
"Siapa yang datang?" tanya Kevin melihat seseorang di balik topi hitamnya bertamu ke rumahnya.
Tok tok tok...
"Excuse me." ucap nya mengetuk pintu sedikit memasukkan kepalanya.
"Paman." gumam Kevin.
"Kak Carlos. Masuklah!" ajak Hana setelah melihatnya keluar.
Carlos menyapa Kevin juga Lee dengan toss tinju antara keduanya.
Tak lupa Carlos memberikan sesuatu ke Hana berupa cemilan kesukaannya.
"Waah! merepotkan sekali. Thanks! kak Carlos tau aja gimana seleraku." ujar Hana membuka paper bag besar berisi macarons warna warni asli dari prancis.
"Kenapa tidak dimakan?" tanya Kevin ia melihat istrinya cuma memandangi nya.
"Sayang. Ini terlalu cantik, tapi aku pengen memakannya." jawabnya Hana masih sibuk dengan dunianya.
Wajahnya terlihat menggemaskan sehingga membuat setiap orang disana tersenyum.
"Kalau sayang. Kenapa kamu menempatkannya ke museum?" seru Kevin.
"Ide bagus. Akan ku coba." ujar Hana malah mengiyakan.
"Jangan kebanyakan makan manis. Tidak baik buat gigimu." lanjutnya Kevin menyerobot satu macarons dari tangan istrinya.
"My Prince." ucap Hana setengah berteriak, suaminya malah memakannya terlebih dahulu tanpa izin dari pemiliknya.
Haa....haaa...haaa... "Mau lagi dong! BABY. Abakmu kamu tinggal." pinta Kevin meminta lagi ia mengacungkan jari telunjuk nya.
"Nggak ada. Itu juga anakmu, kamu yang membuatnya." ucap Hana melenggang pergi dengan raut wajah cemberut.
"Honey. Kamu mau kemana? aku juga mau." seru Lee ia tak mendapat respon sama sekali.
Langkah Hana terhenti menatap ketiga pria itu kemudian memalingkan muka.
"Padahal kemarin aku juga membawakan macarons untuk istrimu. Tapi anehnya dia memakan sekali makan." ujar Lee terkekeh.
"Benarkah. Melihat wujudnya saja tidak, kapan dia memakannya? kau pasti diam diam mendekatinya." ujar Kevin menekankan kata katanya.
Carlos duduk di antara keduanya. "Dari dulu kalian tidak percaya berubah. Selalu bertengkar, sebenarnya masalahnya itu apa? ooh! karena istrimu." ujarnya menepuk pundak Kevin sembari melambaikan tangannya ke Yoora.
"Itu kau tau." seru Lee keceplosan.
"Apa kau bilang? coba ulangi lagi." Kevin meninggikan suaranya sehingga Yoora terkejut hingga menangis.
"Hey! kau membuat putrimu takut." ujar Carlos menggendong Yoora ia menyenangkan nya agar berhenti menangis.
Kevin memejamkan matanya sejenak ia menyandarkan tengkuk lehernya ke sofa.
"Kau pasti masih memikirkan masalah kemarin." ujar Lee, Kevin membuka matanya melirik sedikit ke arahnya, lalu kembali lagi memejamkan nya.
"Apa yang kau lakukan? do not touch me. Singkirkan tanganmu." teriak Kevin ia geli dengan Lee yang tiba tiba memegang dadanya hingga menelusup ke dalam bajunya.
Haa...Haa...haa... "Badanmu bagus juga. Padahal kau tidak pernah olahraga." ujarnya Lee menertawakan nya.
"Menjijikkan sekali. Sebenarnya kau ini masih normal nggak sih!" ujar Kevin sedikit menjauh darinya ia bergidik geli.
"Emm...! mungkin tidak. Karena aku begitu menyukaimu, Tuan Sombong." ucap Lee mencolek dagu Kevin ia teramat senang menggodanya, karena itu bisa membuatnya terhibur.
"Lama lama aku lempar juga kau keluar." ujar Kevin selalu dibuat kesal olehnya ia berusaha menghindari Lee.
Lee berada di sofa, sedangkan Kevin berpindah tempat duduk ia tak nyaman berdekatan dengannya.
Tiba tiba ada yang meniup telinga Kevin ia hampir saja memukulnya dengan bantal,jika itu bukan istrinya.
"Wow. Kalian romantis sekali, aku sampai iri melihatnya." ucap Hana duduk di atas sandaran sofa.
"Tepat sekali. Kamu langsung menangkapku." ujar Hana nyengir kuda.
"Kak Tae Yeong. Tolong dong!" panggil Hana ia memberikan ponselnya agar segera memotret bersama suami tercinta.
"Astaga. Kamu sangat merepotkan." ujar Lee ia terpaksa menuruti nya.
Lee mengambil beberapa gambar pasangan suami istri itu.
"BABY. Kim Jung Hwa apa masih bersama mantan dokter itu." ucap Kevin baru teringat.
"Ada tuh! di taman belakang. Tadi aku menghampirinya, dia masih asyik bermain bersama putra kita, mereka begitu akrab." ujar Hana.
E...emm...! "Bermesraan boleh. Tapi bukan disini juga tempatnya." seru Lee.
"Rupanya ada yang cemburu." seru Kevin melirik Lee.
"Siapa? kak Tae Yeong. Kau cemburu, move on, sebentar lagi kau akan menikah." tanya Hana memperjelas.
"Berhenti menertawakanku." tegas Lee.
*****
Hana dan Kevin masuk kembali ke dalam rumah setelah mereka mengantar Lee, Hyun, Carlos sampai keluar gerbang.
"Waktu kak Carlos married. Dia sangat menginginkan kehadiran kita, aku juga tidak bisa datang kesana." ucap Hana berjalan mengiringi suaminya.
"Iya. Sebagai gantinya dia meminta hadiah pernikahan rumah baru, gila kan." ujar Kevin membuat istrinya menganga.
"Serious. Bukankah kak Carlos baru beli rumah di luar negeri." ucap Hana.
"Bearti dia membohongiku. Awas aja nanti kalo ketemu lagi." gumam Kevin.
"My Prince. Ayo! udara diluar tidak bagus buat anak anak." panggil Hana menggendong Yoora.
Kevin sempat berhenti di depan pintu, ia dikejutkan oleh Jung Hwa yang memegang pipinya.
"Iya sayang. Mommy mu tidak sabaran, ayo kita masuk." ucap Kevin tersenyum ke putranya.
"Perasaan yang mengajak siapa?" gumam Hana, ketika suaminya berjalan mendahului.
*****
Lain halnya di lain tempat Lee datang kembali ke club ia bersenang senang bersama para wanita disana.
"Kalian kemarilah. Datanglah padaku." ucap Lee menarik salah satu wanita dalam dekapannya.
"Sebentar lagi saya mau menikah. Apa menurutmu aku bisa mencintainya?" ucap Lee kepada salah satu dari mereka.
"Itu tergantung padamu. Jika tuan bisa melupakan cinta masa lalu, dan membuka lembaran baru bersama istrimu kelak." ucap wanita di sampingnya Lee.
"Itu bonus buatmu karena telah mehiburku malam ini. Kita berjumpa lagi lain waktu, bye!" ucap Lee memberikan uang begitu banyak ke mereka.
"Thanks. Tuan, much." ucap wanita malam mencium uang pemberiannya.
Drettt Drettt Drettt...
"'Honey. Buat apa dia menelfon ku malam malam begini." gumam Lee memasuki mobilnya dengan sempoyongan.
~>> Hana [[ Hallo? kau sekarang ada dimana?]]
~>> Lee [[ Di jalan. Ini pasti tuan sombong, kau mau apa malam malam begini menghubungi ku ]]
Kevin meminjam ponsel istrinya karena Lee tidak langsung mengangkatnya jika itu dirinya yang menelphone.
BERSAMBUNG