
"Kenapa kita sarapan di atas? kenapa bukan bersama Mama, Papa, anak anak juga, mereka bagaimana?" tanya Hana menduduki kursi sembari menatap suaminya.
"Di bawah sudah ada dua baby sitter. Tenang aja." ucap Kevin menuangkan susu stroberi ke dalam gelas.
"Perempuan." ujar Hana, suaminya menggeleng.
"Sudahlah. Ayo kita makan! perutku sangat lapar karena menunggumu." ajak Kevin ia menyiapkan menu sarapan ala korea, sesuai selera Hana.
"Maklumlah. Namanya juga perempuan, pasti lama." ucap Hana sembari menikmati makanan buatan suami tercinta.
"Hmm...! ini enak. Kamu memang paling jago kalau soal masak memasak, seharusnya itu kewajibanku sebagai istri, bukan suami, aku malah terus bangun kesiangan." ucap Hana tak enak hati.
"Buka mulutmu. Aaaaa!" pinta Kevin.
Hana menerima suapan dari Kevin ia tersenyum melihat wajah suaminya.
"Rasanya semakin enak jika kamu. " ujar Kevin memberi kode ia membuka mulutnya.
"Dasar manja. Manisnya suamiku." ucap Hana berbalik menyuapi nya.
Mereka mengawali pagi dengan penuh canda tawa.
"Aku bersyukur kamu telah menjadi bagian dari hidupku. Suami romantis, sesuai tipe idaman waktu aku kecil." batin Hana ia tiba tiba mengingat bayangan seseorang, namun wajahnya tidak terlihat jelas.
"BABY. Kamu kenapa? kepalamu sakit atau bagaimana?" tanya Kevin khawatir.
Hana berusaha keras untuk memperjelas ingatannya, tapi ia tetap tak bisa.
"I'm fine. Kepalaku tadi tiba tiba pusing, tapi sekarang sudah tidak apa apa." jawabnya Hana masih memegangi kepalanya.
"Kamu yakin. Apa perlu kita ke rumah sakit?" ajak nya Kevin menuntun istrinya berbaring di tempat tidur.
"Tidak perlu. Cukup meminum obat, nanti juga sembuh sendiri, don't worry." ucap Hana menolak ajakan nya.
Kevin segera keluar dari kamar ia mencari obat untuk istrinya tapi ia tidak tau harus pilih yang mana.
"Banyak sekali." gumam Kevin.
Dari belakang ia di kejutan oleh seseorang yang tiba tiba muncul menepuk pundaknya.
"Kevin. Kamu sedang apa? kelihatannya sibuk sekali." sapa Hyun, Kevin sampai menjatuhkan semua obat obatnya.
"Bisa tidak. Permisi dulu sebelum bicara padaku." ujar Kevin menekankan kata katanya.
"Sorry. Aku lupa sekarang kamu punya keluhan jantung." ucap Hyun tersenyum kaku.
"Sudah ku maafkan. Aku butuh bantuanmu." ucap Kevin.
*****
"Ooh! yang di maksud baby sitter itu kak Tae Yeong. Kapan kau datang? kenapa tidak mengabariku?" tanya Hana menatap ke arah suaminya sembari menuruni anak tangga bersama Kevin.
Lee Tae Yeong kini sedang menggendong Yoora, mereka berdua begitu akrab.
Sedangkan Jung Hwa berada di gendongan Kwak Hyun.
"Honey. Boleh tidak, Yoora buatku saja." pinta Lee ia mendapat tatapan tajam dari pria di samping Hana.
"Sembarangan. Enak aja kalo ngomong, Yoora anakku, segeralah menikah, kau akan tau sendiri nantinya kalau sudah menjadi seorang suami, dan juga ayah." celetuk Kevin mengambil alih menggendong putrinya.
"Sebentar lagi juga aku akan merasakannya. Tinggal menunggu beberapa bulan saja." ujar Lee dengan entengnya membuat semua orang disana terkejut.
"Dasar gila. Tidak heran sih! berapa banyak wanita yang kau kencani, pasti mereka semua bernasib sama seperti Caitlin." umpat Kevin sedikit menurunkan nada suaranya ia melemparkan bantal ke arahnya.
#FLASHBACK
Sebelum Lee datang ke kantor ia datang ke rumahnya, disana hanya ada Sinta dan Hana, awalnya ia mau menemui suaminya tapi tidak ada.
"Kak Tae Yeong." ucap Hana mempersilahkan ia memberikan jus stroberi ke Lee.
Mereka memilih untuk duduk di kursi depan rumahnya.
"Thanks. Suamimu dimana? apa dia ada di dalam." tanya Lee tanpa basa basi.
"Dia sedang ke kantor. Tiba tiba saja mau bekerja, padahal kondisinya belum pulih benar." jawab Hana duduk di sebelahnya, namun ia masih memberi jarak diantara keduanya.
"Kamu tau kan. Tuan Sombong itu sangat keras kepala, nggak ngerti otaknya terbuat dari apa?" ujar Lee.
"Pelankan suaramu. Di dalam ada kedua orang tuanya, ooh iya! apa benar kau mau menikah? sama Caitlin." ucap Hana dianggukinya ia memastikan semuanya.
"Alasannya apa? aku tidak percaya jika. Kak Tae Yeong menjadikan dia sebagai pelampiasan cintamu." lirih Hana takutnya ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Sama sekali tidak. Awalnya aku ajakin dia menikah, dia langsung setuju, apa itu salah? kita kan sama sama masih sendiri." ujar Lee.
"Ya. Tidak sih! selama itu membuatmu bahagia, aku ikut senang mendengarnya." ujar Hana menggaruk kepala tak gatal.
"Kenapa? kamu cemburu." tanya Lee mendapat pukulan kecil dari Hana.
"Dia sekarang sedang hamil. Apa itu perbuatanmu? aku yakin kalau kau tidak mungkin melakukan itu, kak Tae Yeong jangan coba coba membohongiku, aku sangat mengenalmu." ucap Hana berbalik bertanya.
"Memang sulit berbohong padamu. Tapi untuk saat ini aku belum bisa memberitahumu, aku pergi dulu masih ada urusan." ujar Lee merapikan jas nya ia menghabiskan jus buatan Hana.
"Cepat sekali mau pergi. Padahal kita baru ngobrol sebentar lho!" ujar Hana ia ikut berdiri.
Lee terlihat terburu-buru memasuki mobilnya m, ia menyembunyikan klakson bermaksud untuk mengagetkan Hana.
"Hati hati kak. Tergesa gesa sekali, sebenarnya dia mau kemana? datang tanpa di undang, pulang tanpa basa basi." gumam Hana menggeleng kan kepalanya.
#FLASHBACK
"Bagaimana kak Tae Yeong menikah tanpa cinta. Apa pernikahan nya akan bertahan lama." batin Hana.
"My Prince. Boleh aku bercerita tentangmu." ucap Hana meminta izin.
"Tentu saja boleh." ucap Kevin.
"Aku masih ingat pertama kali kita bertemu. Kamu berdiri di tepi jurang, lalu aku menyelamatkanmu, kita hampir terpeleset bareng." ucap Hana.
"Suamimu pernah mau bunuh diri. Gila, aku pikir orang sepertinya tidak punya pikiran begitu." seru Kwak Hyun.
"Orang akan gila karena putus cinta. Benar bukan, Honey!" timpal Lee
"Yes. Kak Tae Yeong juga pernah, dia bahkan lebih parah lagi." ucap Hana membenarkan ia malah membuat Lee tersudut karenanya.
Haa...haa..haa...
"Lihatlah pamanmu Yoora. Lucu sekali. ucap Kevin di sela sela tawanya.
BERSAMBUNG