Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
17. Bahagia Bersamamu



"Kita kok kesini. Apa mau naik kereta wisata?" ucap Hana sangat senang.


"Menurutmu." ucap Kevin mengerutkan kening dan menaikkan kedua bahunya.


"Waah! Terima kasih." ucap Hana langsung memeluk Kevin erat ketika itu pengunjung disana melihat nya bertepuk tangan Hana tersadar dan melepaskan pelukannya.


"Romantis sekali kalian. Tadi pacar kamu meminta mengosongkan dua bangku, bahkan membayar mahal agar bisa menaiki kereta wisata ini." ucap salah satu pengunjung disana.


"Benarkah." ucap Hana tidak percaya apa yang dilakukan oleh Kevin.


Kemudian mereka naik kereta wisata bersama Hana pun sangat senang.


"Kamu lakukan itu buat aku." ucap Hana kepada Hana Kevin hanya menganggukan kepalanya.


"Ternyata kamu bisa baik juga ya walaupun hanya pura pura." ucap Hana kembali mengambil Handphone untuk berselfi dan memotret disekitar Monas.


"Apa dia anggap aku cuma pura pura. Padahal aku lakukan itu buat dia." ucap Kevin didalam hatinya kesal.


"Kevin kenapa diam saja. Ayo kita selfi berdua." ajak Hana mendekatkan layar handphone nya ke Kevin.


"Ya udah ayo!" ucap Kevin mendekati Hana.


"Memangnya harus sedekat ini." protes Hana sedikit menjauh dari Kevin.


"Kenapa kamu gerogi saat dekat sama aku." goda Kevin kepada Hana dan melepaskan masker dan topi nya.


"Kok dilepas penyamaran kamu." bisik Hana di telinga Kevin.


"Agar terlihat aura ketampananku." ucap Kevin membanggakan diri sendiri dengan mengedipkan sebelah matanya ke Hana.


"Hmm" senyum Hana lalu memutar bola matanya malas.


"Pede banget dia. Emang sih ganteng tapi sayang terlalu dingin seperti Kutup utara." batin Hana dalam hatinya.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Kevin. mengejutkan Hana.


"Tidak. Bukan apa apa?" ucap Hana gugup.


"Ayo mendekat padaku. Agar kita lebih kelihatan romantis " ajak Kevin merangkul bahu Hana.


"Apa kamu tidak takut ada yang mengenalimu." tanya Hana penasaran.


"Hey! amu ini jadi mau selfie bareng aku tidak. Jarang jarang kan foto bareng artis, apalagi tampan seperti aku." ucap Kevin percaya diri.


"Tampan sih! tapi sayangnya sombong." ucap Hana lirih tapi masih bisa didengar oleh Kevin.


"Kamu ngomong apa tadi?" tanya Kevin pura pura tidak mendengar ucapan Hana.


"Iya. Tuan ku yang tampan kita selfie yuk!" ajak Hana lembut dan tersenyum.


"Oke." ucap Kevin segera mengambil Handphone Hana lalu mendekatkan pipinya ke pipi Hana dan tersenyum kemudian mereka berselfi ria.


"Ya ampun ada apa dengan jantung ku. terasa begitu cepat berdetak disaat berdekatan dengan nya." batin Hana memandang wajah Kevin sangat dekat.


"Kenapa? kamu terpesona sama aku ya! aku tau kamu naksir kan sama aku." goda Kevin menaik turunkan alisnya.


"No. Sama sekali tidak, kamu ingat kan permintaan aku hari ini." ucap Hana cuek dan tampaknya ia sedang kesal.


"Jangan marah begitu dong! Nanti cantik nya ilang loh! Iya Aku ikutin kemana aja kamu mau." goda Kevin lagi membuat pipi Hana memerah seperti tomat.


Tidak terasa matahari mulai di atas kepala, itu menunjukkan waktu siang, sehingga terdengar perut Hana berbunyi membuat Kevin tersenyum.


"Itu bunyi apa tadi." ucap Kevin mendekat ke perut Hana.


"Kevin. Bisa tidak jangan seperti ini nanti kalau ada orang yang lihat kamu bagaimana?" ucap Hana menengok ke belakang lalu tersenyum kepada pengunjung yang duduk dibelakang nya.


"Tidak. Aku mau satu putaran lagi, rasanya baru sebentar aku menaikinya." ucap Hana menolak ajakan Kevin.


"Oke satu putaran lagi. Setelah ini kita turun." tegas Kevin kepada Hana.


"Oke. Siap." ucap Hana memberikan hormat menegakkan badannya lalu meletakkan tangannya di keningnya.


"Kenapa aku bahagia bersamamu kamu selalu buat aku tersenyum." batin Kevin memandangi wajah Hana.


Setelah satu putaran selesai Kevin masih saja memandangi wajah Hana.


"Kevin?" panggil Hana akan tetapi tidak ditanggapi oleh Kevin.


"Kevin. Perutku lapar, kata nya mau makan selepas ini." panggil Hana keras sehingga mengagetkan seluruh penumpang yang ada disana termasuk Kevin.


"Kamu jangan keras keras bicaranya nanti mereka tau penyamaranku." ucap Kevin menutup mulutnya Hana lalu memakai kembali topi dan masker nya.


"Ya abis. Kamu dipanggil panggil tidak dengar." protes Hana kepada Kevin.


"Ayo turun." perintah Kevin turun lalu mengulurkan tangannya.


"Aku bisa sendiri." ucap Hana menolak menerima uluran tangan Kevin.


Dengan cepat Kevin langsung mengangkat tubuh Hana tidak peduli dengan orang orang disekitarnya.


"Kevin. Malu." bisik Hana ditelinga Kevin.


"Kamu terlalu lama turun nya." ucap Kevin santai menggandeng tangan Hana menuju ke mobilnya.


"ini orang maunya apa sih! Seenaknya saja sama aku. Setelah buat aku senang lalu buat aku malu didepan semua orang, pake dividio lagi." gerutu Hana kesal didalam hatinya.


"Kalian itu dari mana saja. Kenapa lama sekali, aku disini nunggu seperti patung yang kepanasan, capek tau." protes Alfian kesal.


"Yang suruh kamu berdiri disitu siapa? saya kan menyuruh jangan kemana mana, bukan berarti kamu harus berdiri disitu nungguin kita, begitu saja tidak mengerti, heran deh! punya asisten kenapa aneh sekali." ucap Kevin datar.


"Lain kali bicara yang jelas. Saya tidak mau tau kamu tambahin bonus buatku." ucap Alfian menekan.


"Dasar mata duitan." ucap Kevin kemudian masuk ke mobil disusul oleh Hana dengan muka cemberut di susul Alfian.


"Kita langsung ke restoran dekat sini" perintah Kevin kepada Alfian.


"Siap boss." ucap Alfian.


"B**oss gila." umpat Alfian kesal didalam hatinya.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Kevin kepada Alfian.


"Bukan apa apa?" ucap Alfian mengelak.


"Memangnya aku tidak tahu isi otak kamu. Di dalam hatimu kamu lagi mengumpat." ucap Kevin seakan mengerti yang dipikirkan oleh Alfian.


Hee..hee... "Kamu sok tau membaca pikiran orang." ucap Alfian.


Setelah tidak beberapa lama mobil berhenti di parkiran disebuah restoran besar.


"Ayo kita turun!" ajak Kevin kepada wanita disampingnya akan tetapi Hana memilih diam tanpa menoleh ke arah Kevin.


"Mau turun atau tidak. Memangnya kamu tidak lapar, bukannya tadi cacing di perut kamu berbunyi." ajak Kevin kembali akan tetapi Hana masih tidak mau keluar.


Karena tidak ada jawaban dari Hana Kevin keluar lalu mengangkat tubuh Hana lagi membuatnya kaget dan minta diturunkan.


Bersambung...