Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
81. Pelukan Di Pagi Hari



Hana terlihat berfikir ia memang belum bisa menjadi istri yang baik buat Kevin.


"Kamu menyuruhku menjadi istrimu yang sesungguhnya, tapi kamu sendiri tidak mau jujur. sebenarnya apa yang Kevin sembunyikan dariku, siapa wanita itu, sepertinya aku harus selidiki semuanya agar tau apa yang sebenarnya terjadi." ucap Hana dalam hatinya.


Sebelumnya saat Doni pulang ia diam diam mengikuti Kevin kebetulan mobilnya tak jauh dari Kevin.


Dan Doni melihat Kevin dan juga Alfian bertemu dengan seorang wanita yang ada di salah satubenar cafe wanita itu terlihat menangis memegangi tangan Kevin bahkan sampai bersimpuh di kakinya.


Sebenarnya Doni tak berniat untuk memberikan foto mereka tapi Hana menelpon dengan nada khawatir memintanya untuk mencari dimana keberadaan suaminya.


Doni sudah Hana anggap sebagai kakak nya dan juga sahabat yang selalu ada disaat suka maupun duka ia sebagai sandaran buat Hana karena sahabat satu satunya yang sangat mengerti dirinya jadi masalah pribadinya Doni mengetahuinya begitupun sebaliknya.


"Kenapa diam saja?" tanya Kevin.


"Hah! Soal itu. Nanti aku pikirkan." jawab Hana tersenyum kecut.


"Kalau kamu belum siap. Tak apa jangan dipaksakan." ucap Kevin mengusap rambut Hana lembut kemudian menciumnya.


"My Prince. Aku ingin tau kenapa kamu mau menikahiku?" tanya Hana tiba tiba.


"Ya karena?" jawab Kevin menggantung.


"Orang tuamu. Atau karena hal lain." ucap Hana.


"I-ya seperti perjanjian kita sebelumnya." ucap Kevin.


"Udah itu aja. Nggak ada alasan lain." ucap Hana.


"Seperti perjanjian kita sebelumnya. Dari awal kan memang begitu." ucap Kevin membuat Hana kesal.


"Kamu anggap pernikahan kita itu apa? apa nggak ada sedikit cinta dihatimu." ucap Hana dalam hatinya.


"Sebentar aku mau ke ruang kerja dulu. Kamu jangan kemana mana?" ucap Kevin.


"Hmm?" jawab Hana tanpa menoleh.


Hana kesal dengan sikap Kevin yang tidak mengerti perasaan hatinya ia merasa cemburu kepada Kevin yang diam diam bertemu dengan seorang wanita tanpa sepengetahuan darinya.


"Dasar nggak punya hati. Ya kali aku harus bilang dulu kalau aku cinta sama dia, diamana letak harga diriku, seorang Hana Seo Yeon Princess school menyatakan cinta pada pria." umpat Hana melihat kepergian Kevin.


Hampir satu jam lamanya Hana menunggu tapi Kevin tak juga turun menunjukkan batang hidungnya.


"Lama banget. Dia itu tidur kali diruang kerja, apa Kevin marah karena aku menolaknya tadi." tanya Hana pada diri sendiri sesekali menoleh ke arah atas.


"Ngantuk banget. Aku mau tidur, terserah dia mau ngapain, aku nggak peduli." ucap Hana berjalan ke kamar sebelum ia menikah dengan Kevin.


Tidak seluas kamar Kevin yang besarnya bahkan dua kali lipat dari kamar Hana.


"Akhirnya bisa tidur juga. Ohh iya, sebaiknya aku kunci pintunya, takutnya ada nyamuk lagi, Haa...Haa...Haa." ucap Hana.


"Sangat nyaman. Badanku serasa sakit semua." ucap Hana menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala.


Sedangkan Kevin ia baru turun tidak melihat keberadaan Hana di sofa.


"Dimana Hana. Sudah jam sebelas lebih, barusan aku dari kamar tapi tidak ada." ucap Kevin bingung mencari Hana kesana kemari tapi tak ada juga.


Karena rumahnya begitu luas jadi Kevin sampai panik mencari Hana di taman belakang, depan rumah dan mengecek satu persatu kamar yang tidak ditempati langkah Kevin berhenti disalah satu kamar yang pernah ditempati Hana sebelum ia menikah.


"Pintunya terkunci. Apa Hana ada didalam?" ucap Kevin ia buru buru mencari kunci cadangan dikamar nya.


"Aduh yang mana sih! Kunci cadangan kamar ini. Banyak banget lagi." ucap Kevin frustasi.


Kevin baru ingat setiap kunci ada kode nya sesuai dengan handle pintu kamar itu.


"Ini dia. Dari tadi aku cari akhirnya ketemu juga." ucap Kevin mencobanya dan benar Hana ada dikamar itu.


"Dingin banget. Berapa derajat celcius Hana menghidupkan AC, bukanya ini terlalu dingin untuk dimalam hari." ucap Kevin menormalkan suhu AC.


Kevin naik ke ranjang dengan pelan pelan agar Hana tidak terbangun menarik selimut untuk ia pakai berdua dengan Hana ia melemparkan bantal guling ke lantai.


Hana menjadikan Kevin sebagai bantal guling menghimpit tubuhnya erat membenamkan wajahnya ke dada bidang Kevin yang tak memakai baju.


Dari dulu Kevin selalu melepas pakaiannya sebelum ia tidur dan membiarkan lampu menyala.


Beda dengan Hana yang selalu mematikan lampu sebelum tidur.


"Good Night BABY?" ucap Kevin mencium rambut Hana sebelum tidur.


"I Love You." gumam Hana semakin mempererat pelukannya bagaikan bantal guling saja.


"I Love You Too." balas Kevin tersenyum ia membalas pelukan yang diberikan oleh Hana.


🌱🌱🌱🌱🌱


Esok Harinya Hana matahari menyilaukan kedua matanya membuat ia langsung terbangun sudah mendapati dirinya ada yang aneh tubuhnya seakan memeluk sesuatu yang hangat bukan seperti bantal guling yang ia peluk semalam rasanya sangat berbeda.


Seperti ada hembusan nafas hangat yang mengenai wajahnya Hana membuka matanya awalnya dia kira itu adalah sebuah mimpi tapi setelah ia memperjelas penglihatannya benar saja Hana kini sedang memeluk Kevin dengan eratnya begitu juga sebaliknya.


"Good Morning. Sudah bangun kamu." ucap Kevin masih memejamkan kedua matanya.


"Kenapa kamu bisa ada disini. Bukannya semalam pintunya aku kunci." ucap Hana merasa aneh.


"Pintunya tidak dikunci. Makanya aku bisa masuk." ucap Kevin.


"Perasaanku semalam sudah mengunci pintunya." ucap Hana berfikir.


"Itu cuma perasaanmu saja. Buktinya aku bisa masuk." ucap Kevin membuat Hana bingung saja.


"Sekarang lepaskan. Aku mau mandi." ucap Hana.


"Bukannya kamu sendiri yang memelukku. Semalam aja kamu memeluk aku erat, kamu nggak lihat tuh! bantal guling kamu jatuhkan ke bawah." ucap Kevin.


Hana menoleh semalaman ia bukan bantal guling yang ia peluk tapi suaminya.


"Aku nggak sengaja. Pasti kamu sengaja mendekatiku." ucap Hana masih tak percaya.


"Nggak juga. Bahkan kamu menarik tangan aku setelah itu langsung peluk aku, membuang benda itu sampai terlempar jauh." ucap Kevin sedangkan Hana semakin tak percaya.


•


•


•


BERSAMBUNG