THE PRESIDENT'S SEVEN TWINS

THE PRESIDENT'S SEVEN TWINS
ULANG TAHUN SEVEN A 2



Pesta ulang tahun para bayi digelar pukul 04.00. Rumah Manya dan Jovan sudah penuh dengan anak-anak yang tentu usianya lebih tua dari tujuh bayi itu. Mereka membawa banyak hadiah yang disambut gembira oleh seven A.


"Bilang terima kasih babies," titah Manya.


"Masasih," sahut ketujuhnya kompak.


"Kok nggak pake bahasa Inggris sih?' cibir salah satu ibu dengan pakaian mewah dan banyak perhiasan menempel di tubuhnya.


Manya tak menghiraukan perkataan nyonya kaya itu. Merasa tak digubris membuat sang nyonya kaya nyinyir pada Maira.


Para bayi mengerutkan kening mendengar banyak orang memakai bahasa asing.


"Mama ... meuleta nomon pa'a syih?" tanya Bhizar bingung.


"Oh mereka pake bahasa Inggris baby," jawab wanita itu.


"Oh ... pedhitu," Bhizar mengangguk.


"Hi babies ... happy birthday, you guys are so much!" (Halo bayi-bayi selamat ulang tahun, kalian banyak sekali!) ucap salah satu anak bertubuh tambun menyerahkan kado pada salah satu suster yang bertugas menerima kado.


"Yes ... no ... no ... yes!" angguk Abi sok tau.


Anak itu tertawa renyah. Manya suka cara anak itu tertawa.


"Kau lucu sekali baby, nama kalian siapa?" tanyanya ramah.


"Hey ... hurry! I want to meet the seven twins too!' (Hey, buruan, aku juga mau ketemu sama tujuh kembarnya!) seru yang lain.


"Sayang, nanti kita kenalannya ya," ujar Manya lembut.


"Okey, aku tunggu ya," ujarnya lalu berlalu.


Satu persatu anak sangat senang dan menatap takjub kembar tujuh yang bermuka sama itu. Yang membedakan adalah adanya pita untuk bayi perempuan.


Usai memberi selamat. Seorang MC hadir menyapa semuanya. Seorang pria tampan dengan pakaian formalnya dan menyapa semua anak-anak dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.


"Mau kenalan sama Babies?" tanyanya.


"Mau!!' teriak para anak-anak antusias.


"Oke kita kenalan ya. Ini yang pertama adalah Baby Yang pertama Abhizar Adiputra Jovan Dinata, ke dua Abimanyu Putra Dwi Jovan Dinata, ke tiga Abigail Putri Jovan Dinata, ke empat Alaina Putri Jovan Dinata, ke lima Alamsyah Putra Jovan Dinata, ke enam Ailika Putri Jovan Dinata dan terakhir Abraham putra Jovan Dinata!"


Semua bayi didudukkan dan diberi nama panggilan mereka di depan kursinya.


"Hai, Bhizar, Abi, Agil, Syah, Laina, Lika, Abraham!' seru semua anak menyapa.


"Hai!" sahut ketujuhnya kompak.


Acara di mulai dengan bernyanyi selamat ulang tahun versi bahasa Inggris.


"Happy birthday to you ... happy birthday to you ... happy birthday dear seven A ... happy birthday to you!"


Semua bertepuk tangan juga tujuh bayi terpekik senang, mereka juga bertepuk tangan meriah.


"Tiup lilinnya ... tiup lilinnya ... tiup lilinnya sekarang juga ... sekarang juga ... tiup lilinnya.


Jovan dan Manya membantu tujuh anaknya meniup tujuh lilin yang sengaja dibuat terpisah dari kuenya.


"Holee!!' pekik seven A ketika lilin mati.


Semua bertepuk tangan. Manya memotong kue sebagai perwakilan anak-anaknya. Lalu memberikan potongan kue pada anaknya.


"Nah Babies, mau dikasih ke mana suapan pertama?" tanya pembawa acara yang tampan itu.


"Mama!"


"Papa yayah!"


Jawaban berbeda disebut. Mereka mengambil kue dengan tangan mereka dan sebagian menyuapi Manya dan sebagian menyuapi Jovan. Lalu acara berlanjut dengan berkaraoke. Para anak-anak yang hadir menyumbangkan suara mereka. Kebanyakan menyanyikan lagu dewasa, seperti lagu milik Justin Bieber, Selena Gomez, Rihana, Ariana Grande dan banyak lagi.


"Hai ... namaku Aldi, aku bisa beatbox loh," ujarnya.


Lalu terdengar lah musik beatbox dari mulut anak berusia delapan tahun itu. Para bayi menatapnya dengan antusias. Dari semua persembahan hanya sajian dari Aldi yang mendapat tepuk tangan dari seven A.


Syah unjuk tangan. Bayi itu minta turun dari kursinya. Dengan gagah dan berani ia mengambil mik yang lain karena mik tadi sudah basah oleh liur Aldi.


"Mau nyanyi apa baby?" tanya pembawa acara menyamakan tingginya dengan Syah.


"Pitpot!" jawabnya yakin.


Tak mengerti apa yang dikatakan Syah. Pria itu mempersilahkan bayi tampan itu bernyanyi.


"Haaciiyuutyy .. becah ... becah ... hacpeut ... hacpeut ...!" Syah bernyanyi seperti Aldi.


Semua tertawa mendengarnya. Lalu beberapa anak berdiri dan bergoyang ala rapper. Semua bertepuk tangan ketika Syah selesai bernyanyi. Maira, Amertha, Abraham, Ramaputra dan Aldebaran sudah memegang perut karena kram akibat tertawa. Sedang Manya dan Jovan mengurut pipi mereka. Para kolega juga senang melihat kecerdasan salah satu kembar itu.


"Hahaha ... ada yang lain?" tanya pembawa acara yang tadi nyaris tersedak mendengar nyanyian Syah.


"Atuh judha pica!" sahut Abraham tak mau kalah.


"Miknya bekas saudaranya yang tadi ya?'


Abraham mengangguk, ia turun dan maju ke depan anak-anak yang menonton.


"Halo eplibadi!' sapanya kuat-kuat di depan mik.


"Halo!' sahut semuanya.


"Al yu ledi!" teriaknya lagi.


"Ready!" sahut semua kompak.


"Hwnheunwjdjdgwjiw ... hacpeut .. ahcaeput ... cpet .. cpet. bow ... bow!"


Grrrr! Sontak semua tertawa mendengarnya. Aldi maju dan meminta miknya yang tadi. Pembawa acara memberikannya. Aldi pun mengimbangi beatbox ala Abraham hanya anak itu versi yang benarnya.


Semua bertepuk tangan, anak-anak memegang perut mereka karena tertawa terbahak-bahak. Manya meminta semuanya makan. Mereka diberi satu dus makanan berisi ayam goreng krispi dan kentang untuk dibawa pulang. Sedang untuk makan di tempat, ada sajian steak lengkap dan makanan lainnya.


Semua ikut makan. Tak ada yang ribut dan rebutan. Usai makan mereka pulang.


"Bye-bye makasih semuanya sudah hadir di pesta ulang tahun seven A!" ujar Manya dan Jovan melambaikan tangan pada semua anak-anak yang tadi datang.


Dua jam persis pesta berakhir. Para bayi kelelahan mereka tertidur. Semua bekas pesta langsung dibersihkan oleh petugas pelayanan bersih-bersih dari aplikasi online.


Manya mengucap terima kasih pada kedua orang tua dan juga mertuanya.


"Makasih ya, mom, mi, pi, dad," ucapnya tulus.


"Anytime dear," sahut semuanya.


Mereka juga bahagia. Melihat betapa seven A memukau para kolega bahkan ada beberapa kerjasama terjadi tadi.


"Hadiahnya banyak sekali!' kagum Manya melihat tumpukan kardus dengan pembungkus kado warna-warni. Ada yang besar ada juga yang kecil.


"Biar anak-anak yang buka sayang," ujar Jovan.


Manya mengangguk setuju. Anak-anak bangun sedikit malam. Mereka lapar dan minta makan steak. Para suster tentu melayani mereka bersama ibu, ayah dan nenek mereka.


Usai makan, mereka membantu seven A membuka kado. Amertha, Ramaputra, Maira dan Abraham memilih menginap begitu juga Aldebaran.


"Tadona panyat bomil-bomilan!' keluh Lika.


"Piya, eundat lada poneta!" sahut Laina.


"Adil suta bomil!' sahut Agil mengambil satu mobil ambulans.


"Mama imi dimana patena?' sahut Syah memberikan remote control pada ibunya.


Manya dengan telaten mengajari anak-anak bagaimana cara memainkannya.


bersambung.


selamat ulang tahun seven A