
"Sini aku pakai kan." ucap Alfian berlutut memakaikan gelang ke kaki Hana.
"Kak Al?" ucap Hana tak enak hati.
"Aku memberikannya untukmu. Jadi aku harus memakainya." ucap Alfian.
"Terima kasih kak Al?" ucap Hana tersenyum.
"Sama sama Hana." ucap Alfian membalas dengan senyum manisnya.
"Cihh! Aku bahkan bisa membeli lebih dari itu." ucap Kevin didalam mobil berdecak kesal.
"Sepertinya berhasil" batin Alfian melirik Kevin didalam mobil.
"Kalian sudah selesai kalian." ucap Kevin ketika Alfian dan Hana masuk mengagetkan mereka.
"Eeeh! udah boss." jawab Alfian.
"Kita jalan sekarang." perintah Kevin datar.
"Baik boss." ucap Alfian segera melajukan mobilnya.
"Kita mau kemana?" tanya Hana melihat Kevin tapi tidak ada jawaban dari nya.
Hufff.... "Aku dikacangin rupanya." ucap Hana lagi dengan wajah kesalnya dan menyenderkan kepala nya ke kursi mobil memejamkan kedua matanya untuk melepas kekesalannya.
"Apa dia kesal terhadapku?, aku merasa bersalah sudah buat dia marah terhadapku, aku akan mengajaknya ke suatu tempat agar dia tidak marah lagi kepadaku." batik Kevin didalam hatinya.
Tak berselang lama Hana tertidur pulas Kevin memanggil nya tapi ia tak mendengarnya sehingga Kevin mendekati nya.
"Hana." panggil Kevin menoleh tapi tidak ada sahutan darinya karena posisi kepala Hana menempel ke kaca mobil sehingga tidak kelihatan wajah nya.
"*K*enapa dia diam saja?, Apa dia benar benar marah padaku." batin Kevin lalu mendekati Hana.
"Boss." ucap Alfian teropotong oleh ucapan Kevin.
"Shuttt. Bisa bicaranya pelan pelan." ucap Kevin berbisik pelan melihat Hana.
"Oke boss." jawab Alfian pelan.
"Kamu keluar dulu. Nanti kita menyusul." ucap Kevin sangat lirih.
Alfian mengerti segera keluar dari mobil dengan hati hati.
Kevin semakin mendekat duduk disebelah Hana hingga tidak ada jarak diantara mereka.
"Aku akan membuatmu bahagia." ucap Kevin mengamati wajah Hana sangat dekat.
"Apa dia tidak sakit badannya. Saat bangun nanti." ucap Kevin lalu memindahkan posisi tidurnya di pangkuan Kevin dengan pelan pelan agar Hana tidak terbangun.
"Nah! kan lebih nyaman." ucap Kevin tersenyum membelai rambut lalu beralih ke pipi Hana dengan sangat lembut.
Tak terasa matahari sudah mulai terbenam akan tetapi Hana masih saja belum terbangun.
Kevin sedari tadi menunggu nya bangun ia merasa lelah sehingga ikut tertidur menyenderkan kepalanya dengan posisi tangan masih memegang pipi Hana.
"Mereka lama banget sih!" ucap Alfian celingukan menunggu Kevin dan Hana akan tetapi tidak ada batang hidungnya karena Alfian menunggunya sudah dua jam lamanya.
"Aku samperin mereka aja. Jangan jangan mereka bertengkar lagi." ucap Alfian melangkah kan kakinya.
Kemudian Alfian membuka pintu setirnya untuk memastikannya.
"Kevin. Kamu lama." ucap Alfian berhenti melihat Kevin dan Hana sedang tertidur pulas didalam mobil menghentikan ucapnya.
"Mereka membuatku menunggu. Malah enak enakan tidur." ucap Alfian menggeleng geleng kan kepalanya malas menghembuskan napasnya kasar.
"Aku tidak akan melewatkan kesempatan langka ini." ucap Alfian segera mengambil Handphone nya lalu memotretnya lalu tertawa kecil.
"Wow? Cocok juga mereka. Upsss!" ucap Alfian menempelkan satu tangannya ke mulutnya takut jika mereka bangun karena ia berbicara lumayan keras.
"Sebaiknya aku keluar saja." ucap Alfian pelan beranjak keluar menutup pintu mobil dengan hati hati.
"Aku akan berjaga jaga disini sampai mereka bangun." ucap Alfian melihat kembali hasil fotonya.
#FLASHBACK
Di luar rumah Orang tua Kevin
Sebelum Kevin masuk ke mobilnya Alfian meminta izin untuk kedalam dengan alasan ada sesuatu barang yang ketinggalan dirumah orang tuanya.
"Vin? Tunggu sebentar. Barang aku ada yang ketinggalan didalam." ucap Alfian hendak masuk ke dalam mobil tapi tidak jadi.
"Emangnya sepenting apa?" tanya Kevin terhadap Alfian.
"Sangat penting boss." jawab Alfian lalu segera masuk kembali ke rumah orang tuanya.
Di Belakangan Rumah
"Ada apa Tuan. Tiba tiba memanggilku kemari." ucap Alfian kepada pria didepan nya sebelumnya ia sudah mengirimkan pesan kepada Alfian agar menemuinya dibelakang rumahnya.
"Saya punya tugas buat kamu." ucap pria tersebut kepada Alfian.
"Tugas apa Tuan?" tanya Alfian terhadapnya.
"Kamu pastikan. Apakah Kevin benar-benar berpacaran dengan Hana." ucap Fadly kepada Alfian.
"Maksudnya Tuan." ucap Alfian pura pura tidak mengerti.
"Aku curiga jika mereka cuma pura pura." ucap Fadly.
"Mereka berdua benar benar berpacaran Tuan." ucap Alfian berbohong.
"Saya perlu bukti." ucap Fadly tidak percaya.
"Baiklah. Saya akan kirimkan buktinya kepada Tuan." ucap Alfian meyakinkan.
"Terima kasih. Al? kamu memang selalu bisa diandalkan." ucap Fadly menepuk pundak Alfian.
"Sama sama Tuan. Saya permisi." ucap Alfian menunduk memberi hormat dijawab anggukan oleh Tuanya.
"Apa yang kamu lakukan di dalam?" tanya Kevin sedikit curiga terhadap Alfian.
"Bukan apa apa boss. Cuma aku tadi lupa menaruh barangnya dimana?" ucap Alfian menormalkan wajahnya takut Kevin mencurinya.
"Ooh! lain kali di cek dulu sebelum pergi." ucap Kevin kembali focus ke layar Handphonenya.
"Iya." jawab Alfian merasa lega karena Kevin tidak mencurigainya.
#FLASHBACK
Setelah itu Alfian berdiri disamping mobil untuk menunggu mereka bangun.
Tak berselang lama Hana terlebih dulu terbangun merasakan ada hawa hangat di pipinya kemudian mengerjap erjap kedua matanya yang masih terasa ngantuk dan ketika tersadar ia sekarang sudah berada di pangkuan Kevin.
"Kevin. Kenapa aku bisa tidur dipangkuanya." ucap Hana tak menyangka.
"Pasti aku sedang bermimpi." ucapnya lagi kembali menyadarkan pandangannya.
"Ini bukan mimpi." ucap Hana merasa ada yang memegang pipinya karena merasa hangat di wajahnya.
"Aduh! bisa malu nanti. Kalau tiba tiba dia bangun." ucap Hana berbicara sendiri.
Sebenarnya Kevin sudah terbangun disaat Hana menggerakkan kepalanya tapi ia memilih pura pura masih tertidur agar mendengar apa yang dikatakan oleh Hana saat terbangun dan menahan tawanya agar tidak ketahuan oleh Hana.
Hana berusaha bangun dari posisinya tapi sangat sulit karena tangan Kevin melingkar di pinggangnya.
"Kenapa dia malah memelukku." ucap Hana tak bisa bergerak karena Kevin tiba tiba memeluk pinggangnya disaat tertidur Kevin sengaja melakukan itu ingin melihat ekprasi wajah Hana baginya sangat menggemaskan ketika panik.
•.
•
•
Bersambung...