Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
87. Terluka Lagi



Kevin belum menyadari ia masih fokus dengan musuh yang ada di depan belakang bahkan ada kurang lebih sepuluh orang menyerangnya bergantian sampai kewalahan.


Satu persatu lawan terkapar oleh pukulan yang Hana daratkan dengan ia hanya membuat lawannya lumpuh tidak bisa bangun.


Kevin melumpuhkan mereka dengan gerakan memutar tubuhnya seperti melayang keatas sehingga semuanya tumbang tak bisa melawannya terdengar suara retakan tulang salah satu dari mereka.


"Hana. Ternyata dia juga bisa bela diri, hebatnya istriku." gumam Kevin tersenyum bangga tak menyadari musuh dibelakangnya ingin menusukkan pisau.


Hana segera berlari menghampiri Kevin yang terlihat melamun entah apa yang dipikirkan.


Demi menyelamatkan Kevin ia rela terkena pisau sampai mengenai lengannya sendiri ia memutar tubuhnya menghantam orang yang akan menyerang Kevin sampai memuntahkan darah dari mulutnya saking kerasnya pukulan itu.


Srettttt


Pisau mengenai pergelangan tangan Hana sampai mengeluarkan banyak darah segar dari tangannya karena gesekan terlalu dalam di urat nadi nya terasa seperti terputus, tubuhnya seketika ambruk di pelukan Kevin.


"BABY. Lengan kamu, dasar bajingan, beraninya menyakiti istriku, jangan kabur kalian." teriak Kevin ingin mengejar mereka tapi melihat keadaan Hana itu tidak memungkinkan ia meninggalkannya.


Tapi Kevin berhasil membuka penutup wajah salah satu dari mereka sebelum semuanya kabur.


~>> [[ BABY Kamu bertahan, Hallo? kita tersesat kalian bisa bantu kami, cepat Hana terluka.]] ucap Kevin dengan nada khawatir ia menghubungi ponsel Doni yang kebetulan aktif.


~>> [[ Apa yang terjadi dengan Nona Hana. Baiklah aku akan beritau mereka semua, Tuan Kevin share location, jangan dimatikan dulu, agar kita menemukan kalian.]] jawab Doni disebrang sana.


~>> [[ Oke. Kalau bisa kamu hubungi ambulance, kita tidak bisa keluar, tolong cepat.]] ucap Kevin ia meletakkan ponselnya di saku.


Kevin merobek baju untuk mengikat pergelangan tangan Hana agar darah yang keluar semakin banyak.


Tak lama kemudian Doni datang bersama dengan Carlos, Kwak Hyun, Alfian dan juga Lee Tae Yeong ia bersama warga sekitar untuk membantu.


~>> [[ Tuan?, kita sudah sampai. Anda ada dimana?]] tanya Doni yang terlihat hanya pohon tumbang jadi ia tak bisa melihat kedalam karena juga gelap tidak ada penerangan.


~>> [[ Kita ada di tengah jalan. dibalik pohon yang tumbang, BABY, Kamu jangan tutup matamu.]] jawab Kevin dengan suara serak.


"Bagaimana? Apa Kevin dan Hana ada di sana?" tanya Carlos.


"Mereka ada di balik pohon ini. Sebaiknya kita cari jalan lain saja, takut terjadi apa apa dengan Nona Hana?" jawab Doni.


"Pak? Tolong singkirkan pohon ini, mereka ada didalam." ucap Doni pada warga yang ada disana.


Selain itu Doni melewati hutan karena itu jalan satu satunya bersama teman temanya.


Sesampainya disana Carlos langsung berlari menghampiri mereka dilihatnya Hana sedang terluka sampai lemas sedangkan Kevin menyangga tubuh Hana dalam dekapannya.


"Hana?" panggil Lee Tae Yeong menghampiri mereka.


🏥🏥🏥


Dirumah Sakit


Sesampainya disana Hana dan Kevin langsung mendapat penanganan didampingi oleh Carlos dan juga Kwak Hyun.


Sedangkan yang lainnya masih ditempat kejadian menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.


"Paman bagaimana dengan keadaan Hana. Apa dia sudah sadar." ucap Kevin beranjak dari brankar ingin turun tapi dicekal oleh Carlos.


"Tenang Kevin. Kita berdoa saja, semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan." ucap Carlos.


"Kamu jaga Kevin. Jangan biarkan pergi, Kevin harus istirahat." ucap Carlos ditelinga Kwak Hyun.


"Baiklah. Percayalah padaku." ucap Kwak Hyun.


Carlos mencoba menghubungi beberapa temannya untuk mencari donor darah untuk Hana.


Alfian datang bersama Lee Tae Yeong kebetulan salah satu mereka golongan darahnya sama dengan Hana sedangkan Kevin sendiri sedang lemah Carlos tidak mungkin memberi tahu hal yang sebenarnya.


Carlos tau betul sifat Kevin yang keras kepala kalau dia tau pasti Kevin yang akan mendonorkan darahnya ke Hana tidak peduli dengan dirinya.


"Thanks Al? Untung saja ada kamu. Ohh iya? Cuma kalian berdua saja, apa yang lain masih ada disana?" ucap Carlos pada Alfian yang baru keluar dari ruang UTD.


"Mereka ada di kantor polisi. Mungkin sebentar lagi mereka akan datang kesini." ucap Alfian.


"Siapa yang berani melakukan ini?, Kalau sampai aku tau akan kupastikan tidak akan aku lepaskan sampai ke ujung dunia sekalipun" batin Carlos menggenggam erat matanya menatap lurus terlihat sekali sedang memendam amarahnya.


"Paman. Kevin sendiri bagaimana? Apa boss baik baik saja?" tanya Alfian.


"Ada di ruang perawatan. Kamu lurus saja belok ke kanan no xxx" jawab Carlos menoleh sudah tidak ada Alfian disampingnya.


TOK TOK TOK


"Masuk." jawabnya dari dalam.


"Al?, Kevin sedang tidur. Kamu mau apa?" tanya Kwak Hyun datar.


Alfian tidak menanggapi pertanyaan yang dilontarkan kepadanya ia menarik kursi untuk melihat keadaan Kevin.


"Apa dia tuli, Orang tanya bukannya jawab malah diam saja. Dasar aneh." gumam Kwak Hyun pelan hanya dirinya saja yang dengar.


Setelah satu jam kemudian Kevin tersadar dari pingsan karena terlalu kelelahan ia sampai tak sadarkan diri badannya terasa sakit semua akibat terkena pukulan orang yang menyerangnya dan juga beberapa goresan kecil dilengannya


"Boss. Kevin?" gumam Alfian dan Kwak Hyun bersamaan.


"Boss mau kemana? jangan terlalu banyak gerak. Ingat kondisi tubuh kamu." ucap Alfian menahan bahu Kevin agar tidak bisa pergi.


"Lepaskan Al? Bagaimana dengan Hana. Aku harus lihat dia." ucap Kevin mendorong tubuh Alfian untuk menjauh darinya.


"Kevin. Kamu tenang dulu, Hana sudah ditangani secara medis." ucap Kwak Hyun tetap saja Kevin keras kepala turun dari brankar kemudian terjatuh karena ia sangat lemas.


"Boss. Kamu bisa tidak dengarkan ucapan kita. kami semua juga khawatir dengan Hana, Tapi tidak seperti ini juga Boss?, Sekarang terserah kamu saja" ucap Alfian meninggikan suaranya.


Kevin menundukkan wajahnya ia menangis memikirkan Hana.


"Jika saja Hana tidak menyelamatkanku. Ini semua tidak akan terjadi." lirih Kevin.


"Sudahlah boss. Jangan menyalahkan diri sendiri, kita berdoa semoga Hana baik baik saja." ucap Alfian menyangga tubuh Kevin dibawa kembali ke brankar.





BERSAMBUNG