Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
40. Menghilang



"Ayo! tidak apa apa. Ikut saja sama kakak." ajak Hana tersenyum lalu menggendong anak perempuan berusia lima tahun itu.


"Terima kasih kakak cantik" ucap anak perempuan itu tersenyum kearah Hana.


"Sama sama cantik. Oh iya, siapa nama kamu? kamu tinggal dimana?" tanya Hana memegang bahu anak itu.


Kevin sedari tadi berdiri memperhatikan obrolan mereka dari depan lift tersenyum dan berjalan menghampirinya.


"Hana?" panggil Kevin dari samping mereka.


"Kevin. Dari tadi kamu dimana?" tanya Hana.


"Ohh. Aku tadi kan didepan lift terus kamu lari begitu saja, tanpa mengajaku." jawab Kevin duduk disebelah anak perempuan itu.


"Kamu kan bukan anak kecil. Bisa kan menyusul kesini." ucap Hana kemudian beralih menatap anak perempuan itu.


"Hmm. Namamu siapa anak manis?" tanya Kevin kepada anak perempuan itu membungkukkan badannya.


Anak perempuan itu menggeleng. "Apa kamu tidak mempunyai nama?" tanya Hana merasa aneh.


Anak perempuan itu kembali menggeleng kan kepalanya."Bagaimana kalau kakak kasih nama buat kamu?" ucap Hana tersenyum.


"Benarkah. Kakak mau kasih nama buatku." ucap anak kegirangan.


"Iya. Mau kan." ucap Hana membelai rambut anak perempuan itu.


"Yey? Akhirnya aku punya nama." ucap anak perempuan itu teriak senang.


"Apa kamu punya nama buat anak ini?" tanya Hana dari belakang anak perempuan itu berbisik.


"Kamu sendiri kan yang mau kasih nama. Kenapa bertanya padaku, tanggung jawab dong! dia jadi berharap kan." jawab Kevin berbisik ditelinga Hana karena tak mau terdengar oleh anak itu.


"Bantu aku berfikir." ucap Hana bingung.


"Kamu pikir aja sendiri. Kenapa kamu jadi menyuruh ku berfikir." ucap Kevin berbisik.


"Apa yang kalian lakukan. Kenapa berbisik dibelakangku?" tanya anak itu menoleh ke arah belakang membuat Hana dan Kevin kaget kepalanya terbentur satu sama lain.


"Aduh!" pekik mereka bersamaan membuat anak perempuan itu tersenyum menahan tawanya.


"Kalian tidak apa apa?" tanya anak perempuan itu menoleh bergantian ke Hana dan Kevin.


"Tidak. Ini hanya sedikit terbentur, Iya kan Hana." ucap Kevin menatap tajam Hana.


"Aaah. Iya." ucap Hana tersenyum dipaksakan karena ia masih memegangi kepalanya yang terbentur bersama Kevin.


"Katanya kakak mau memberiku nama " ucap anak perempuan berharap.


"Hmm. Bagaimana kalau Mi Cha yang artinya Anak Perempuan Yang Cantik." ucap Hana tiba tiba terpikir dalam benaknya.


"Nama yang bagus. Apa kamu suka?" tanya Kevin menatap anak perempuan itu.


"Bukan nya itu nama orang korea kak?" ucap anak perempuan itu.


"Kamu pintar sekali. Itu karena wajahmu mirip orang korea jadi kakak memberimu nama itu." ucap Hana tersenyum.


"Terima kasih kakak cantik. Karena sudah memberiku nama aku suka banget." ucap anak perempuan itu senang.


"Sama sama sayang." ucap Hana memeluk tubuh anak perempuan itu.


Setelah acaranya selesai mereka memutuskan pergi ke supermarket untuk belanja bulanan.


"Kita mau kemana?" tanya Hana melihat jalan bukan menuju kerumah tapi kearah lain.


"Supermarket." jawab Kevin.


Hana mengerutkan dahinya karena biasanya kalau soal berbelanja diserahkan ke pembantu ini malah Kevin sendiri yang belanja.


"Kita sudah sampai. Ayo turun!" ajak Kevin.


"Oke." jawab Hana.


"Waah. ini lucu sekali, apalagi kalau aku yang pakai." ucap Hana mengambil bando PINK berbentuk kelinci kemudian ia memakai nya dan ia bercermin didepan kaca yang ada di dekatnya.


Sedangkan Kevin masih sibuk memilih tidak menyadari kalau Hana tidak ada dibelakangnya.


Setelah selesai memilih semua keperluan bulanan Kevin menuju ke kasir untuk membayar.


"Tuan Kevin. Sendiri aja, pacarnya tidak diajak." ucap pelayan itu yang usianya lebih tua dari Kevin.


"Tadi aku sama." ucap Kevin menoleh ke belakang tapi tak terdapat Hana dibelakangnya.


"Dimana dia?" ucap Kevin kemudian langsung menyerahkan kartu Black Card ke pelayan kasir.


"Aku tinggal dulu sebentar. Masih ada barang yang belum dibeli." ucap Kevin kemudian langsung pergi mencari Hana.


"Buru buru banget." ucap pelayan itu.


Kini Kevin mencari Hana di lantai bawah tetapi tidak ketemu juga ia memutuskan untuk keatas mencari Hana.


"Anak itu dimana lagi?" ucap Kevin melihatnya ada perempuan ditempat aksesoris wanita.


Setelah menghampirinya ternyata benar dan langsung memanggilnya.


"Hana. Ternyata kamu ada disini." panggil Kevin berada di sampingnya dengan nafas tak beraturan karena panik.


"Kevin?" ucap Hana kaget tiba tiba ada Kevin disampingnya.


"Kamu dari mana saja? aku cari cari juga." ucap Kevin kesal.


"Dari sini. Kamu pasti hawatir sama aku. " ucap Hana malah menggodanya.


"Ini bukan saatnya bercanda." ucap Kevin menatap tajam Hana.


"Maaf. Tadi pergi tanpa bilang dulu sama kamu." ucap Hana mengatupkan kedua tangannya.


"Ngapain disini. Itu juga bando anak kecil, kenapa dipakai?" tanya Kevin akan mengambil bando yang dipakai Hana.


"Eeitss. Belikan ini buat aku, please." ucap Hana memohon.


"Ya udah pilih yang kamu suka. Kalo perlu semuanya." ucap Kevin.


"Serius aku sudah pilih nih! sudah ada di keranjang kamu tinggal bayar saja, okey!" ucap Hana tersenyum.


"Yakin kamu nggak mau beli semuanya. Mumpung aku masih baik nih?" tawar Kevin.


"Udah ini cukup. Kamu pikir aku mau buka toko apa?" ucap Hana berjalan lebih dulu ke kasir.


"Hey! tunggu." Kevin yang berjalan dibelakang Hana.


Hana berjalan menuju kasir dengan aksesoris satu keranjang penuh.


"Totalnya xxxx" ucap pelayan tersebut dan menyerahkan Paper Bag berukuran besar ke Hana.


"Kevin?" panggil Hana menoleh kebelakang.


"Bagaimana kak?, Mau pakai kartu Debit atau uang tunai." tanya kasir didepan nya.


"Sebentar. Saya ambil dulu." ucap Hana mengeluarkan sejumlah uang tunai dari dalam tasnya kebetulan ia membawanya.


"Ini mba." ucap Hana menyerahkan uang ke pelayan kasir.


"Kembalinya kak?" panggil pelayan itu karena Hana langsung pergi setelah menyerahkan uangnya.


"Buat mba saja." teriak Hana berlari mencari Kevin.


"Terima kasih." ucap pelayan itu tersenyum dan hanya mendapat lambaian tangan dari Hana.


*BERSAMBUNG*