Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
80. Perhatian



"BABY?" panggil Kevin menempelkan tangannya ke wajah Hana.


Hana malah menarik tangan Kevin dijadikan sebagai bantal dan memegangnya erat.


Melihat bibir Hana tepat didepan wajahnya karena posisinya berbaring disebelah Hana.


Hana yang sedari tadi tertidur langsung bangun nafasnya seperti terengah engah karena ulah Kevin yang menciumnya saat ia tertidur pulas.


"Ini bukan mimpi. Kevin benar benar menciumku." ucap Hana dalam hatinya ia awalnya mengira kalau itu mimpi ternyata kenyataan karena Hana membalas ciuman Kevin.


Hana tak tahan lagi nafasnya benar benar terhambat tidak tau berapa lama Kevin menciumnya ia mendorong tubuh Kevin kuat sampai terjatuh ke lantai.


"Aduh! BABY? sakit tau. Kamu mimpi apa sih!" ucap Kevin hidungnya sampai mencium ke lantai hingga memerah.


"Kejatuhan buaya darat." ucap Hana seperti kehabisan oksigen nafasnya naik turun.


"Jahat banget kamu. Sakit tau, merah lagi hidung ku." ucap Kevin mengambil cermin mengusap hidungnya.


"Aku nggak sengaja. Sorry, salah sendiri orang lagi tidur ganggu aja, Haa...Haa...Haa." ucap Hana kemudian tertawa melihat hidung Kevin yang memerah.


"Kamu pikir ini lucu." gertak Kevin marah.


"Aku tadi bilang nggak sengaja. Gitu aja marah, Sorry ya!" ucap Hana mengulurkan tangannya bermaksud ingin menjabat tangan Kevin.


"Kamu pikir kita mau perkenalan pake jabat tangan segala." ucap Kevin kemudian berlalu pergi.


"My Prince. Sorry." teriak Hana tak ada jawaban dari Kevin.


"Beneran ngambek dia. Ngatai aku seperti anak kecil dia sendiri apa?" ucap Hana bergegas turun dari kasur mencari Kevin.


Hana mencari kesana kemari tapi tak ada dimana mana.


Langkah Hana berhenti melihat Kevin sedang memasak di dapur.


"My Prince. Kamu ada disini, aku cari juga, capek tau, sesana kemari." ucap Hana duduk di kursi dapur dengan malasnya ia menuangkan air putih lalu meneguknya dalam satu tegukan.


"Kamu masak apa sih! apa bik Yanti nggak masak." tanya Hana tak ada jawaban juga.


"Ishhh. Nyebelin banget ditanya bukannya jawab malah dikacangin " gerutu Hana kesal menyilangkan tangannya ke meja sebagai sandaran kepalanya ia menoleh ke arah Kevin yang lagi memasak.


"My Prince?" panggil Hana tak ada sahutan dari Kevin.


"Dia kira aku hantu apa? Noleh dikit gitu sok sibuk banget. Memang dia doang yang bisa masak, aku juga bisa " gerutu Hana kesal.


Hana tak sengaja menyenggol gelas yang ada di sebelahnya kakinya hampir saja kejatuhan kalau Hana tidak naik ke kursi.


Pyaaarrrrr


Karena kaget Hana berdiri naik ke kursi hampir saja ia terjatuh tapi Kevin dengan sigap menangkap tubuhnya.


"Bisa hati hati tidak. Duduk manis disitu, apa susahnya sih! kalau kamu sampai jatuh bagaimana?" ucap Kevin marah karena khawatir.


Kini tubuh Hana terjatuh dipelukannya dengan posisi miring jarak mereka juga sangat dekat hanya lima centi saja.


Hana tak bisa berbuat apa apa hanya bisa diam tanpa berani menatap wajah Kevin yang terlihat marah.


"Maaf." ucap Hana tidak berani menatap Kevin.


Kevin menempatkan tubuh Hana ke sofa kemudian ia kembali ke dapur menyelesaikan masakannya.


"Sebenarnya tadi Kevin pergi kemana? Apa jangan jangan bertemu wanita lain, Apa aku kurang cantik gitu, pasti ada yang Kevin sembunyikan dariku. Aku harus cari tau sendiri." ucap Hana dalam hatinya curiga dengan yang pergi tanpa pamit.


Tiba tiba saja Kevin berada di sampingnya Hana sendiri tidak mengetahuinya karena melamun.


"BABY BABY?" panggil Kevin mengibas ngibaskan tangannya didepan wajah Hana.


"BABY?" panggil Kevin agak keras mengagetkan Hana menoleh ke sumber suara.


"Kaget tau. Biasa aja kali, aku nggak tuli." ucap Hana kesal Kevin memanggilnya tepat di telinganya.


"Kamulah?" jawab Hana membuat Kevin tersenyum.


"Hmmm. Ternyata ada yang diam diam kangen sama aku." ucap Kevin ia duduk di sebelah Hana membawa sepiring nasi goreng.


"Sepertinya enak boleh aku coba." ucap Hana mengalihkan topik pembicaraan.


"Ini memang buatmu." ucap Kevin membuat Hana tak percaya.


"Wahh! Serius. Yaudah bawa sini." ucap Hana ingin mengambil makanan dari tangan Kevin.


"Eits...?, Ada syaratnya." ucap Kevin menghalangi Hana yang ingin mengambil makanan darinya.


"Kebiasan banget deh! Kalau begitu nggak usah. Kamu makan sendiri sana." ucap Hana ngambek menyilangkan tangannya ke dada.


"BABY aku yang paling cantik. Ceritanya lagi ngambek nih! Beneran nggak mau, Enak lho! aku seperti mendengar suara suara, Kruyuk...Kruyuk." ucap Kevin.


"Syaratnya apa?" ucap Hana karena ia memang sangatlah lapar.


"Gampang kok. Sini aku bisikin." ucap Kevin Hana langsung lebih mendekat Ke wajah Kevin.


Cup?


Kevin mengecup bibir Hana membuatnya membulatkan matanya Kevin memang pandai mencari kesempatan.


"Sekarang aku pandai yah!" ucap Kevin membuat Hana menyerngitkan dahinya.


"Pandai mencari kesempatan dalam kesempitan." tanya Hana tak mengerti.


"Yup?, Benar sekali." jawab Kevin.


Hana yang sedari tadi terus saja menatap nasi goreng menelan ludahnya ingin segera menikmatinya.


Kevin yang melihatnya menahan tawanya melihat ekpresi Hana yang sangat lucu baginya.


"Sepertinya kamu nggak sabar banget Yah! Biar aku yang suapin " ucap Kevin mengambil piring berisi nasi goreng langsung menyuapi Hana.


"Hmmm. Enak banget." ucap Hana disela sela makannya.


"Kalau makan jangan bicara, Nanti keselek." ucap Kevin.


Hana terlihat sangat menikmati makanan buatan Kevin baginya itu sangat enak.


Kevin dengan telaten menyuapi Hana yang tingkahnya seperti anak kecil yang disuapi orang tuanya kemudian Kevin menyuruh Hana meminum obatnya.


Hana memang sengaja bersikap seperti itu karena ia ingin dimanja.


Terakhir ia dimanja waktu ia masih kecil sebelum ibunya meninggal.


"Sekarang minum obat. Setelah itu kamu duduk dulu jangan tidur, nggak baik tidur setelah makan." ucap Kevin.


"Iya suamiku yang tampan." puji Hana tersenyum.


"Tumben banget kamu bersikap manis. Pasti ada maunya." tebak Kevin.


"Memang nggak boleh." ucap Hana bergelanyut mesra di lengan Kevin.


"Boleh. Bisa nggak kita nggak usah bertengkar lagi dan menjalani hubungan suami istri yang sesungguhnya." ucap Kevin membuat Hana menoleh ke arah nya.





☆☆BERSAMBUNG☆☆