Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
150. Bertemu



Hana pergi ke restoran tempat dimana terakhir kali suaminya berada. "Maaf Nona. Anda siapa?" tanya pelayan wanita menghalangi langkah Hana.


Kini dirinya berada disebuah taman halaman belakang restoran itu.


"Dimana boss kalian? cepat katakan." gertak Hana tidak ada rasa takut sama sekali.


Padahal disana banyak para bodyguard laki laki berbadan besar, sedangkan ia sendirian tanpa ada pengawal ataupun Doni yang mendampinginya.


Langkah kaki terdengar dari arah ruangan pribadi dan keluar seorang wanita berpakaian sexy bahkan lekuk tubuh nya terlihat sangat jelas.


"Tenyata kita kedatangan tamu." ucapnya mengitari dimana Hana berdiri melihatnya dari ujung kepala hingga kaki.


"*S*ebenarnya ini tempat apa? restoran tapi kenapa sepi sekali. Yang ada seperti sebuah kelompok mafia, Hana? bodohnya kamu, dasar ceroboh." ucap Hana dalam hatinya dirinya sama sekali tidak bisa lari kemana mana.


"Kenapa? takut. Guys? kita dapat mangsa baru, kelihatannya dia kaya." teriaknya melihat kearah leher Hana yang memakai kalung berlian berwarna biru dan harganya sangatlah mahal.


Wanita yang berdiri di hadapan Hana tangannya berusaha untuk merebut kalung yang dipakainya.


"Kamu mau apa?" tanya Hana menangkis tangan Claudia ketua dari kelompok mereka.


"Serahkan kalung itu. Kalau kamu mau keluar dari sini dengan selamat." ancamnya pada Hana yang terlihat tidak takut sama sekali.


Satu persatu anak buah Claudia mulai menyerang Hana. Tapi ia menanggapi nya santai. "Hmm...! maksudmu ini. Silahkan ambil, itupun kalau kamu bisa." ucap Hana tersenyum santai.


Mereka semua mulai menyerang Hana dengan keroyokan satu banding lebih dari sepuluh karena anak buahnya seperti tidak ada habisnya.


Hana mampu mengalahkan mereka semua dengan jurus ninjutsu miliknya. Dan pada akhirnya orang orang itu semuanya tumbang, ia menang tapi telapak tangannya sedikit tergores karena tadi sempat kurang berkonsentrasi.


"Maafkan kami. Tolong jangan bunuh aku, atau sebutkan apa tujuanmu datang ke sini." Claudia kini tubuhnya terangkat ke atas karena dicengkeram oleh Hana dengan satu tangan.


"Gampang. Kamu tinggal jawab satu pertanyaan dariku, setelah itu saya akan melepaskanmu berserta anak buahmu." ancam Hana menatapnya tajam.


"Baiklah. A-apa yang ingin kamu." jawab Claudia ketakutan.


Tangannya melepaskan cengkeraman nya. "Laki laki ini. Apa kamu mengenalnya, jawab jujur " tanya Hana menunjukan foto Kevin kepadanya.


Setelah Claudia memberiku tentang Kevin, Hana baru pergi dari sana ia segera mencari tau tentang keberadaan suaminya.


Drettt Drettt Drettt suara getaran ponsel Hana.


~>>[[ Hana: Hallo? Doni, ada apa?]]


~>>[[Doni: Nona ada dimana?]] kini ia berada di depan pintu ruangan Hana tapi tak ada pemiliknya disana.


Tidak ada jawaban darinya. Membuat Doni merasa khawatir terhadap Hana. Takutnya nanti nekat dan bertindak ceroboh.


~>>[[Doni: Hallo Nona, Nona Hana, bisa beri tau saya. Dimana kamu berada?]]


~>>[[Hana: Iya, Doni, kamu hubungi aku lagi nanti.]]


Tutt...Tutt...Tutt. "Ya ampun Nona? malah dimatikan teleponnya." gerutu Doni mengusap wajahnya kasar dan mondar mandir seperti setrika saja.


Mereka saling beradu pandang satu sama lain."Jessica? saya baik baik saja. Sorry." ucap Doni tak enak hati.


"Nggak apa apa Tuan. Justru saya yang meminta maaf, karena sudah mengagetkanmu." ucap Jessica membungkukkan badannya.


Jessica memberi tahu pada Doni kalau ia melihat Hana berada di halaman kantor. Mengemudi motor dengan sangat terburu buru, sampai tidak melihat dirinya yang menyapanya, padahal berada di sampingnya.


"Naik motor. Nona kan sedang hamil, Tuan Kevin? lihatlah istrimu." batin Doni frustasi.


"Tuan Doni?" sapa Jessica mengibaskan tangannya di depan wajahnya.


"Iya. Kalau begitu saya pergi dulu, sebelumnya terima kasih informasinya, ini ada bonus buatmu." ucap Doni memberikan voucher makan sepuasnya di Cafe ke Jessica kemudian buru buru pergi.


Jessica teramat senang mendapat hadiah dari Doni ia berniat untuk mengajak keluarganya untuk makan besar dengannya memakai voucher itu.


"Tuan Doni baik sekali. Dia sama baiknya dengan Nona Seo Yeon?" senyum berbunga bunga terukir di bibir Jessica.


>>Di Apotek ☆☆☆


Hana yang baru saja keluar untuk membeli obat dan peralatan untuk membalut lukanya ia berpapasan dengan seorang pria yang tak asing di matanya.


"Pria itu. Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?" gumam Hana berpikir keras ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti nya diam diam tanpa sepengetahuan dari orang itu.


Kecurigaan nya semakin yakin disaat Hana mengamati jaket yang dikenakan Pria itu mirip sekali dengan orang yang ada didalam CCTV.


Pria yang diikutinya kini berhenti di sebuah rumah besar bernuansa modern letaknya agak jauh dari alamat rumahnya.


"Anda siapa? kenapa dari tadi mengikutiku. Jangan kau pikir saya tidak tau." tanya Pria itu menghampiri Hana yang masih berada di atas motornya.


"Baguslah kalau kamu tau." jawab Hana tersenyum pandangannya mengarah ke gerbang rumah yang tinggi menjulang.


"Hey? aku tanya siapa kamu? cepat turun." gertak pria itu.


Hana menuruti apa katanya ia melepas kaca mata hitamnya dan helm yang di pakai nya, mengibaskan rambut panjangnya.


Pria itu dibuat terkejut ketika perkiraannya diluar dugaannya. Awalnya ia mengira kalau orang yang telah mengikutinya laki laki tapi malah perempuan cantik.


"Eits...! kalian mau apa?" Hana memundurkan langkah kakinya ketika para penjaga ingin menangkapnya. Ia merasa lelah, bukan karena bertarung tadi tapi disaat dirinya mengendarai motor.


"Aku harus memikirkan cara agar bisa masuk ke dalam sana. Mereka pasti bisa membawaku ke Kevin? tanpa harus bertarung, sebaiknya aku pura pura lemah saja." ucap Hana dalam hatinya kini kedua tangannya dipegang oleh kedua pengawal.


"Aduh! tanganku. Perih sekali." gumam Hana meringis kesakitan, di tambah lagi ia ditarik paksa oleh pengawal itu.


"BABY? lepaskan dia sekarang. Kalian berani sekali menyakitinya." teriak seseorang dari atas ketika melihat ada wanita yang paling dicintainya di seret paksa oleh para pengawalnya.


Terdengar sangat asing di telinga Hana ia mengangkat wajahnya ke sumber suara. "My Prince?" panggil nya lirih tersenyum ke arahnya.


BERSAMBUNG♡♡♡