
"Permisi Pak?, Ini berkas yang bapak minta." ucap Sekertaris Kevin.
"Taruh di meja saja. Nanti saya cek semua berkasnya" jawab Kevin sambil melirik berkasnya tanpa melihat wajah sekretarisnya.
Akan tetapi sekretarisnya masih diam mematung didepan Kevin tanpa mendengar ucapan bosnya.
"Kamu nggak dengar perintah saya." ucap Kevin dengan muka datarnya dan tatapan matanya yang tajam.
"I.. Iya. Permisi Pak?" pamit sekertaris Kevin dengan gugup dan ia segera pergi.
"ini bos nggak tau apa kalau aku deg degan kalau melihat muka dia? ya abis dia ganteng banget sih!" ucap sekertaris Kevin sambil berjalan menuju ruangannya.
Disisi lain Kevin sedang merenung sendiri di balkon ruangan kantor ia teringat sama kejadian kemaren saat ia ditinggal pergi pacarnya karena pacarnya lebih memilih bersama selingkuhan dan pergi keluar negeri.
Padahal Kevin sangat mencintainya sejak ia masih SMA dan baru pacaran dengannya selama 1 tahun.
"Kenapa sih! kamu tega meninggalkanku." batin Kevin didalam hatinya mengusap wajahnya kasar karena ia menangis menahan amarahnya.
"truth... truth...truth" ponsel Kevin berbunyi.
Kevin segera mengangkat teleponnya siapa gerangan yang teleponnya.
"Siapa sih! ganggu. ngak tau apa orang lagi sedih." gumam kevin sembari mengangkat tanpa melihat siapa yang memanggilnya.
Kevin ~>> [[Ada apa? ganggu orang lagi santai. ]] ucap Kevin tanpa melihat siapa gerangan orang yang memanggilnya didalam telefon.
"Ooh. Sekarang kamu mau jadi anak durhaka ya! berani banget kamu bentak bentak papa?" seseorang di luar sana menekankan kata katanya.
"Aah! Papa. Bercanda kali." ucap Kevin kaget dan melihat siapa yang menelponnya dan menjauhkan Hp nya dari telinganya karena baginya sangat mengganggu.
"Bercandamu sama sekali tidak lucu." ucap papanya didalam ponselnya.
Kevin ~>> [[ Maaf pah! Kevin nggak tau]] ucapnya menggaruk kepala tak gatal.
"Papa minta kamu sekarang kesini." ucap Fadly papanya Kevin.
Kevin ~>> [[ Papa lagi dimana?]] tanya Kevin.
"Papa lagi di bandara. Enggak ada yang jemput nih! kamu cepat kesini, Papa tunggu." jawab Fadly.
Kevin ~>> [[ Ya ampun Papa? ada apa sih?" ucapnya malas.
Kevin ~>> [[ Memangnya tidak ada yang jemput selain Kevin? kenapa gak suruh asisten Papa aja, dia kan digaji buat kerja bukan makan gaji buta saja]] ucap Kevin dengan nada kesal.
"Papa gak mau tau. Jemput sekarang." titah Fadly kemudian mematikan panggilannya.
Kevin bergegas mengambil kunci mobil meninggalkan ruangannya.
"Issh...! Ngeselin banget sih Papa?"
ucap Kevin menggerutu didalam mobil.
Kevin sebenarnya adalah anak kesayangan dari kedua orang tuanya.
Walaupun Kevin Sanjaya Pratama bukan anak kandung orang tuanya, ia diangkat oleh orang tuanya saat masih usia 5 tahun.
Ayah nya bernama Fadly Putra Pratama dan Ibunya bernama Sinta Sandria Putri.
tiga puluh menit kemudian
Kevin sampai ke bandara dan ia melihat Fadly membawa koper besar melambaikan tangan kearah nya.
"Kevin?" panggil Fadly.
Fadly memeluk Kevin erat sontak ia kaget Kevin membalas pelukan papanya
"Papa apaan sih?" ucap Kevin melepaskan pelukan dari papanya.
"Lebay banget pelukannya. Seperti enggak pernah ketemu Kevin?" ucap Kevin kemudian melepaskan pelukannya.
"Kamu itu emangnya enggak kangen sama Papa kamu. Hmm!" ucap Fadly menepuk pundak anaknya.
"Papa kan tau aku sudah besar dan umur Kevin sudah 27 tahun." ucap Kevin.
"Papa masih aja manjain aku." lanjutnya sambil menatap ayahnya.
"Iya Papa tau." ucap papanya.
"Kita langsung pulang. Papa kangen sama Mama kamu."ucap Fadly menarik tangan anak kesayangannya dan menuju ke mobilnya.
"Kamu kenapa sih? Kelihatannya berbeda dari biasanya. Kamu kalau Video call papa ceria ceria saja!" tanya Fadly menoleh melihat raut anaknya.
"Hati hati kalau mengemudi. Apalagi kamu hari ini kelihatan kurang baik mood nya." Fadly menasehati.
"Ya sudah. Kalau kamu belum mau cerita sama Papa." ucap papanya menepuk pundak Kevin pelan.
Di perjalanan Kevin hanya fokus mengendarai mobilnya.
Trutt..Trutt...Trutt. Ponsel Kevin berbunyi ia segera mengambilnya.
"Assalamualaikum ada apa mah?" ucap Kevin mengangkat teleponnya.
"Apa papamu sudah pulang nak?" tanya mamanya Kevin didalam telefon.
"Sudah mah! Ini Papa lagi bersamaku. Minta dijemput ke bandara." jawab Kevin ia melihat Papanya ketiduran karena kelelahan.
"Papa lagi tidur mah? tau sendiri. Papa kalau habis pulang dari luar negeri pulangnya selalu ketiduran." ucap Kevin lagi.
"Ohh gitu yah? Oke. Mama tutup dulu telponnya, kamu hati hati ya dijalan." ucap Mamanya dan menutup sambungan telponnya.
Sinta sudah tau jika suaminya pasti tertidur di mobil disaat pulang dari pekerjaannya, pastinya ia tau kalau Kevin tidak akan membangunkan ayahnya.
Ia cuma mau memastikannya sampai dirumah dengan selamat.
Diperjalan kerumah tiba tiba kevin dikejutkan oleh seseorang.
"Braaaaak... Aaaaaaaaa......! suara teriakan perempuan.
Chitttttttttt....! mobil Kevin berhenti dan kaget siapa perempuan yang ditabrak itu dan seketika ayahnya terbangun karena kaget.
"Ada apa Kev?" ucap Fadly Papanya yang sepenuhnya sadar dari bangun tidur nya.
"Pah? sepertinya aku Kevin menabrak orang Pah?" ucap Kevin panik.
"Bagaimana ini pah?" Kevin masih dengan kepanikan nya.
"Kita turun sekarang. Tunggu apa lagi ayo!" ajak Fadly Papanya.
Kemudian Kevin turun bersama dengan Papanya menghampiri korban.
"Ya ampun Kev? Sepertinya ini lukanya parah deh?"
ucap Fadly khawatir.
"Iya Pah? Ini parah banget. Apalagi tadi kepalanya kena mobil sampai tubuhnya terpental." ucap Kevin sembari melihat keadaan perempuan malang itu.
"Kita bawa kerumah sakit sekarang. Sebelum keadaan semakin parah." ucap Fadly papanya
akhirnya Kevin pun langsung mengangkatnya kedalam mobil beruntung keadaan jalan sangat sepi jadinya tidak ada yang melihat kejadian tersebut.
"Bagaimana Pah?" tanya Kevin takut karena terjadi apa apa, sama perempuan tersebut.
"Kamu tenang dulu Kev? yang penting kita langsung bawa dia ke rumah sakit biar cepat ditangani." ucap Fadly papanya menenangkan.
Kevin duduk dibelakang memegangi perempuan itu, sedangkan Fadly yang menyetir.
"Kita sudah sampai, ayo!" ajak Fadly membukakan pintu mobilnya.
Kemudian Kevin membawanya dan kini sudah ada yang menanganinya.
♡♡♡
Kevin Sanjaya Pratama mempunyai wajah tampan rupawan idaman semua wanita,sifatnya pendiam Coll banget mirip artis idola ooh sehun ia terlihat wajahnya datar saat ada masalah pribadi.
Sebenarnya ia orang nya ramah banget tapi tidak sama wanita ia membenci wanita ,kecuali ibunya
dan orang yang ia sayangi , karena ia trauma saat kecil ia dinggalkan oleh ibu kandung sendiri saat berusia 5 tahun, kemudian ia diangkat oleh orang tua angkat nya yang sekarang yang sangat mencintainya dan sayang padanya melebihi anak sendiri karena Fadly dan Sinta tidak mempunyai anak jadi mereka mengangkat Kevin menjadi anak angkatnya yang sudah ia anggap anak sendiri.
♡♡♡
"Pah bagaimana kalau perempuan itu? apa lukanya parah?" tanya Kevin.
"Kamu tenang saja. Sudah ada Dokter yang menanganinya." jawab Fadly Papanya menenangkan putranya.
•
•
•
Bersambung...
Maaf in karya aku yang pertama, apabila ada kesalahan dalam menulis maklum aja baru pertama kali 😊😊🙏