Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
111. Bulan Madu Ke Dubai



Setelah selesai berlatih dengan Hana Lee Tae Yeong pulang awalnya ia ingin berlama lama tapi pekerjaannya tidak bisa ditunda jadi mau tidak mau ia harus pergi Hana sendiri sudah dijemput asistennya mereka akan meeting diluar bersama klien.


"Honey, kemampuanmu sangat baik. Meskipun sudah lama tak berlatih, ya meskipun kamu kalah dariku." ucap Lee Tae Yeong sudah mengganti baju yang diberikan oleh Hana.


"Sebenarnya kamu memujiku atau mengejek. Nggak ikhlas banget, tau sendiri dari dulu aku selalu kalah kalau melawanmu." ucap Hana kesal.


"Hmm, jangan cemberut dong! Nanti cantiknya ilang, tapi kamu hebat kok, mungkin karena jarang berlatih." ucap Lee Tae Yeong.


"Oh iya. Kamu setiap hari kan berlatih terus." ucap Lee Tae Yeong membuat Hana tak mengerti.


"Berlatih apa?" tanya Hana.


"Masa kamu nggak tau. Tadi aja aku melihatnya lho!" jawab Lee Tae Yeong.


"Melihat apa? cepat katakan." ucap Hana semakin tak mengerti.


Lee Tae Yeong membisikkan sesuatu di telinga ia terkejut sampai menjerit karenanya.


"Aaaaaaaaa. Kamu tidak ada pekerjaan lain, selain mengintip orang, nyebelin banget." teriak Hana kemudian melempar bantal yang ada di sofa ke arah Lee Tae Yeong tepat mengenai wajahnya.


Lee Tae Yeong hanya tertawa puas melihatnya ia berhasil membuat Hana kesal.


"Haa...Haa...Haa. Salah sendiri kenapa pintunya tidak dikunci, mata polosku ternodai gara gara kalian, kalau orang lain yang lihat bagaimana? ternyata kamu pintar juga dalam urusan ranjang, Haa...Haa...Haa." ucap Lee Tae Yeong yang masih tertawa menggelegar di tuang tamu saking kuatnya ia duduk di lantai.


"Sok polos banget. Padahal kamu sendiri yang lebih gila, berganti ganti wanita setiap hari." ucap Hana yang teramat kesal.


"Hei. Kamu tau sendiri kan kenapa aku melakukannya?" ucap Lee Tae Yeong.


Hana sudah tau apa maksud dari perkataan Lee Tae Yeong.


Kalau Lee Tae Yeong dari dulu memang sudah mencintai Hana bahkan pernah melamarnya tapi ia tolak dan memilih menjadikannya saudara sama adik.


"Yah! Kamu cari aja wanita lain. Jangan terus mengharapkan aku, seperti nggak laku aja, wajahmu kan tampan, pasti banyak wanita diluar sana yang suka sama kamu." ucap Hana.


"Masih tampan aku atau suamimu." ucap Lee Tae Yeong.


"Tentu. Suami aku dong!" ucap Hana ia mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Lee Tae Yeong yang masih duduk di sofa.


Di luar Doni sudah menjemputnya Hana segera masuk ke dalam mobil.


"Honey. Mau kemana kamu?" tanya Lee Tae Yeong berlari menghampiri mobil yang ditumpangi Hana.


Hana tidak menjawab ia langsung meminta Doni segera melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Lee Tae Yeong.


"Doni. Cepat jalan." titah Hana ia yang duduk di sebelah Doni ketika Lee Tae Yeong akan mendekati mobilnya.


"Baik Nona?" ucap Doni langsung menancap gasnya cepat.


Sesampainya disana Hana merasa bingung pasalnya mereka mau meeting tapi malah ke bandara.


"Doni. Kenapa kita ke bandara, bukannya mau meeting, jangan bercanda deh! mana ada meeting di tempat ini." tanya Hana bingung menoleh ke kanan dan kiri.


Doni diam saja ia memberhentikan mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan mempersilahkan Hana turun.


"BABY?" panggil seseorang dari belakang melambaikan tangannya ke arah Hana ia membawa dua koper di sisi kanan dan kirinya.


"My Prince. Kamu mau kemana, ama siapa?" tanya Hana menghampiri Kevin.


Kevin mengarahkan kepalanya ke pengawal untuk membawakan kedua koper nya.


"Liburan ke mana. Kemarin kita kan baru." ucap Hana berhenti ketika Kevin mengangkat tubuhnya dan berkata sesuatu di telinganya.


"Bulan Madu ke Dubai." bisik Kevin ditelinga Hana membuatnya membulatkan matanya.


Kevin memakai pesawat jet pribadi miliknya untuk terbang langsung ke Dubai alangkah senangnya Hana bisa ke sana impiannya dari dulu adalah berkeliling menjelajahi dunia.


"Perfect. Apa ini punyamu?" tanya Hana diangguki Kevin baru saja masuk ia sangat takjub dengan apa yang ia lihat didalam pesawat tidak seperti liburan yang sebelumnya fasilitasnya lengkap.


"Ayo!" tanya Kevin merangkul pinggang mengelilingi pesawat jet miliknya Hana terkejut di dalam ruangan ada Mama dan Papa mertuanya berada disana.


"Mama. Papa, kalian ada disini juga." ucap Hana menghampirinya.


"Iya Sayang. Kami ikut liburan bareng kalian, kamu nggak apa apa kan." ucap Sinta memeluk menantunya erat.


"Justru Hana senang banget kalian ikut. Suasana nya jadi lebih rame." ucap Hana.


Sinta melepaskan pelukannya ia menatap Kevin yang melihat ke arah mereka tersenyum bahagia.


"Hei. Kenapa kamu menatap Mama seperti itu, sini Mama peluk." tanya Sinta menepuk pundak Kevin.


"Tidak. Kevin sudah besar, bukan anak kecil lagi.


" ucap Kevin menghindar dari pelukan Mamanya.


Sedangkan Fadly yang sedari tadi hanya diam saja melihat kebahagiaan keluarganya apalagi Kevin sedari dulu jarang sekali tersenyum ataupun tertawa lepas walaupun sama keluarganya sendiri.


Setelah menempuh perjalanan selama penerbangan hampir delapan jam mereka akhirnya telah tiba di Dubai.


Sedangkan Kevin membangunkan Hana yang masih tertidur ia belum menyadari kalau sudah sampai.


"BABY. BABY, BABY, ya ampun. Kamu tidur atau pingsan sih! nyenyak banget." panggil Kevin menepuk kedua pipi Hana tapi tak bangun juga.


Kevin akhirnya mengangkat tubuh Hana membawanya keluar dari dalam pesawat membuat orang tuanya geleng geleng kepala ternyata menantunya kalau lagi tidur apalagi kelelahan tidak sadar kalau diangkat tubuhnya bahkan melanjutkan tidurnya di dalam mobil.


Mereka langsung melajukan mobilnya menuju ke Hotel.


Di perjalanan Hana baru terbangun ia menyadari sudah berada di dalam mobil perasaannya masih didalam pesawat.


"My Prince. Apa kita sudah sampai?" tanya Hana baru membuka matanya ia takjup melihat pemandangan Dubai dimalam hari sangat indah apalagi menjelang tahun baru.


"Wahh! indahnya." ucap Hana seperti mencari sesuatu.


Kevin sudah tau ia memberikan ponselnya karena setiap ada momen yang indah Hana selalu mengabadikannya.


Mengambil vidio dan memotretnya disepanjang jalan.





BERSAMBUNG