Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
74. Merasa Penasaran



"Baiklah. Buka gerbangnya." titah Kevin menggerakkan kepalanya ke arah gerbang.


"Baik Tuan?" jawab salah satu penjaga.


"Kenapa diam saja. Silahkan masuk, sebaiknya anda bawa masuk mobilnya, disini rawan pencuri, jadi harus berhati hati." ucap Kevin mempersilahkan Doni dengan kedua tangannya.


"Terimakasih." ucap Doni membungkukkan badannya.


"Kamu mau apa?" tanya Kevin.


"Kedalam. Panas tau dari tadi berdiri terus, ayo masuk, Kamu lihat kulit mereka menghitam gara gara terlalu lama berdiri disini, aku nggak mau kulitku yang putih ini gosong." ucap Hana membuat Kevin menahan tawanya.


"Eitts. Aku bisa jalan sendiri." ucap Hana melepaskan tangannya dari Kevin.


"Ya sudah kalau begitu. Aku duluan yah Bye?" ucap Kevin melambaikan tangan berjalan mendahului Hana.


"Aneh banget. Biasanya dia akan menggedongku, main pergi aja, nyebelin banget, Ehh! tapi seharusnya aku senang dong kenapa kesel, Ahh! tetap saja Dasar nggak peka.'" ucap Hana dalam hatinya merasa kesal.


"Silahkan duduk?" ucap Kevin mengarahkan Doni duduk di sofa.


"Terima kasih. Maaf merepotkan." ucap Doni sambil melirik kearah pintu karena Hana tak kunjung kelihatan juga.


"Tidak apa apa? Sebentar biar aku panggilkan Hana, Lama banget sih dia." ucap Kevin tersenyum kemudian berjalan keluar.


"BABY?" panggil Kevin sengaja agak keras biar Doni mendengarnya.


"Sebenarnya ada hubungan apa mereka. Nona Hana tinggal satu rumah sama laki laki. Apa mereka pasangan suami istri?" ucap Doni mengamati sekeliling rumah Kevin.


Sampai di depan pintu Kevin melihat Hana malah duduk di halaman rumahnya.


"Hei. Kamu kenapa duduk disana?" tanya Kevin menghampiri Hana.


"Lagi pengen aja. Biar adem." jawab Hana asal.


Hana tak sanggup lagi berjalan ditambah lagi ia jatuh dikamar mandi padahal baru pulang dari rumah sakit Hana juga tidak mau balik lagi ke sana ditambah lagi badannya tiba tiba lemas tapi Hana mengganggap itu hal sepele tidak harus bilang sama Kevin.


"Aku cuma mau bilang sama kamu. Tteokbokki sudah matang." ucap Kevin kemudian membalikkan badanya meninggalkan Hana sendiri.


"My Prince. Kamu mau ninggalin aku disini, nggak ada niat bantu gitu." oceh Hana kesal tapi tidak begitu keras.


Kevin awalnya sudah masuk kedalam rumah kembali lagi menghampiri Hana yang masih setia duduk disana.


Tiba tiba Hana merasakan ada hembusan nafas yang mengenai wajahnya karena ia memejamkan kedua matanya jadi tidak mengetahui Kevin berada di sampingnya berjongkok menatap kearah nya.


"Sejak kapan kamu ada disini. Bukannya kamu tadi." ucap Hana menggantung Kevin langsung mengangkat tubuhnya dalam dekapannya.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Kevin disela sela berjalan memasuki rumahnya.


"Nanti aku jelaskan. Kamu antar aku ke sofa." pinta Hana.


"Siap. Nanti kalau sudah selesai, ajak temanmu makan Tteteokbokki, bersamamu." bisik Kevin menempatkan Hana di sofa dimana ada Doni yang melihat ke arahnya.


Hana hanya mengangguk mengatupkan ibu jari jempol nya tanda ia setuju.


Kevin kembali ke dapur meninggalkan mereka berdua sedangkan Alfian yang sedari tadi dititipkan masakannya oleh Kevin.


"Kemana saja kamu. Main pergi aja, belum selesai juga." ucap Alfian.


"Ada urusan sebentar. Kita lanjutkan lagi, kamu potong yang itu." ucap Kevin kembali memakai clemek siap untuk memasak.


"Itu siapa? teman kamu. Tapi kenapa aku baru melihatnya? atau pacar Hana." berondong Alfian.


"Ooh! Tapi kelihatannya mereka sangat akrab. Apa sebelumnya ada hubungan spesial diantara mereka berdua." ucap Alfian membuat Kevin memercikan air kearah nya.


"Apa yang kamu lakukan. Itu air kotor kamu percikan air itu ke wajahku." ucap Alfian tak terima.


"Diam bawel. Kapan selesainya kalau kamu lihatin mereka terus, Ini kamu uleni adonan tteok setelah itu masukan ke dalam air kamu taruh sedikit minyak, setelah itu tiriskan." titah Kevin memperagakan cara ke Alfian.


"Boss juga dari tadi lihatin mereka." ucap Alfian.


"Sudah kamu lakukan saja. Apa kamu nggak lihat dari tadi aku ngapain?" ucap Kevin ia sedang menghaluskan bumbu kedalam blender.


"Oke. oke boss santai aja kali, serius banget, apa cabai sebanyak itu tidak terlalu pedas, ngebayangin aja tidak sanggup, Bagaimana rasanya nanti?" ucap Alfian.


"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan. Jadi penasaranm" batin Kevin mengamati wajah Hana dari dapur terlihat serius.


Setelah beberapa saat Kevin sudah menyelesaikan masakan buatannya ia mencicipi sedikit ke tangan nya apakah rasanya sudah pas atau masih kurang.


"Bagaimana rasanya boss. Enak nggak." tanya Alfian penasaran melihat ekspresi Kevin yang sangat menikmatinya.


"Very delicious, Perfect. Tapi pedas banget, uhukk..?" ucap Kevin tersedak kemudian segera mengambil air hangat lalu meminumnya.


"Hati hati boss. Nanti tersedak, Haa..Haa..Haa." ucap Alfian malah tertawa.


"Makan tuh enak bukan." ucap Kevin menyuapkan ke mulut Alfian yang menertawakannya.


"Pedas. Boss jahat banget, cepat beri aku minum." ucap Kevin menghalangi Alfian yang ingin mengambil air.


"Rasain tuh. Makanya jangan suka menertawakan orang, yaudah ini minum." ucap Kevin tersenyum memberikan Alfian minum.


"Enak sih. Ini sih rasanya cabai semua, huuu...aah?, Pedas banget." ucap Alfian menghabiskan air minumnya.


"Kamu tunggu sebentar, Aku mau lihat mereka dulu." ucap Kevin berjalan menghampiri Hana yang masih asyik berbicara dengan Doni.


Hana tampak berbicara serius sesekali tertawa tersenyum pada orang di depannya.


"Bagaimana Nona. Mereka akan mengadakan fashion show dan ingin bekerja sama sama kita, apakah Nona menyetujuinya." tanya Doni asistennya.


"Bagus. Sangat menarik, seperti biasa kamu selidiki dulu identitas mereka." ucap Hana.


"Baik Nona. Tapi mereka ingin bertemu langsung denganmu." ucap Doni.


"Kamu atur saja. Kita adakan meeting online saja, biar aku teliti lagi berkas ini." ucap Hana.


"Berkas itu besok atau lusa harus ada persetujuan dari Nona. Aku akan hubungi mereka kita meeting lagi nanti sore." ucap Doni.


"Baiklah. Akan aku siapkan ruangan buat kita meeting nanti sore." ucap Hana.


"Maaf menganggu. Apa kalian sudah selesai?" tanya Kevin menatap Hana dan Doni bergantian.


"Sudah My Prince. Aku bisa minta tolong sama kamu." ucap Hana membisikkan sesuatu ditelinga Kevin.





**BERSAMBUNG**