
"Mama. Papa?" panggil Hana menghampiri Sinta dan Fadly.
"BABY. Pelan pelan jangan lari lari, nanti kalau jatuh bagaimana?" panggil Kevin mengejar Hana ia berada di belakangnya.
"Kevin. Jahat banget kamu, istri sendiri dibilang anak kecil, kamu sendiri apa?" ucap Fadly membuat Kevin tersenyum kaku.
"Pah. Mah?kita foto bersama yuk!" ajak Hana memegang tangan Sinta.
Setelah puas mereka pulang ke hotel tempat mereka menginap dengan rasa letih yang teramat sangat Hana langsung tidur disaat Kevin sedang mandi.
"BABY. Mandi sana, sebelum tidur." ucap Kevin ia mendapati Hana yang sedang bersandar di sofa dengan memakai kaca mata hitam dan memegang kimono di tangannya.
"Hei. BABY, lepas dulu kaca matanya, udah sana mandi." ucap Kevin lagi ia melepas kaca mata yang dipakai Hana.
"Ya ampun. Ternyata dia tidur." ucap Kevin ia mengangkat tubuh Hana ke atas kasur karena sebelumnya berada di sofa.
Kevin sengaja melepas semua kain yang menempel di tubuh Hana ia tau kalau istrinya kalau terlalu capek nggak merasakan apa apa tidurnya teramat pulas menggantikannya dengan lingerie yang sangat tipis sampai terlihat semua lekuk tubuh Hana.
"Ha..Ha..Ha. Dia pasti akan terkejut besok pagi, habisnya tidur kok seperti Kebo, pulas banget, ha..ha..ha." ucap Kevin tertawa kecil ia menutup bibirnya.
"Nggak sabar buat besok pagi." ucap Kevin memejamkan matanya karena sudah sangat mengantuk ia juga memeluk Hana layaknya bantal guling.
Esok harinya seperti biasa Hana terlebih dahulu bangun sebelum suaminya.
Hana mendapati Kevin sedang memeluknya dengan pinggangnya erat dan kakinya menindihnya.
"Kenapa rasanya aneh yah!" ucap Hana ia membuka selimutnya.
Alangkah terkejutnya ia hanya memakai pakaian transparan bahkan sangat terlihat semua bagian tubuhnya.
"What? pasti dia pelakunya. Ahh! kenapa punya suami nyebelin banget sih! memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan." ucap Hana ia berusaha menyingkirkan tangan Kevin darinya tapi tak bisa.
Mungkin Kevin sudah bangun sangat terasa kalau tangannya sengaja semakin mempererat pelukannya.
"Aku tau kamu sudah bangun. Cepat lepaskan aku." ucap Hana.
Kevin membuka matanya ia tersenyum ke arah istrinya dengan senyuman penuh arti.
"Sepertinya AC nya terlalu dingin. Biar aku kecilkan sebentar." ucap Hana melepaskan diri dari Kevin beranjak turun dari kasur.
Tapi Kevin memeluknya dari belakang ia mengangkat tubuh Hana ke atas kasur lagi kemudian menindihnya dan memberikan Kiss Morning untuknya.
"Kamu mau coba menghindar dariku. Hmm, itu tidak bisa, aku tidak akan pernah melepaskanmu." ucap Kevin merobek lingerie yang dipakai Hana dengan sekali tarik.
"My Prince. Untuk apa kamu membelinya, kalau ujung ujungnya dirobek juga." ucap Hana ia sangat terkejut pasalnya suaminya sangat agresif dalam urusan ranjang.
"Biar lebih cepat terlepas." ucap Kevin ia menempatkan Hana di atasnya giliran ia sendiri di bawahnya istrinya.
Jadi posisinya terbalik karena Kevin membalikkan posisinya.
"Aku capek bermain terus. Bagaimana kalau kamu yang memulai permainannya, aku mau lihat rayuan mautmu, apakah sama denganku." ucap Kevin.
"Maksudmu. Jangan aneh aneh, aku tidak bisa, kamu aja, biasanya juga seperti itu." ucap Hana tersenyum kaku.
"Ayo cepat lakukan. Atau aku akan buat kamu tidak bisa bangun dari tempat tidur ini." ucap Kevin membuat Hana nekat melakukannya ia mulai melepaskan semua kain yang menempel di tubuh suaminya.
Setelah itu kalian tau sendiri kan apa yang terjadi di antara mereka.
Drettt Drettt Drettt
"BABY. Handphone kamu bunyi nih!" panggil Kevin dari luar kamar mandi.
"Biarkan saja. Jangan diangkat." jawab Hana dari dalam kamar mandi ia baru saja masuk sudah ada yang mengganggunya.
Kevin menyerngitkan dahinya ia melihat ke arah layar handphone milik Hana ternyata ada banyak panggilan dari Axton Bert dan juga Lee Tae Yeong.
"Buat apa dia menelphone Hana. ganggu aja, tunggu dulu, ini siapa? sok akrab banget lagi." ucap Kevin teramat kesal ia sampai melemparkan ponsel Hana ke kasur.
Ditambah lagi Kevin melihat lihat akun IG milik Hana ternyata terdapat banyak pesan dari isi DM istrinya sangatlah banyak bahkan ada yang memanggilnya Sayang, Honey, dan panggilan sayang lainnya.
"Apa apaan. Memangnya siapa dia? beraninya panggil sayang." gerutu Kevin kesal.
Hana yang baru keluar selesai mandi ia melihat ke arah Kevin yang sedang kesal merasa heran dengan sikap suaminya.
"My Prince. Apa yang kamu lakukan dengan ponselku?" tanya Hana pasalnya Kevin marah marah dengan handphone nya.
"Siapa yang menelphone. Sini berikan padaku." ucap Hana ingin mengambil miliknya tapi Kevin malah menghindar.
"Ya sudah terserah kamu. Aku mau beres beres dulu, setelah ini kita semua mau pulang, alangkah baiknya kalau kamu bantuin aku." ucap Hana berjalan ke arah almari ia membenahi baju miliknya dan Kevin.
Kevin berjalan mendekati Hana ia memberikan ponselnya dengan wajah sukar.
"Ada apa dengannya. Aneh, sebenarnya apa yang Kevin lihat di ponselku." ucap Hana dalam hatinya ia kemudian membuka layar handphone nya.
Benar saja banyak pesan dari teman teman cowoknya di DM instagram apalagi orangnya tampan semua dan juga banyak juga panggilan tak terjawab dari Lee Tae Yeong dan Axton Bert.
"Siapa mereka?" tanya Kevin tanpa menatap Hana.
"Teman aku dan juga teman bisnis aku. Memang kenapa?" jawab Hana berbalik bertanya.
"Laki laki itu. Mirip banget sama yang aku lihat di restoran waktu itu, tapi wajahnya tidak asing." batin Kevin dalam hatinya.
"BABY. Apakah ada masalah, malah bengong lagi, bantuin aku sini." panggil Hana ia menarik tangan Kevin sehingga berjongkok di sampingnya.
"Nggak apa apa. Kamu tenang aja." ucap Kevin membantu membenahi baju bajunya.
"Ooh! kita belanja banyak banget yah! untung saja sebelum berangkat cuma bawa baju sedikit. Kalau nggak bisa nggak muat ini koper." ucap Hana ia menyusun baju satu per satu ke dalam koper.
•
•
•
BERSAMBUNG