
"Kalo begitu aku mau" ucap Hana berfikir meletakkan jari telunjuk ke dagunya.
"Mau apa?, Uang. Rumah atau saham perusahaan atau" ucap Kevin menebak.
"Hei?, Aku Bukan wanita seperti itu" teriak Hana sehingga Kevin menutup telinganya.
"Suaramu itu jangan keras keras. kita lagi ada di pinggir jalan" ucap Kevin.
"Ya sudah kita jalan sekarang. Katanya buru buru" ucap Hana ketus.
"Oke. Tapi bicaranya jangan keras keras sakit ini telinganya" ucap Kevin menancap gas kembali.
"Itu karena kamu. Kamu pikir aku wanita seperti itu" ucap Hana kesal.
"Ya terus apa?" tanya Kevin.
"Nanti aku pikirkan" jawab Hana.
"Baiklah aku janji nanti akan memenuhi permintaanmu kapanpun kamu mau" ucap Kevin.
"Akan kutagih janjimu nanti. Ingat apapun yang aku mau kamu harus penuhi" ucap Hana memastikan.
"Siap tuan putri" ucap Kevin tersenyum.
"Termasuk membatalkan pernikahan kita apa kamu akan penuhi" ucap Hana tiba tiba membuat Kevin menatap Hana kaget.
"Apa tidak ada permintaan yang lain?" tanya Kevin ekspresi wajah nya berubah.
"Hmmm...?, Aku cuma ngetes kamu saja. tenang aja aku akan tetap menikah denganmu tapi jangan sentuh aku" ucap Hana.
"Oke" jawab Kevin tersenyum kembali.
"Cepat banget berubahnya tadi aja wajahnya terlihat kecewa sekarang senang banget, Memang demi harta dia akan melakukan apapun meskipun harus membohongi orang tuanya. Kalo ini hanya pernikahan pura pura saja" batin Hana.
"Aku kira Hana akan menerima tawaranku tadi ternyata dia tidak sama seperti wanita lain yang matrealistis melakukan segala cara untuk hidup enak dengan mendapatkan harta demi diri sendiri" batin Kevin merasa kagum.
"Sebentar lagi sampai ya?" ucap Hana mengamati sekitarnya.
"Bagaimana kamu tau?" ucap Kevin kini mereka sudah memasuki jalan menuju kerumah orang tua Kevin.
"Perasaanku saja. Aku kan pernah kesini sama kamu jadi aku masih hafal jalannya" ucap Hana.
"Mmm gitu ya. Aku masih penasaran, Kenapa mereka menyuruh kita kesana?" ucap Kevin.
"Mungkin ada yang penting" ucap Hana.
"Tingg" notifikasi masuk Hana segera melihat layar Handphone nya ternyata pesan dari Lee Tae Yeong.
~>Hana?, Kamu pergi kemana sama lelaki itu?" tanya Lee Tae Yeong.
~>"Aku ada urusan sama dia" balas Hana.
~>"Urusan apa?, Kamu tinggal dimana?, Nanti aku mau kerumah kamu" tanya Lee Tae Yeong.
~>Dirumah orang. Kita bicarakan lagi nanti.
~>"Honey?, Siapa sebenarnya lelaki yang bersamamu?" tanya Lee Tae Yeong lagi Hana sudah mematikan datanya.
"Kita sudah sampai" ucap Kevin.
"Kenapa aku gugup sekali?, Padahal ini hanya pura pura saja bukan yang sesungguhnya" ucap Hana dalam hatinya merasa gelisah.
"Ayo?" ajak Kevin membuka pintu mobilnya mengulurkan tangannya ke Kevin.
"Aku sudah cantik belum" ucap Hana tak percaya diri.
"Sangat cantik. Ayo cepat, Mereka sudah menunggu kita" ucap Kevin.
Belum sampai didepan pintu masuk orang tua Kevin sudah keluar menyambut kedatangan Kevin disampingnya ada Alfian juga.
"Al?, Kamu disini juga. Katanya mau kekantor" ucap Kevin.
"Papah?, Yang menyuruh Alfian datang" ucap Fadly.
"Ayo kalian masuk?" ajak Sinta tersenyum kepada mereka.
"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Sinta.
"Sudah tadi dirumah teman Hana" jawab Hana tersenyum.
"Apa ada hal yang penting?, Sehingga menyuruh kita kesini" tanya Kevin.
"Duduk dulu Kevin?, Nak Hana" ucap Sinta.
"Besok kalian menikah kan" ucap Fadly membuat Kevin dan Hana terkejut.
"Apa pah?, Menikah" ucap Hana dan Kevin bersamaan.
"Lho?, Kenapa kalian kompak gitu?. Pasti kalian gugup ya?" ucap Sinta tersenyum kepada mereka.
"Kamu cantik sekali Hana" puji Sinta memegang wajah Hana.
"Hmmm. Tidak juga diluar sana masih banyak wanita yang lebih cantik dari Hana. Mama terlalu berlebihan" ucap Hana tersenyum.
"Kamu ini sudah cantik sopan juga" ucap Sinta kemudian melihat Fadly yang ada di sampingnya.
"Sopan dari mana?, Mama belum pernah melihat sifat asli Hana. Sangat cerewet galak pula, Dia pintar menutupi sifat aslinya" batin Kevin.
"Anak mama juga sopan baik juga" ucap Hana pura pura memuji Kevin.
"Dia memuji atau mengejekku dilihat dari wajahnya sangat tidak bersungguh sungguh mengatakannya" batin Kevin.
"Al?, Kamu sudah persiapkan semuanya. Besok acaranya jangan sampai ada masalah" ucap Fadly membuat Kevin dan Hana bingung menatap satu sama lain.
"Sudah siap Tuan" jawab Alfian menunduk.
"*Siap siap kamu Kevin?, Akan ada kejutan yang akan membuatmu terkejut. Salah sendiri sudah mengerjaiku" batin Alfian senang dalam hatinya.
"Kenapa Alfian menatapku seperti itu?, Apa ada yang disembunyikan dariku, Besok ada acara apa?" batin Kevin bertanya tanya apalagi Alfian menatapnya tidak seperti biasanya*.
"Kalian malam ini menginap disini dulu ya?" ucap Sinta.
"Iya pah?, Kita berdua menginap disini. Iya kan sayang" ucap Kevin menyenggol sedikit lengan Hana.
"Ahh?, Iya. Aku nurut saja" ucap Hana.
"*Aduh bagaimana ini?, Nanti siang ada meeting sama klien dari China Filipina Harus aku sendiri yang mengurusnya karena Doni kan lagi ada di Korea setelah itu ke Jepang. Aku harus cari alasan yang tepat untuk pergi dari sini" batin Hana gelisah.
Kevin melihatnya meminta izin bicara berdua dengan Hana*.
"Mah?, Pah?, Kita mau bicara sebentar" izin Kevin lalu menarik tangan Hana ke taman.
"Kalian ini buru buru banget. Kenapa tidak bicara disini saja?" tanya Fadly.
"Permisi" ucap Hana sopan.
"Sudahlah pah?, Mereka ini sebentar lagi akan menikah, Mungkin mau pacaran" ucap Sinta.
"Kevin?, Kamu ini kenapa menarikku kesini?" tanya Hana.
"Karena kamu" jawab Kevin.
"Aku. Apa aku berbuat kesalahan?" tanya Hana.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" jawab Kevin malah berbalik tanya.
"Tidak. Bukan apa apa" ucap Hana.
"Mulutmu bilang begitu. Tapi wajahmu terlihat gelisah, Kamu tidak bisa berbohong denganku" ucap Kevin.
"Ini kesempatan aku untuk mencari alasan" ucap Hana dalam hatinya.
"Sebenarnya siang ini aku sudah ada janji sama temanku" ucap Hana.
"Siapa?" tanya Kevin.
"Kita mau reuni bareng" jawab Hana asal.
•
•
•
**Bersambung**