan warna, kemudian menimbang jenis dan rasa apa yang akan dibelinya, akhirnya ia memilih lollypop dengan berbagai jenis rasa buah menyegarkan.


"Yang ini kayaknya seger deh.." gumamnya.


Sambil sedikit berjongkok menumpukan pada sebelah lututnya yang menyentuh lantai, Meila memasukkan sebungkus lollypop ke dalam keranjang. Ia melangkahkan kakinya lagi ke arah rak yang menyediakan berbagai macam snack ringan sehat yang biasa menemaninya mengerjakan tugas atau sekedar menonton film Turkey favoritenya.


Supermarket saat itu tampak lengang hingga bisa dihitung berapa orang yang berada didalam untuk berbelanja. Suasana lengang seperti itu sangat menyenangkan untuk memilih-milih barang dengan santai tanpa harus berdesakan di tiap koridor.


Ketika Meila masih belum menemukan jenis snack yang diinginkannya, ia memutar arah membalikkan tubuh hingga akhirnya dirinya bertabrakan dengan seseorang yang sedang berjalan dibelakangnya. Seketika keranjang itu terlepas dan menjatuhkan sebagian isi didalamnya.


"S..sorry, mas! gak sengaja.."


Refleks Meila langsung berjongkok dan membantu sang pria yang ia tabrak untuk memasukkan kembali barang belanjaannya ke dalam keranjang.


"It's oke, gak apa-apa.."


Kejadian itu begitu cepat hingga membuat si Pria juga langsung menunduk dan mengangkat kepala secara bersamaan detik itu juga.


"Kamu,?" Matanya langsung menatap ke arah Meila yang sedikit gugup dan terburu-buru untuk memasukkan barang ke keranjang belanjaan. Sapaannya berhasil membuat Meila menengadah dan sedikit terpaku dalam beberapa detik.


"Kak Dimas?" ia berhasil mengeluarkan nama itu dari bibirnya. Meski sempat terhenti beberapa saat, tapi tak urung ia langsung berdiri sambil memasang wajah bersalah. "Maaf, kak.. Aku gak liat kalo ada kak Dimas dibelakang aku.." Meila menyambung lagi kalimatnya dengan rasa bersalah.


"It's oke, Mei.. Sebelum aku tau kalo itu kamu pun, aku udah bilang gak apa-apa kan? Santai aja.." Jawabnya dengan nada lembut dan dilapisi oleh senyuman seakan ingin menghilangkan kegugupan gadis didepannya. Matanya tertuju pada barang belanjaan Meila, terutama bungkus lollypop. Dimas tak bisa menahan untuk tidak menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya.


"Kamu.. suka lollypop?" Sambil menunjuk ke arah keranjang milik Meila.


"Oh, i..iya.. ini.." sambil melihat ke arah keranjang, Meila sedikit berdehem sebelum menyambung kembali. "..iya suka.." nadanya sedikit canggung tapi ia berusaha mengusir perasaan itu secepatnya.


Entah apa yang ada dipikiran Pria itu setelah ini, mungkin ia akan menganggapnya seperti anak kecil yang tak mau ketinggalan lollypop nya. Apakah Dimas akan menganggapnya seperti anak kecil yang hanya terlihat dewasa pada penampilan luar saja? Ataukah ia akan mengira bahwa Meila adalah gadis manja yang kekanak-kanakan hingga tak bisa menghilangkan kebiasaannya memakan lollypop?


Berbagai pertanyaan yang menekan pikirannya tertumpuk dan membuat nya sedikit menggelengkan kepala dengan cepat.


"Kenapa? Pasti kamu berpikiran kalo di benak para cowok, cewek penyuka lollypop itu punya sifat kekanakan dan manja, kan?"


Pertanyaan itu langsung menohok dalam hati Meila seolah tepat sasaran, pikirannya memang sedang memikirkan hal itu, dan ekspresi Meila yang sedikit terkejut semakin membuat Dimas sekuat tenaga menahan tangannya untuk tak mengangkat dan mengusap kepala Meila gemas.


"Mungkin pemikiran kamu tentang itu berlaku pada cowok diluar sana. Tapi enggak buat aku. Memang apa salahnya sama cewek penyuka lollypop? Cowok juga banyak kok yang makan itu." Jelasnya dengan nada lembut sambil menunjuk ke arah keranjang Meila dan tak lupa juga sedikit menaikkan sebelah alisnya.


Sungguh mengejutkan! Cowok didepan gue ini adalah cowok kedua setelah kak Rendy yang punya pemikiran sama.


"E-enggak gitu sih, kak..." Terselip nada gugup dalam suara pelannya. Dan benar, pertahanan Dimas runtuh, ia mengusap gemas pucuk kepala Meila dengan lembut sehingga tidak merusak tatanan rambutnya yang terkucir rapi. Pipinya sedikit merona diperlakukan seperti itu. Selain hanya Rendy yang memperlakukannya seperti itu, tak ada cowok lain yang berani melakukannya. Namun Meila tak menolak, ia malah menatap Dimas heran sambil berusaha memalingkan wajahnya yang merona.


Mereka akhirnya berbelanja bersama sambil sesekali Dimas memberikan saran tentang mana camilan yang ringan namun mengandung bahan makanan sehat yang dapat diserap tubuh dengan baik tanpa merusak organ didalamnya. Setelah dilihat-lihat, perkiraan barang belanjaan Meila harusnya tak sebanyak itu. Beruntung hari ini ia membawa kartu debit miliknya, jadi ia tak merasa malu jika nanti ternyata pengeluarannya lebih besar dari yang seharusnya, bukan?


"Masih... ada lagi? atau perlu yang lain?"


Dimas menghentikan langkahnya sambil bertanya pada Meila apakah masih memerlukan sesuatu lagi atau tidak. Meila menggelengkan kepala dengan cepat sambil berucap penuh keyakinan.


Mereka berjalan bersama menuju kasir. Kasir terlihat sepi saat itu, hingga tak menimbulkan antrian panjang seperti biasanya.


"Eh... kakak cantik dan baik hati yang waktu itu, kan?"


Suara penjaga kasir itu membuat Dimas dan Meila saling menolehkan kepala. Dengan memasang wajah sama terkejutnya dan ekspresi penuh tanya.


●●●


"Jadi kamu, yang udah bayarin belanjaan aku waktu itu?"


Sambil menyetir, Dimas memecah keheningan. Ia memutuskan untuk mengantar Meila sampai rumahnya dengan selamat mengingat cuaca yang tadinya cerah, tiba-tiba berubah menjadi mendung seketika. Meski Meila sempat menolak dikarenakan jarak antara supermarket dengan rumahnya yang cukup dekat, ia juga tak mau dianggap mencuri kesempatan untuk meminta ganti rugi karena sudah membayarkan barang belanjaan milik Dimas beberapa waktu lalu.


"Iya, kak. Maaf karena aku lancang. Abisnya aku penasaran kenapa kamu gak balik-balik buat ambil barang kamu. Akhirnya pas barang aku selesai di-scan, aku tanya ke kasir tadi. Dia bilang dompet kamu ketinggalan. Yaudah sekalian aja aku minta di-scan juga. Tapi suerrr deh kak aku gak ada maksud apa-apa."


Meila menjelaskan panjang lebar sambil menujukkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf 'V' pada Dimas. Penjelasannya yang polos tapi dengan niat tulus yang kental membuat Dimas tak bisa menahan tawanya. Ia tau, dengan kepolosan yang dimiliki oleh Meila, mana mungkin cewek itu sempat-sempatnya berpikiran culas seperti itu?


"Tenang, Mei. Kakak ngerti maksud kamu. Salah aku juga yang ceroboh karena gak perhatiin dulu sebelum berbelanja. Aku gak punya pikiran macem-macem seperti yang kamu pikirin itu kok. Jadi, santai aja.." jawabnya sambil menolehkan kepala dengan nada menenangkan.


Butuh 5 menit untuk sampai ke rumah Meila. Mobil itu berhenti di sebuah pintu gerbang coklat yang sisi kanan dan kirinya terdapat pepohonan rindang nan meneduhkan.


"Jadi rumah kamu di komplek ini?" Ucap Dimas sambil menarik rem tangannya. Ia keluar dari kursi kemudinya dan berputar membukakan pinta untuk Meila. Tak lupa juga ia membantu Meila mengeluarkan barang belanjaan dan memberikan padanya. Meski kelihatannya barang belanjaan Meila cukup banyak, namun terasa ringan saat di jinjing.


Sambil menganggukkan kepala tanda mengiyakan dan berdiri didepan Dimas seakan memasang senyum, "Makasih kak udah anter aku sampe rumah.." senyumnya mengembang, ada nada sedikit ragu sebelum berucap. "mmm... Mau mampir dulu, kak?" suaranya sedikit memelan takut-takut Dimas menganggapnya seperti cewek yang sudah biasa dengan mudahnya mengajak pria masuk kedalam rumahnya.


"Mmm.. Nggak usah, Mei. Terimakasih untuk tawarannya. Tapi, Kakak harus ngerjain tugas dari kampus kakak. Lain kali, kakak akan langsung dateng kerumah kamu tanpa kamu minta. Gak apa-apa, kan?" Ucapnya dengan penuh penekanan namun membuat Meila juga tak mampu menjawab dengan penolakan. Hal itu membuat Meila gugup, pipinya merona kembali dan dibarengi dengan gelak tawa Dimas yang seolah sedang menggodanya.


"Yaudah masuk sana, sebentar lagi turun hujan.." perintahnya lembut pada Meila.


"Kalo gitu aku masuk ya kak. Sekali lagi, terimakasih.." Meila menjawab dengan senyuman penuh menghiasi bibirnya. Keceriaan gadis itu tidak dibuat-buat, tampak natural namun tak menghilangkan sikap polos pada nada suaranya. Hal itu membuat senyuman Dimas membentuk kembali. Seakan senyum itu tak mau lepas dan memang hanya ditujukan pada gadis di hadapannya.


Ketika Meila membalikkan tubuh dan hanya tinggal sejangkauan saja tangannya menyentuh dan membuka pintu gerbang, Dimas meraih dan menarik pergelangan tangan Meila dengan tegas tapi lembut. Hal itu membuat Meila menoleh dan menghentikan kakinya segera. Matanya langsung menengadah ke arah Dimas yang menjulang tinggi. Meski memiliki tubuh tinggi semampai untuk ukuran wanita, namun tubuh tinggi Meila masih jauh kalah tinggi jika dibandingkan dengan Dimas atau pria pada umumnya, jika disandingkan saja, kepala Meila hanya sejajar sampai dengan dada bidang milik Dimas saja.


"Karena sekarang kita udah saling kenal... Aku boleh kan minta nomor handphone kamu?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


***Hai Guys... πŸ™‹πŸ»β€β™€οΈ


Alhamdulillah udah masuk bulan Ramadhan dan udah hari pertama puasa,, Selamat menjalankan ibadah puasa buat para readers yang menjalankan.. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Alhamdulillah juga karyaku menuju 10 episode, semoga gak bosen hahahahaπŸ˜…


Teruntuk @MangaToon & @NovelToon , Thanks sooo much sudah mau meluangkan untuk mereview ceritaku. Selamat berpuasa juga untuk kalian semua para Admin & Staff πŸ₯°


Si penyuka Lollypop,


LA


🍭🍭🍭***