Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
99. Pasutri



"Hei. Jangan bilang kamu belum siap." ucap Kevin ia menepuk pipi Hana.


"Aaaaa. S-siap." ucap Hana tersenyum kaku.


"Oh iya. Aku ada sesuatu buatmu." ucap Kevin ia membuka kemari.


Sebuah topi baret bermotif kotak kotak warna abu garis hitam Kevin kemudian memberikannya ke Hana.


"Buat apa?" ucap Hana dengan mulutnya sedikit menganga.


"Dipakai lah. Ya masa buat pajangan." ucap Kevin ia mengecup bibir Hana.


"Biasa banget deh! cari kesempatan." ucap Hana.


"Aku kan sudah bilang sama kamu. Selama ada kesempatan harus dimanfaatkan dengan sebaik baiknya." ucap Kevin tersenyum.


"Modus banget." ucap Hana menjulurkan lidahnya.


"Kamu jadi meeting kan. Itu Doni sudah datang." ucap Kevin memakaikan topi baret ke kepala Hana.


"Pelan pelan dong! Sakit tau. Lamu bilang apa tadi Doni sudah datang, sejak kapan?" ucap Hana beranjak turun.


"Sejak tadi. Dia ada di dapur." ucap Kevin ia mendapat pukulan dari Hana.


"What? Berarti Doni lihat aku dong tadi di ruang tamu, Kevin benar benar sudah buat aku malu." ucap Hana dalam hatinya.


"Makanya jaga sikapmu. Siapapun akan melihatnya, termasuk Mama sama Papa, tadi juga ada paman carlos?" ucap Kevin ia kembali mendapat pukulan kecil dari Hana.


"Kamu. My Prince, tunggu." panggil Hana sedangkan Kevin dengan cepat menaiki lift.


Sedangkan Hana mengejar Kevin tapi pintu lift sudah tertutup.


Hana menghentakaan kakinya kesal ia mendapat lambaian tangan dari Kevin yang sudah berada di bawah bersama orang tuanya.


"Hei. Kalian ini kerjaannya bertengkar mulu kapan akurnya coba, istri kamu kenapa ditinggal, cepat bawa Hana kesini kita sarapan bareng, kebetulan hari ini mama yang masak." titah Sinta yang berada dibelakangnya sedangkan Fadly sudah terlebih dahulu duduk di meja makan bersama Doni dan Carlos.


Kevin tidak bisa menolak apa yang disuruh oleh mamanya ia berjalan kembali ke lift.


"Taraaa. Tidak usah dijemput, aku bisa sendiri." ucap Hana berjalan mendahului Kevin ia menghampiri Sinta yang berjalan ke arahnya.


"Mama. Hana kangen, sudah hampir tiga bulan lho! kita nggak ketemu, vidio call juga tidak pernah, apa Mama marah sama Hana?" ucap Hana menghambur memeluk Sinta.


"Bukan begitu sayang. Justru Mama yang khawatir sama kamu, jangan masuk ke rumah sakit lagi." ucap Sinta melepas pelukannya.


"He..He. Kalau itu Hana tidak tau." ucap Hana tersenyum.


"Kamu ihhh! jangan bercanda. Ayo kita sarapan!" ajak Sinta mengarahkan Hana ke meja makan.


"BABY. Tolong ambilkan itu dong!" ucap Kevin pada Hana ia menunjuk ke arah selai coklat yang ada di depan Hana.


"Ini. Sini biar aku yang oleskan, apa kamu cuma makan roti saja, memang kenyang." ucap Hana ia memberikan roti selai ke Kevin.


"Kenyang dong! Apalagi kalau makan kamu." ucap Kevin membuat semua yang ada di sana tersenyum ke arah Hana.


"Kamu memang sengaja banget hari ini buat istrimu malu." bisik Hana di telinga Kevin ia mencubit perut Kevin.


"Hei cantik. Kamu rapi sekali, kamu mau pergi kemana?" tanya Carlos yang berada disebelah Kevin.


"Hana ada meeting sama Doni. Walaupun cuma dirumah aku harus tetap fashionable dan cantik." jawab Hana.


"BABY. Aku pergi dulu, Mah? Pah? Kevin pamit." ucap Kevin menyalami kedua orang tuanya.


"Hati hati. Jangan pulang larut malam, ingat ini musim hujan, setiap waktu bisa datang kapan saja." ucap Sinta.


"Siap. Mamaku sayang, Kevin berangkat dulu." ucap Kevin berjalan meninggalkan meninggalkan mereka.


"My Prince. My Prince?" panggil Hana ia menyusul Kevin yang sudah berada di halaman rumah mau memasuki mobil.


"Ada apa BABY. Sudah dibilang jangan lari lari, Kalau jatuh lagi bagaimana? Kamu ini kan ceroboh." ucap Kevin.


"Nggak akan. Ini buat kamu, jangan lupa dihabiskan." ucap Hana memberikan Kevin kotak berisi sandwich coklat pisang kesukaannya.


"Wah! enak nih! pasti aku dihabiskan. Kamu juga kalo sudah selesai meeting, suruh Doni langsung pulang." ucap Kevin meletakkan kotak makan di dalam mobil kemudian ia merangkul pinggang Hana.


"Siap Boss. Ceritanya kamu cemburu nih?" ucap Hana tersenyum.


"Itu kamu tau." ucap Kevin mengganti posisi Hana di sandaran ke mobil lalu ia mencium bibir Hana di depan para penjaga yang berada di sisi kanan kirinya.


Awalnya Hana menolak tapi ia seperti terpaksa menerimanya karena Kevin tidak melepaskan ciumannya semakin Hana menghindar semakin dekat pula Kevin.


Para penjaga itu memalingkan mukanya melihat majikannya berciuman mesra bahkan liar didepan mereka.


"Ck...Ck...Ck. Kevin?l, kamu ini, deperti tidak ada tempat lain saja, bermesraan didepan rumah, mereka yang jomblo pasti iri." ucap Carlos yang berada dibelakang Kevin menatap ke arah penjaga yang pura pura tidak melihat kemesraan Kevin dan Hana.


Kevin terus melanjutkan aksinya tidak memperdulikan omongan Carlos sedangkan Hana ingin mendorong Kevin untuk menghentikan ciumannya tapi sia sia Kevin malah semakin memperdalam ciuman mereka.


Carlos sebal ia memilih masuk dari pada melihat kemesraan pasangan yang baginya tidak ada malunya.


"Ada apa dengan wajahmu. Kusut sekali." tanya Fadly yang melihat Carlos wajahnya menahan kesal.


"Itu. Anak kakak, tidak tau malu sekali, sengaja banget membuat para jomblo iri saja." jawab Carlos.


Fadly berjalan keluar dan ternyata Kevin dan Hana sedang bermesraan di depan rumah.


"Ooh itu. Biarkan saja mereka melakukannya, kamu lihat Hana hanya bisa pasrah apa yang dilakukan suaminya yang mesum, pasti menantuku sangat malu." ucap Fadly pda Carlos.


"Bener banget kak? dia sukses membuat Hana malu." ucap Carlos tiba tiba saja Sinta berdiri di tengah mereka melihat apa yang dilakukan oleh suaminya dan adik angkatnya.


"Kalian julit banget. Namanya juga pasutri, kamu Carlos kapan menikah? kerjaannya bermain main wanita saja." ucap Sinta.


"Nanti kak? belum ada yang pas. Jangan bahas itu lagi ahh!" ucap Carlos pergi.





Bersambung