
"Lho! kamu kenapa memelukku seperti ini. Apa ada masalah?" tanya Hana seperti tak ada kejadian apa apa.
"Kamu tau. Kami semua khawatir, pergi nggak pamit, handphone ditinggal, aku hubungi Doni juga tidak aktif, kamu kemana? kenapa jam segini baru pulang, ini tangan kamu memar, kamu habis berantem, sama siapa hah?" tanya Kevin bertubi tubi dengan nada tinggi sampai menggema diseluruh ruangan itu.
"Kenapa kamu diam saja. hah! BABY, Please jawab, jangan diam." tanya Kevin lagi dengan nada yang masih sama.
Sedangkan Hana sendiri hanya diam saja dengan tatapan yang kosong tak menanggapi pertanyaan suaminya.
"Hana Seo Yeon. Kamu mendengarku tidak." panggil Kevin di telinga Hana keras wajahnya terlihat sangat khawatir.
Hana menarik tangan Kevin ia membawanya ke kamar mereka ia menceritakan kejadian yang sebenarnya mengapa ia pergi sampai lupa untuk berpamitan dengan suaminya.
#FLASHBACK ON
Di Hotel Xxx...
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Hana melihat Sun Hee Jieun adik tirinya dengan tubuh tanpa busana.
"Kak Yeon?" ucap Sun Hee Jieun menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Bukan berarti kakak tidak tinggal dirumah. Kamu bisa menjual diri seperti ini." bentak Hana ia menghampirinya kemudian menampar pipi Sun Hee Jieun keras.
"Maafkan aku kak. Jieun tidak tau kenapa tiba tiba bisa disini?" ucap Sun Hee Jieun memegang tangan Hana ia menangis tersedu sedu.
"Lepas. Kakak kecewa banget sama kamu." ucap Hana menghempaskan tangan Jieun dengan kasar.
Tiba tiba saja laki laki baru keluar dari kamar mandi sampai terkejut melihat kedatangan Hana di kediamannya.
"Good Morning. Sun Hee?" ucap laki laki itu ia melihat ke arah Hana dengan raut wajah tak bisa dijelaskan.
"Jadi dia pelangganmu. Iya?" ucap Hana menunjuk dengan jari telunjuk nya Ke arah orang yang telah meniduri adiknya adalah dokter Carlos paman Kevin.
"Hana. Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Carlos bingung dengan raut wajah Hana yang tak bersahabat menatap ke arahnya dengan sorot mata yang tajam.
"Apa ini perempuan yang kamu maksud waktu itu?" tanya Hana dijawab anggukan oleh Carlos menghampirinya.
Waktu itu disaat Carlos ke rumah Hana ia pernah bercerita sama Hana tentang perempuan yang selalu menemaninya.
Pada awalnya perempuan itu dijebak oleh ibunya sendiri hanya demi uang bahkan menjualnya ke laki laki hidung belang dan itu adalah adik tirinya sendiri juga adik tiri Kevin.
Walaupun selama satu bulan penuh Sun Hee Jieun disewa oleh Carlos yang telah membayarnya ke ibunya.
Bukkkkkk
Hana memukul wajah Carlos sekali pukulan saja langsung tersungkur ke lantai.
"Statusnya saja sebagai dokter. Tapi ahlak nya tidak mencerminkan sama sekali." ucap Hana menyeringai.
"Hana saya bisa jelaskan semuanya sama kamu. Kita bicara baik baik, please?" ucap Carlos dengan penuh permohonan ia ingin meraih tangan Hana segera tapi menghindar.
Hana mau menebus Sun Hee Jieun dari madam Luna pemilik club yang dikenal sebagai penyewaan perempuan untuk laki laki hidung belang.
Dengan syarat Carlos harus menikahi Sun Hee Jieun dan mereka menyetujui persyaratan yang diajukan oleh Hana karena mereka memang sudah saling menyukai tapi terhalang oleh keadaan saja.
Hana sampai berkelahi dengan anak buahnya pemilik club itu yang sudah membayar mahal Sun Hee Jieun tapi Hana membayarnya lima kali lipatnya agar bisa membebaskan adiknya.
#FLASHBACK
"Buat apa kamu menebusnya. Biarkan saja mereka menyelesaikan urusannya sendiri, kenapa kamu harus membantunya?"tanya Kevin masih emosi.
"Kamu berkelahi dengan mereka. Hanya demi orang yang sudah menyakitimu, kalau aku sih! nggak mau, dia juga bukan adik kandungmu." ucap Kevin lagi.
"My Prince. Meskipun begitu aku sayang sama dia aku beri tau kamu, kita itu cuma pura pura tidak akur di depan ibunya, karena dari kecil dari bayi nih! aku yang mengurusnya, ibunya malah kelayapan gak jelas, anaknya ditinggal aja sama pengasuhnya." jelas Hana.
"Aku nggak yakin kamu yang merawatnya. Bukannya itu tugas seorang ibu mengurus anaknya sendiri." ucap Kevin.
Hana memilih pergi ke kamar mandi karena ia juga tadi sempat hujan hujanan meninggalkan Kevin yang masih disana.
"Sekian. Penjelasan dariku, kalau kamu tidak percaya tanya saja sama Carlos, aku mau mandi, jangan ikuti aku, kamu tau kan aku sedang kesal, rasanya ingin sekali aku makan orang." ucap Hana menatap suaminya tajam ia lalu bergegas pergi ke kamar mandi.
Ucapan Hana membuat Kevin takut saja bukannya seharusnya ia yang marah malah sebaliknya istrinya lebih menyeramkan darinya kalau sedang marah.
"Kenapa jadi dia lebih galak dariku. Sejak kapan Hana memanggil Paman dengan sebutan namanya saja?" tanya Kevin pada dirinya sendiri ia sampai menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Setelah mandi tubuh Hana lebih terasa segar dan pikirannya pun sedikit berkurang emosinya.
"Dimana Kevin?" ucap Hana keluar dari kamarnya ia mencari keberadaan suaminya ternyata sedang di ruang kerja ia sendiri baru pertama kali memasukinya.
"My Prince? ternyata kamu ada disini. Apa aku boleh masuk?" tanya Hana meminta izin pada suaminya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Masuklah. Jangan lupa dikunci pintunya." jawab Kevin diangguki Hana.
"Ternyata ruang kerja dia luas juga. Wah?, aku tidak menyangka kalau Kevin memasang foto pernikahannya di dalam ruangan ini, besar banget lagi, ini juga bingkai fotonya terbuat dari emas, keren banget, kenapa dia pajang disini, bukan di kamar kita saja." ucap Hana dalam hatinya merasa kagum dengan seisi ruangan kerja suaminya semua jenis buku tertata rapi di dalam rak yang tingginya melebihi dirinya.
Tiba tiba saja Kevin memeluk Hana dari belakang membuatnya ia merasa terkejut sampai merajuk.
Pasalnya Kevin tadi sedang fokus sama layar laptop nya tapi malah sekarang berada dibelakangnya ia sendiri tak menyadari Kevin memperhatikan Hana sembari bekerja.
"Kenapa terkejut. Aku ini suamimu, bukan hantu." bisik Kevin ditelinga Hana.
•.
•
•
BERSAMBUNG