
Hana menarik suaminya yang berdiri didepan Lee Tae Yeong ia menegakkan badan menatapnya dari atas sampai bawah.
"Ayo masuk. Kak?" ajak Hana merangkul lengan suaminya yang kekar ia memberi kode untuk ikut dengannya.
"Selamat Siang?" sapa Hana ramah ia sampai menundukkan kepalanya kebetulan perawat yang menjadi korban penusukan itu sudah bangun ia sedang di cek oleh dokter.
"Siang Tuan Kevin?" balasnya malah menyapa Kevin ia menatapnya penuh kesenangan.
Sedangkan Kevin hanya diam saja tanpa membalas sapaan darinya.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Hana tapi lagi lagi ia bukannya menjawab pertanyaan Hana malah melihat suaminya dan tersenyum kearahnya.
"Baik. Terima kasih karena Tuan Kevin sudah menjengukku." ucapnya ia menarik tangan Kevin dari rangkulan Hana.
Hana sebenarnya kesal melihatnya tapi ia menahannya kalau bukan karena dia sedang sakit ia tidak akan membiarkan wanita manapun yang menggoda suaminya di depan matanya.
"Honey, orang seperti dia. Tidak usah ditanya, karena mungkin telinganya tuli, ibarat kabel yang terputus, kalau disambung lagi, pasti setelah itu fungsinya sedikit berkurang, atau tidak berfungsi sama sekali." ucap Lee Tae Yeong melihat ke arah lain.
Kevin menarik tangannya ia beralih merangkul mesra pinggang Hana.
"Oh iya. Perkenalkan ini Hana?" ucap Kevin menatap Hana dalam.
Hana mengulurkan tangannya tapi perawat itu hanya sedikit menerima ulurannya kemudian langsung menariknya.
"Viona Agnesia?" ucap perawat itu tersenyum getir ke Hana.
"Dia itu siapa sih?, sok akrab banget sama Kevin, nggak nyambung banget orangnya. Dasar aneh." umpat Hana dalam hatinya ia pura pura tersenyum didepan Viona.
Tak lama kemudian salah satu perawat masuk untuk mengantarkan makan siang.
"Permisi semuanya. Apa saya boleh masuk?" izin perawat itu di depan pintu ia membawa nampan berisi makanan.
"Masuk." jawab Hana.
Ketika perawat itu ingin menyuapinya Viona menolak ia sengaja mencari perhatian dari Kevin tapi Hana mengerti maksudnya ia langsung mengajak suaminya pergi dari sana.
"Kamu harus makan. Nanti setelah ini minum obatnya." pinta perawat yang merawat Viona ia menyuapkan bubur ke depan mulutnya tapi tak mau.
"Tuan Kevin?" panggil Viona.
"Viona?, hmm. Aku baru ingat, kita masih ada janji sama klien teman, kami permisi dulu yah?, semoga kamu lekas sembuh." ucap Hana tersenyum ke arah Kevin.
Kevin mengerti apa yang di ucapkan Hana ia menganggukinya itu yang ia tunggu sedari tadi.
"Ooh iya. Ini ada sedikit hadiah dari kita, kamu terima yah! aku taruh disini, selamat siang." ucap tersenyum Hana ia menempatkan Pepperbag ke nakas.
"My Prince. Ayo!" ajak Hana membalas rangkulan suaminya.
Setelah mereka berjalan sampai diparkiran Hana melepaskan rangkulannya ia terlebih dahulu masuk ke dalam mobil di kursi belakang bulan di sebelah kursi stirnya.
Lee Tae Yeong menyusul Hana ia ingin duduk bersama Hana tapi bajunya ditarik Kevin ke belakang.
"Gantian kamu yang nyetir" ucap Kevin meliriknya ia duduk disampingnya Hana.
"Mereka pikir aku supirnya apa?" gerutu Lee Tae Yeong ia masuk ke dalam mobil lalu menutup pintunya keras hingga mengagetkan Hana dan Kevin.
"Kaget tau. Itu pintu jangan dibanting." ucap Kevin kesal ia sampai memegangi dadanya yang terasa berdebar debar kencang karenanya.
"Bisa nggak. Pelan pelan menutup pintu mobilnya, kak Tae Yeong mau buat aku serangan jantung, terus terjadi apa apa dengan bayiku." oceh Hana ia juga teramat kesal.
"Kalian kenapa sih! marah." tanya Lee Tae Yeong ia sampai heran dengan sikap mereka.
"Nggak." jawab Kevin dan Hana bersamaan.
"Kompak banget." gumam Lee Tae Yeong ia langsung menancap gas mobilnya menuju ke sebuah restoran yang mewah.
Di perjalanan Kevin terus bertanya pada Hana tapi sepertinya ia dicuekin olehnya.
"BABY. Apa kamu marah?" tanya Kevin ia memegangi tangan Hana tapi dilepaskan.
Hana menggeleng ia sampai tak melihat wajah suaminya yang berada dekat dengannya ia sebenarnya kesal dengan Viona bukan Kevin.
"Terus kenapa kamu tidak mau menatapku, apa aku kurang tampan. Hmm." tanya Kevin lagi ia meraih wajah Hana untuk menghadap kearahnya.
Kevin menjelaskan ke Hana kalau Viona sengaja di suruh oleh Singa Merah untuk menggodanya tapi ia sama sekali tak melayani karena ia sudah tau semuanya juga rela terluka demi mendapat perhatian lebih darinya.
Dan Viona memang dulunya teman kuliahnya ia sangat dibutakan cintanya sampai harus menjebak Kevin di sebuah hotel saat ia mabuk.
Tapi untungnya Alfian datang tepat waktu dan langsung membawa sahabatnya pergi dari sana.
"Syukurlah. Aku kira dia mantan kamu, atau mungkin pacarmu." ucap Hana lega ia menatap Kevin serius.
"Bercanda. Mukanya jangan begitu dong, nanti cepat tua lho!" ucap Hana tersenyum melihat ekpresi wajah Kevin yang cemberut tapi malah terlihat sangat imut baginya.
"Aaaaa. My Prince?" teriak Hana ketika pipinya dicubit oleh Kevin sampai memerah.
"Haa..Haa..Haa. Sorry sorry, sini biar aku elus." ucap Kevin dengan tawanya.
Lee Tae Yeong menggelengkan kepalanya saja ia seperti nyamuk di antara mereka berdua.
"Ee emm. Kita makan dulu yah! lapar banget." ajak Lee Tae Yeong mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan sebuah restoran Eropa yang mewah.
"Kebetulan sekali. Aku juga lapar, My Prince, ayo turun." ajak Hana sudah terlebih dahulu keluar dari mobil.
"BABY, tunggu. Cepat sekali jalannya." panggil Kevin ia menyeimbangkan langkah kakinya dengan Hana.
Sedangkan Lee Tae Yeong mengekor dibelakang mereka seperti bodyguard saja karena ia juga memakai baju serba hitam beserta masker dan kaca matanya.
Mereka duduk di tempat yang sudah dipesan oleh Lee Tae Yeong sebelumnya karena restoran itu harus memesan terlebih dahulu karena makanan disana terkenal mahal dan mewah tempatnya juga sangat luas dan memilih di Rooftop.
"Pintar juga dia kalau memilih tempat. pemandangan yang bagus." batin Kevin ketika sampai diatas Rooftop.
"My Prince. Mamu mau pesan apa?" tanya Hana kepada disana yang masih berdiri.
"Apa aja. Terserah kamu, yang penting cocok di lidahku." jawab Kevin masih menghirup udara segar dari atas Rooftop itu kebiasaan Kevin kalau berada ditempat itu.
Apalagi restoran itu sudah di design banyak pepohonan di area belakang juga ada taman bunga.
BERSAMBUNG