Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
127. Hamil



"Ada apa?" tanya Kevin merangkul bahu Hana.


"Emm?, aku pengen deh! punya foto keluarga. Kamu mau nggak kalau kita." ucap Hana menggantung.


"Kamu maunya kapan?" tanya Kevin mengusap rambut Hana.


"Besok. Apa bisa?" ucap Hana malah bertanya.


"Maaf BABY. Kalau besok aku tidak bisa, mungkin minggu depan, kan kerjaan dikantor masih banyak." jelas Kevin menatap wajah istrinya yang terlihat cemberut.


"Bukannya biasanya kamu. Menugaskan urusan kantor ke kak Al?, sudah lama aku tidak melihatnya." ucap Hana.


"Alfian aku tugaskan. Diluar kota, ada proyek yang harus periksa disana, biasalah masalah kecil, lagipula aku juga pengen ngerasain bagaimana jadi dia, selama ini aku kan selalu menyuruhnya." ucap Kevin diangguki Hana.


Kevin malah mencium bibir Hana yang cemberut karena baginya sangat menggemaskan.


Satu Minggu Kemudian ♡♡♡


Pagi pagi buta Kevin sudah terbangun ia bolak balik ke kamar mandi karena perutnya merasa sangat mual ia muntah sampai beberapa kali.


Semalaman Kevin tidak bisa tidur ia seperti merasakan kecemasan yang berlebihan tidak seperti biasanya kalau ia lelah cukup istirahat sebentar setelah itu akan hilang sendiri.


Tubuhnya sangat lemas, kepalanya pusing, perut keram, sehingga ia hanya dapat berdiam diri di dalam kamar mandi karena sudah teramat lelah.


Tenaganya terkuras habis badannya terasa pegal ia rasanya seperti ingin pingsan.


Hana yang baru saja bangun ia langsung ke kamar mandi malah melihat suaminya terkulai lemas di lantai dengan wajah pucat dan tak bertenaga.


"My Prince. Sedang apa kamu disini?" tanya Hana membantu Kevin berdiri.


Kevin kembali mengeluarkan isi perutnya rasanya teramat mual.


"Kita ke rumah sakit aja. Aku nggak tega sama kamu." ajak Hana tapi Kevin tetap tidak mau.


Hana tak bisa apa apa mau membawa Kevin paksa tapi tubuhnya tidak sebanding dengan suaminya.


Mau minta bantuan orang lain Kevin tak mengizinkannya apalagi dihari minggu penjaga di rumahnya hanya ada dua saja


Kevin malah menyita ponselnya ia padahal ingin meminta bantuan kepada Doni untuk mengantarkan ke rumah sakit.


Ditambah lagi Kevin disuapi Hana untuk sekedar sebagai pengganjal perut agar bisa minum obat saja tak mau.


"My Prince. Dari tadi pagi kamu belum makan apa apa, bagaimana mau sembuh, diajak ke rumah sakit nggak mau, makan apalagi, aku tidak tega kalau seperti ini." ucap Hana kepalanya terasa pusing dengan sikap suaminya yang super keras kepala melebihi dirinya.


Dengan terpaksa Hana merebut paksa handphone yang berada di tangan suaminya ia lebih mudah mendapatkannya apalagi Kevin tak ada tenaga untuk melawannya.


"BABY. Kamu." ucap Kevin ia langsung terdiam.


"Husstt. Diam, jangan bicara apa apa? atau aku akan pergi." ancam Hana menempelkan tangannya ke mulut suaminya.


~>> Hana: [[ Hallo Doni. Bisa datang ke rumah sekarang, penting, cepat jangan pakai lama.]]


ucap Hana dalam panggilan teleponnya kemudian menutup panggilannya.


Jawab Lee Tae Yeong bingung ia bergegas ke rumah Kevin.


Lee Tae Yeong yang baru saja sampai dari luar negeri ia harus buru buru mendatangi rumah mereka ia takut terjadi apa apa dengan Hana ia juga belum sempat beristirahat di rumahnya.


"Kak Tae Yeong?" gumam Hana kaget ketika Lee Tae Yeong memasuki kamarnya.


"Apa yang terjadi denganmu. Tadi kamu menelphone aku, tapi dimatikan." tanya Lee Tae Yeong khawatir.


Hana melihat layar Handphone nya ternyata ia salah bukannya Doni yang ia panggil melainkan Lee Tae Yeong.


"Maaf kak? salah pencet. Kebetulan sekali, bisa tolong bantuin aku membawa Kevin, dia sakit tapi tidak mau ke rumah sakit." pinta Hana dengan raut wajah khawatir.


Lee Tae Yeong membopong tubuh Kevin dia dibawanya ke rumah sakit bersama Hana.


Setelah diperiksa tidak ada keluhan apapun hanya kelelahan saja dan dokter juga menyuruh Hana untuk diperiksa juga.


Alhasil setelah diperiksa di USG hasilnya Hana hamil usia kandungnya satu bulan tiga hari dihitung dari terakhir kali Hana menstruasi telat satu minggu lebih.


"Jadi Tuan mengalami Sindrom Cauvade. Atau kehamilan simpatik, terjadi karena suami ikut merasakan tanda tanda kehamilan yang dialami istri, faktor pemicunya adalah stres, dan rasa empati suami terhadap istri yang sedang mengandung." jelas Dokter perempuan itu pada Kevin yang awalnya kurang mengerti.


"Maksud Dokter. Istri saya hamil." ucap Kevin melihat ke arah Hana.


"Benar Tuan. Selamat atas kehamilan istri anda, sebentar saya berikan resep untuk mengurangi rasa mual, yang anda alami. " ucap Dokter Rima ia masih muda cantik dan ramah.


Kevin sampai tidak menyangka kalau Hana akan hamil secepat itu, ia bahkan baru beberapa minggu melakukan hubungan **** dengan Hana.


Hana menghampiri Kevin yang berjalan kearahya ia sampai meneteskan air mata bahagia.


Mendengar berita yang selama ini mereka tunggu tunggu karena selama pernikahannya ia juga banyak mengalami kejadian yang membuat mereka menunda mempunyai anak.


"Kenapa menangis. Apa kamu tidak senang, dengan kehadiran calon anak kita nanti." tanya Kevin dengan raut kecewa.


"Ini itu tangis bahagia. Tentu aku senang, sebentar lagi aku akan segera menjadi ibu, bisa merasakan melahirkan, menyusui, dan mengurus anak kita nanti." jawab Hana air matanya dihapus oleh Kevin kemudian mereka memeluk satu sama lain.


Mereka berpapasan dengan Kwak Hyun yang kebetulan sudah menyelesaikan operasi nya.


"Itu Kevin sama Hana bukan. Aaah iya, benar itu mereka, Tuan Kevin, Hana?" panggil Kwak Hyun memanggilnya ia juga melihat Lee Tae Yeong berada di sebelah mereka.


Kwak Hyun berlari menghampiri mereka karena jaraknya lumayan jauh.


"Kak Hyun. Ada apa? Kenapa lari lari, jogging kok pakai seragam dokter?" tanya Hana membuat Kwak Hyun tersenyum.


"Paling bisa kamu bercanda Hana. Kalian apa kabar? siapa yang sakit?" tanya Kwak Hyun menggeplak bahu Kevin hingga terpental.


Hampir saja mau jatuh kalau Lee Tae Yeong tidak segera menangkapnya.


"Hati hati. Tuan Sombong sedang hamil nih!" canda Lee Tae Yeong ia mendapat tatapan tajam dari Kevin.


☆☆☆BERSAMBUNG☆☆☆