Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
42. Memaksakan untuk mencarinya



"Apa kamu bilang?" ucap Hana tiba tiba keluar kamar melempar bantal guling ke arah Lee Tae Yeong dari belakang hingga terjatuh.


Karena posisinya Lee Tae Yeong sedang membelakangi pintu jadi ia tak melihat Hana keluar.


"Hana?" ucap Lee Tae Yeong menoleh menahan kesalnya pasalnya ia tak bisa marah dengan Hana karena ia sudah lama bersahabat dengannya.


"Udah sana bobok ganteng. Besok aku janji akan bercerita." ucap Hana menutup pintu dengan kerasnya membuat Lee Tae Yeong mengelus dadanya pelan.


"Oke. Aku tunggu janjimu." ucap Lee Tae Yeong kemudian pergi ke kamarnya.


Tok... Tok...Tok...


Lee Tae Yeong kembali mengetuk pintu kamar beberapa kali.


Hana keluar dengan raut kesalnya. "Apalagi?" ujarnya.


"Bukan apa apa. Cuma mau meminta sesuatu ke kamu." ujar Lee tersenyum.


"Apa?" tanya Hana melotot ketika Lee memajukan bibirnya mendekat ke arah nya.


"Lama lama aku tonjok juga wajahmu. Biar bonyok sekalian." ucap Hana kesal mendorong wajah Lee menjauh dari pintu kamarnya.


Brakkk....


"Astaga. Nih! anak nggak bisa di ajak bercanda, serius sekali hidupnya." ujar Lee kaget bukan main.


"Honey. Beneran kamu nggak mau bercerita sekarang, kenapa harus besok." seru Lee.


"Pergi. Pergi nggak, kamu mengganggu ku tidur." ucap Hana membuka sedikit pintu kamarnya.


"I-iya. Aku pergi, galak banget." ucap Lee tersenyum berjalan mundur ia takut melihat Hana yang menatapnya tajam.


"Tunggu. Itu bantal guling kenapa ada padamu." ucap Hana mengambil dari tangan Lee.


"Kan kamu sendiri yang melemparkan." ucap Lee, untuk ke tiga kalinya ia di buat olahraga jantung oleh Hana.


"Hati hati pintunya. Nanti rusak, kamu tau kan harganya sangat mahal." teriak Lee segera berlari dari sana.


"Dasar. Nyebelin, tidak ada bedanya sama dia." gerutu Hana kesal ia mengingat kelakuan Kevin.


Dari dulu Lee Tae Yeong sudah menganggap Hana adiknya tapi mereka punya panggilan sendiri Lee Tae Yeong memilih memanggil Hana Honey sedangkan Hana hanya memanggil Lee Tae Yeong sebutan namanya saja tanpa memanggil ucapan kak karena baginya umurnya tidak jauh berbeda dengannya hanya beda beberapa bulan saja.


***


Sementara dirumah Kevin ia sedang pusing mencari keberadaan Hana menyuruh asistennya datang malam malam.


Kevin memilih pulang ke rumahnya tapi Hana tidak ada juga membuat Kevin marah.


"Tuan Kevinm Dimana Nona Hana?, bukan nya tadi kalian pergi bareng." tanya bik Yanti sopan Kevin hanya diam saja tanpa menjawab langsung masuk dan duduk di sofa menghubungi seseorang.


~>> [[ Hallo? siapa sih ganggu orang tidur aja.]] jawab orang disebraang sana malas masih memejamkan kedua matanya.


~>> [[Cepat kamu kesini sekarang.]] perintah Kevin langsung menutup teleponnya.


Orang yang disebrang sana bingung langsung bergegas mengambil kunci mobilnya menuju ke rumah Kevin.


Setelah sepuluh menit kemudian orang itu datang melihat Kevin duduk kursi depan rumahnya dengan raut wajah suram.


"Kevin?" panggil Alfian menghampirinya.


"Al?, Kamu datang juga." ucap Kevin malas.


"Hana menghilang." ucap Kevin membuat Alfian langsung berhenti bicara.


"Apa? kok bisa. Kamu pasti mengusirnya." ucap Alfian kini mendapat pukulan kecil dari Kevin.


"Enak aja kalau ngomong." ucap Kevin kesal.


"Terus kenapa Hana bisa menghilang?" ucap Alfian.


"Kamu itu. Orang lagi ada masalah bukan nya memberi solusi malah menambah pikiran, dasar cerewet." ucap Kevin tambah kesal.


Kemudian Kevin menjelaskan semuanya ke Alfian dari awal Hana menghilang.


"Kamu sudah cek CCTV supermarket itu?" ucap Alfian Kevin hanya menggeleng.


"Statusnya saja boss tapi otaknya tidak dipakai sama sekali. Gitu aja harus diingatkan." batin Alfian.


"Apa yang kamu pikirkan? aku tau isi otakmu. sudah bosan kerja, mana surat pengunduran diri kamu." ucap Kevin menodongkan tangannya.


"Buat apa boss. Emm! Santai kali boss." ucap Alfian tersenyum melihatnya giginya.


"Tunggu apa lagi kamu cek sekarang CCTV di supermarket itu sekarang." perintah Kevin memaksa.


"Sekarang boss." jawab Alfian.


"Nggak tahun depan. Cepat pergi sana." perintah Kevin mendorong paksa tubuh Alfian masuk ke dalam mobilnya.


"Tapi boss." ucap Alfian berhenti karena sudah dipelototi Kevin nyalinya menciut bergegas menancap gas meninggalkan rumah Kevin.


"Boss itu ada ada saja. Anak buah dia kan banyak, kenapa harus aku yang turun tangan?" gerutu Alfian kesal.


Sedangkan Kevin merenung sendiri didepan rumahnya tanpa mau masuk kedalam rumahnya walaupun bik Yanti menyuruhnya masuk tapi Kevin tetap keras kepala.


"Tuan. Kenapa tidak masuk saja, tidak baik berlama lama diluar, udaranya sangat dingin, apalagi sebentar lagi mau hujan." ajak bik Yanti tapi Kevin tetap diam tanpa beranjak dari tempat duduknya.


"Bibik masuk saja sana. Istirahat di dalam tidak usah temenin aku disini, aku masih ingin menunggu dia pulang " ucap Kevin lembut.


"Baiklah kalau begitu. Nanti saya buatkan teh hangat buat Tuan." ucap Bik Yanti mendapat anggukan dari Kevin.


"Hana kamu ada dimana? kenapa aku tinggalkan dia sendiri tadi?" ucap Kevin tiba tiba ponselnya bergetar dilihatnya sebuah panggilan dari Alfian.


~>> [[ allo boss. Di dalam rekaman CCTV kalau Hana pergi bersama seorang naik mobil mewah bewarna merah.]] ucap Alfian dari seberang.


~>> [[ Apa kamu lihat plat nomernya? ]] tanya Kevin.


~>> [[ Tidak boss. Tempatnya terlalu gelap jadi tidak terlihat jelas.]] jawab Alfian.


~>> [[ Kamu cari tau lagi. Aku akan mencari Hana dimanapun dia berada. ]] ucap Kevin menutup teleponnya.


"Boss. Tapi sebentar lagi hujan." ucap Alfian tapi sudah teleponnya dimatikan oleh Kevin.


"Aduh boss. Kenapa harus nekat gini sih? bukan nya dia punya trauma dengan hujan, apalagi suara petir." ucap Alfian bergegas pergi.


Sementara diluar Kevin terus mencari Hana tapi tak menemukannya.


"Hana kamu ada dimana?" ucap Kevin kini suasana langit benar-benar akan turun hujan.


Kevin tetap tidak mempedulikan terus mencari Hana walaupun ia sendiri takut dengan hujan.


^^BERSAMBUNG^^