Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
24. Nyaman



"Beruntung sekali wanita yang dicintainya. Dia begitu harmonis, padahal aku bukan siapa siapanya." ucap Hana dalam hatinya memandang Kevin dalam.


"Hayoo. Ketahuan kamu diam diam memandangiku." ucap Kevin mengagetkan Hana.


"Tidak. A-aku c-cuma melihat pantai, indah bukan ketika matahari terbenam." ucap Hana gugup mengalihkan pandangannya ke pantai.


"Kalau begitu kita kesana." ajak Kevin memegang tangan Hana.


Hana mengangguk pelan mengikuti kemana Kevin melangkah.


"Indah bukan." ucap Hana menghirup udara segar memejamkan matanya dan merentangkan kedua tangannya.


Kevin tersenyum melihat Hana begitu tenang seakan terlepas semua beban masalah dalam hidupnya.


"Indah. Sangat mengagumkan." gumam Kevin lirih tanpa didengar oleh Hana karena jarak mereka hampir dua meter, sesampainya di bibir pantai Hana berlari kecil mendahului Kevin dan melepaskan pegangan tangannya.


Kevin menghampirinya kemudian memeluk pinggang Hana dari belakang, membuatnya kaget membuka matanya menoleh ke Kevin.


"Kevin. Kamu sedang apa?" ucap Hana berusaha melepaskan pelukan hangat dari Kevin.


"Menikmati udara segar bersamamu." ucap Kevin memejamkan mata.


"Tapi tidak." ucap Hana masih berusaha melepaskan pelukan Kevin darinya.


"Sudah diam saja. Nikmati pemandangan yang ada di hadapanmu." ucap Kevin mengeratkan pelukannya membuat Hana tak bisa berkutik pasrah melihat kembali kearah pantai.


Huuffff....... Hana menghembuskan nafasnya kasar.


"Kamu nggak tau perasaanku campur aduk. Sikapmu yang seperti ini, bisa membuatku jatuh cinta sama kamu, rasanya jantungku berdetak tidak karuan." ucap Hana dalam hatinya dan memegang dadanya.


"Begitu nyaman ketika memelukmu. Apa aku benar benar mencintaimu, tapi ayahmu telah merebut ibuku dariku dan tega meninggalkanku bahkan sedari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungku sendiri." batin Kevin terus mengeratkan pelukannya dan menempatkan kepalanya ke bahu Hana mengingat perlakuan ibu kandungnya dulu.


#FLASHBACK


Dipinggir jalan yang sepi


"Ibu. Kita mau kemana?" tanya Kevin polos karena saat masih kecil.


"Kamu disini saja. Jangan pernah mengikuti ibu lagi apalagi sampai mencariku." ucap ibunya kasar hingga membuat Kevin menangis.


"Ibu. Ku mohon jangan tinggalkan aku disini, Hiks...Hiks...Hiks." ucapnya menangis tersedu sedu.


"Aku tidak perduli denganmu lagi. Pergi sana." ucap ibunya kemudian masuk ke mobil meninggalkan Kevin sendiri ditengah jalan yang sepi.


"Ibuuuu?" teriak Kevin memanggil ibunya yang sudah pergi menggalkanya dan mencoba mengejar mobilnya yang sudah menjauh tapi sudah ketinggalan sangat jauh ia hanya bisa menangis meratapi kepergiannya.


Saat itu Fadly dan Sinta diiperjalan pulang dari luar negeri di korea ingin ke bandara melihat anak kecil sendiri menangis dijalanan segera berhenti menghampirinya.


"Ibu?" panggil Kevin pelan ingin menghampirinya tidak jadi karena bukan sosok yang ia cari.


"Nak. Kamu kok sendiri, ibu mu kemana? apa kamu tersesat?" tanya Sinta mengusap punggungnya anak itu Kevin cuma menggeleng dan terus menangis.


"Bagaimana ini pah? Apa kita bawa saja." ucap Sinta melihat Fadly.


"Tapi kalau orang tua nya mencarinya bagaimana?" ucap Fadly bingung.


"Apa kamu punya orang tua? Ayah atau Ibu." tanya Sinta halus.


Anak itu menggelengkan kepalanya. "Aku hidup sendiri tante." ucap anak itu disela sela tangisnya.


"Kalau begitu. Kamu mau ikut kami." ajak Sinta kepada anak itu.


"Mau tante" ucap anak kecil itu kembali mengangguk.


"Nama kamu siapa?" tanya Sinta.


"Aku tidak punya nama." ucap Kevin menggeleng.


"Ya udah. Nanti tante kasih kamu nama yang bagus buatmu." ucap Sinta tersenyum.


"Terima kasih tante." ucap Kevin berhambur memeluk Sinta seperti merasakan kasih sayang dari seorang ibu.


#FLASHBACK


"Kevin. Kamu tidak capek apa, memelukku terus." ucap Hana merasa tidak nyaman apa yang dilakukan oleh Kevin.


"Ya terserah padamu. Aku sedang tidak mau berdebat denganmu." ucap Hana pasrah karena sebenarnya kakinya sangat pegal berdiri terus tanpa bergerak Kevin tidak mau melepaskan pelukannya.


"Hmm. Apa Kamu capek?" tanya Kevin baru membuka matanya.


"Menurutmu. Kakiku bukan tiang, Kita berdiri hampir satu jam lamanya." ucap Hana kesal.


"Maaf" ucap Kevin melepaskan pelukannya.


Hufff.....! "Akhirnya." ucap Hana lalu duduk berselonjor diatas pasir.


Kevin ikut duduk bersebelahan dengan Hana.


"Kevin?" panggil Hana lirih.


"Ada apa?" jawab Kevin menggeser tubuhnya hingga sangat dekat merangkul bahu Hana.


"Aku memanggilmu. Bukan menyuruh kamu memeluk ku." ujar Hana kesal lelaki di sebelahnya suka berbuat sesukanya kepadanya.


Kevin membuka jaketnya lalu melampirkan punggung Hana.


Hana melotot tajam. "Sudah pakai saja. Aku tau dari tadi kamu kedinginan kan." ucap Kevin tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke pantai yang sudah petang.


"Lihatlah bintang bintang itu. Sangat cantik, cahayanya sungguh indah, walaupun terlihat kecil." ucap Hana menunjuk kearah langit yang penuh bintang gemerlap tersenyum bahagia.


"Kamu suka bintang." ucap Kevin menyerngitkan dahinya.


"Hmm. Ya, kalau melihat bintang rasanya semua beban pikiran hilang seketika, walaupun sifatnya cuma sementara." ucap Hana tersenyum memandang langit.


"Aku lebih suka matahari terbenam." seru Kevin.


"Indah. Tapi malam ini tidak ada bulan yang mengiringi bintang bintangnya." ucap Kevin melihat Hana.


"Kamu ibarat bintang yang tidak bisa ku gapai." batin Hana.


"Kamu bagaikan bulan yang menyinari malamku." batin Kevin menatap Hana sedang memandangi langit yang penuh bintang.


"Kita foto yuk!" ajak Kevin merogoh saku celananya mengeluarkan ponselnya.


"Foto. Ayo! boleh aku post di sosial media." ucap Hana antusias.


"Tidak. Nanti banyak orang yang akan melihat foto kita." ucap Kevin menolak.


"Kalau begitu aku tidak mau." tolaknya Hana memilih memandang langit.


"Cewek itu ribet. Banyak maunya." gerutu Kevin kesal.


"Ya. Lelaki yang baik itu, laki laki yang bisa bertanggung jawab, termasuk membahagiakan nya." ucap Hana menjelaskan.


"Terus. Hubungannya denganku apa coba." ucap Kevin mengangkat kedua bahunya.


"Jelas ada. Kamu itu laki laki kan." ucap Hana menahan kesal.


"Aku ini laki laki sejati." ucap Kevin menepuk dadanya pelan.


"Mulai deh!" ucap Hana malas.


"Mulai apa?" ucap Kevin tak mengerti ucapan Hana.


"Bukan apa apa. Kamu itu, atau apa pura pura tidak tau." ucap Hana menghembuskan nafasnya kasar.


"Ooh! sekarang aku mengerti. Maksudnya kita selfie, Ayo! ku ijinkan fotonya di bagikan di sosial media kamu." ucap Kevin menekan tombol mengambil posisi yang tepat mendekatkan diri ke Hana.


"Asyik. " teriak Hana seperti anak kecil yang mendapatkan keinginannya.


Kevin menggeleng pelan atas perilaku Hana yang mirip anak kecil.





Bersambung...