
🌱🌱🌱
Pagi Harinya Kevin terlebih dahulu bangun badannya terasa kaku karena ia tidur dengan posisi duduk kakinya kesemutan.
"Syukurlah. Panasnya sudah turun." ucap Kevin memegang dahi Hana.
Tak lama kemudian Hana terbangun ia sedikit membuka matanya tenyata Kevin menyangga tubuhnya.
"Good Morning BABY. Bagaimana apa kepalamu pusing?" tanya Kevin tersenyum tangannya memegang dahi Hana.
Hana menggelengkan kepalanya ia beranjak bangun turun dari kasur.
"Kamu mau kemana? sini temani suamimu sebentar." ucap Kevin menarik tangan Hana ke pangkuannya kembali.
"Apa kamu tidak capek atau pegal semalaman menyangga tubuhku?" tanya Hana menatap ke arah Kevin.
"Hmm, sebenarnya iya. Tapi buat istriku ini, aku rela melakukan apapun demi dirimu." jawab Kevin mencubit hidung Hana.
"Oh ya! Maca ciiih!" ucap Hana menyipitkan matanya berbicara dengan gigi yang masih menempel.
"Kamu tidak percaya padaku. Apa kamu perlu bukti?" tanya Kevin tersenyum melihat ekpresi berbicara Hana yang baginya menggemaskan.
"Ohh! tentu perlu. Wajib, terus mana buktinya." jawab Hana.
Kevin memberikan kiss morning untuk Hana dengan lembut.
"Apa kamu tidak malu mencium adikmu sendiri." tanya Hana membuat Kevin menatapnya aneh.
"Maksudmu. Bagaimana bisa kamu menganggap aku kakak, aku ini kan suamimu." ucap Kevin kesal.
"Hmm, jangan pura pura tak mengerti. Aku tau semua tentangmu." ucap Hana tersenyum penuh arti.
Membuat Kevin menyerngitkan dahinya ia sebenarnya sudah pengertian ucapan Hana.
"Maafkan aku. Aku takut, kalau seandainya aku jujur, kamu akan meninggalkanku." ucap Kevin terpaksa mengatakannya.
"Lebih baik jujur. Daripada harus berbohong, itu sangat menyakitkan kalau disimpan dihatimu dan hati orang lain juga." ucap Hana.
"Tapi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku kan." ucap Kevin.
"Tidak akan. Kamu akan selalu ada di hatiku dan aku akan selalu ada di hatimu." ucap Hana menggelengkan kepalanya menempelkan tangannya ke dada Kevin.
Ucapan Hana membuat Kevin tersenyum ia mencium bibir istrinya.
Kali ini Kevin tidak membiarkan Hana pergi darinya ia memulai permainan panas.
Awalnya Kevin bermain di ranjang sangat halus tapi Hana sengaja menggodanya sehingga membuat mereka semakin panas di seluruh sudut ruangan
"Kamu sengaja menggodaku. BABY, jangan salahkan aku kalau setelah ini kamu akan kelelahan, aku takut kamu sakit lagi seperti semalam." ucap Kevin berhenti di tengah tengah permainan.
"Aku sudah sembuh. Lanjutkan saja, My Prince?" ucap Hana mengimbanginya kemana arah Kevin bermain menimbulkan ******* yang sangat menggoda.
"Baiklah. Bersiap siaplah, kita akan memulai perjalanan menuju surga dunia." ucap Kevin berbisik di telinga Hana.
Setelah selesai rutinitas pagi mereka langsung mandi dan dilanjutkan dikamar mandi karena Kevin selalu saja nakal pada Hana.
"My Prince, aku mau mandi. Kamu keluar sana, mandi juga." usir Hana mendorong tubuh Kevin keluar dari kamar mandi.
"Kita mandi bersama. Ayo!" ucap Kevin langsung menyelonong masuk tanpa permisi kemudian mengangkat tubuh Hana ia masukkan ke dalam bathup bersama dirinya.
"My Prince, sudah yaah. Kita sudah lama lho! disini." ucap Hana menahan tangan Kevin yang masih bergerilya kemana mana.
"Sebentar lagi BABY, masih tanggung. Kita kan baru memulainya." ucap Kevin yang mengecup seluruh inci tubuh Hana dan tidak melewatkan sedikitpun.
"Terserah kamu aja deh. Aku sudah kedinginan nih, apa kamu nggak kasian sama aku." ucap Hana.
Kevin mengangkat tubuh Hana berpindah tempat tidak didalam bathup lagi tapi ia mulai membilas Hana dengan shower kemudian kembali menyatukan lagi.
Setelah puas melakukannya Kevin menyuruh Hana mengambilkan baju untuknya di kamar mereka karena sekarang berada di ruang kerja Hana ia tidak menyimpan bajunya ia hanya melilitkan handuk itupun bewarna pink.
"BABY, tolong ambilkan baju. Dikamar kita." titah Kevin pada Hana.
"Sebentar lagi tanggung nih!" ucap Hana sedang mengganti pakaian di depan Kevin didalam kamar mandi.
"Cepat sedikit dong! Dingin tau." ucap Kevin gak sabaran.
"Sabar. Kalau pengen cepat kamu ambil sendiri aja sana, kamu tinggal keluar naik lift, sampai deh! ke kamar kita." ucap Hana.
Kevin mana mungkin mau keluar dengan penampilan seperti itu.
Memakai handuk berwarna pink nanti kalau ketemu bodyguard bisa turun harga dirinya walaupun jarak lift menuju ke kamarnya sangat dekat hanya berjarak satu ruangan saja.
Hana tersenyum dengan ekpresi suaminya baginya sangat lucu.
"Oke. Aku ambilkan, tunggu sebentar lima menit." ucap Hana sudah selesai memakai pakaiannya.
Diluar pintu ruang kerja Hana ia tidak bisa menahan tawanya lagi baginya Kevin seperti anak kecil yang merengek pada ibunya.
"BABY, Aku tau kamu ketawa. Kamu mau ngerjain suamimu." teriak Kevin kesal dari dalam kamar mandi.
Hana langsung berlari keluar tidak peduli teriakan Kevin ia bergegas mengambilkan baju ganti untuk suaminya dengan tawa yang masih terlihat di wajahnya.
Hana memilih setelan jas yang akan di pakai Kevin dan juga dari yang sesuai ia segera berlari ke ruangan kerjanya untuk memberikan apa yang Kevin mau.
"Lama banget. Kemana saja kamu, katanya cuma lima menit, suamimu ini sudah kedinginan, dimana kamu mengambilnya." ucap Kevin melihat kedatangan Hana ia sedang duduk di atas kasur.
"Luar angkasa. Terbang dari bawah ke atas, terus ke bawah lagi." ucap Hana tersenyum melihat Kevin yang terlihat sedang kesal.
Ini malah membuat Hana terhibur kalau Kevin sedang kesal wajahnya malah terlihat imut dan menggemaskan baginya kemudian ia meletakkan baju disamping suaminya.
Setelah semuanya selesai mereka keluar sedangkan Kevin masih terlihat kesal ia berhasil dikerjai istrinya sendiri biasanya juga Kevin yang usil dengan Hana.
"Kamu marah. My Prince, suamiku yang tampan, Maafkan istrimu yang cantik ini yah!" ucap Hana mengedipkan sebelah matanya dan bergelanyut mesra di lengan Kevin.
"Ada syaratnya." ucap Kevin merangkul pinggang Hana.
Hana menatap Kevin seakan ingin bertanya apa syarat yang diajukan padanya.
"Nanti malam kamu akan tau sendiri. Dan kamu tidak boleh menolaknya." ucap Kevin tersenyum penuh arti.
•
•
•
Bersambung