Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
8. Tak terduga



Satu Bulan Berlalu...


Akan tetapi sikap Kevin masih seperti biasa suka marah marah didepan Hana walaupun keadaannya masih belum sepenuhnya pulih.


"Hari ini kamu ikut denganku." ajak Kevin tanpa melihat kearah Hana.


"Hey! Kamu dengar tidak. Saya sedang berbicara denganmu." ucap Kevin kesal mendekati Hana yang sedang berada di balkon kamarnya.


"Ooh! kirain kamu bicara sama siapa?" ucap Hana santai.


"Kamu pikir disini ada orang lain selain kamu." ucap Kevin marah.


"Ada kok tuh! dibelakang mu." ucap Hana lalu Kevin menengok kesana kemari dan tidak ada siapa siapa.


"Kamu jangan berbohong. Udah jelas hanya ada kita berdua disini." ucap Kevin semakin kesal karena ia sudah dibohongi oleh Hana.


"Maksud aku itu mahluk tak kasat mata." ucap Hana menakut nakuti Kevin.


"Ghost." sontak Kevin langsung memeluk tubuh Hana dengan erat karena sebenarnya ia sangat takut yang berhubungan dengan mistik.


"Kevin. Aku cuma bercanda, masa sih kamu takut sama ghost." ucap Hana tertawa lepas karna sudah mengerjai Kevin baru kali ini begitu ketakutan mendengar kata kata Ghost.


"Dasar pembohong. Beraninya kamu membohongi ku." ucap Kevin semakin mengeratkan pelukannya sehingga nafas Hana terasa sesak semakin melepaskan semakin pula Kevin tidak mau melepaskannya.


"Kevin lepaskan. Nafasku sesak sekali nih!" pinta Hana mendorong keras Kevin hingga terjatuh dengan kedua tangannya.


"Kamu melanggar perjanjian. Ada hukuman berat buatmu." ucap Kevin berdiri lalu memegang kedua bahu nya dan memojokkan ke ujung tembok balkon.


"Ngapain kamu." ucap Hana ketakutan karena ia sudah terpojok oleh Kevin kedua tangannya ditahan oleh Kevin.


"Memberi hukuman biar ada efek jera. Tau diri." ucap Kevin menggodanya menaikkan satu alisnya dengan menyunggingkan senyuman nya.


"Hmm. Saya peringatkan sekali lagi kamu membantah ucapanku atau melanggar perintah dariku, saya tidak akan segan segan kasih hukuman berat untukmu." bisik Kevin di telinganya membuat tubuh Hana merinding.


Dijawab anggukan oleh Hana. "Anak pintar." ucap Kevin mengelus rambutnya lalu pergi.


"Say tunggu kamu lima menit." ucap Kevin setengah berteriak.


"Lega. Kirain dia mau berbuat aneh aneh." ucap Hana didalam hati lalu ia segera bersiap siap mengganti bajunya.


"Hana?" teriak Kevin dari bawah karena ia sudah lama menunggu.


Kemudian Hana menghampirinya ia menggunakan gaun putih burkat sederhana sebatas lutut dengan riasan sederhana karena ia sudah cantik walaupun tidak memakai make up.


"Cantik." gumam Kevin pelan akan tetapi masih sedikit terdengar oleh Hana.


"Terima kasih." ucap Hana tersenyum malu.


"Maksud ku bajumu." ucap Kevin lalu menarik tangan Hana masuk ke dalam mobil.


"Kamu jangan coba coba berniat kabur. Saya akan mencarimu dimanapun kamu berada." ucap Kevin lalu menancapkan gas mobilnya.


"Kabur." ucap Hana tak tahu apa apa.


"Intinya kamu jangan kabur dariku. Ingat kamu masih ada perjanjian denganku." ucap Kevin tanpa melihat ke arahnya.


"Ooh itu. Kamu tenang aja, aku tipe orang nya selalu tepat janji." ucap Hana cuek.


"Bagus kalau begitu." ucap Kevin dengan pandangan kedepan.


Diperjalan Kevin dan Hana tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka ataupun sekedar basa basi.


Sesampainya disana tepatnya di depan rumah orang tua Kevin.


"Turun." perintah Kevin kepadanya.


Kemudian Hana turun melihat sekeliling karena baginya rumahnya sama besarnya dengan rumah Kevin.


"Ikut aku." ajak Kevin menarik tangan Hana masuk ke dalam rumah orang tuanya.


"Sayang. kamu bersama siapa?" tanya Sinta lembut.


"Perkenalkan ini pacarku. Mah, pah?" ucap Kevin melirik kearah Hana.


"Pacar. Sejak kapan aku jadi pacarnya." ucap Hana didalam hatinya bingung.


"Sayang. Kamu bengong sih! mereka orang tuaku." ucap Kevin kepada orang tuanya dan merangkul pinggang ramping Hana sontak ia sadar dari lamunannya.


"Nama saya Hana. Om? Tante." ucap Hana berusaha melepaskan tangan Kevin darinya mengulurkan tangan kepada mereka.


"Fadly. Sinta." ucap mereka bergantian dan tersenyum kepada Hana.


"Panggil saja mama sama papa. Kamu itu kan calon mantu kita, jadi jangan sungkan sungkan." ucap Sinta ramah.


"Mantu tante. Eeeh! mama." ucap Hana gugup dan tidak mengerti ucapan orang tua Kevin.


"Maksud kami. Kamu calon istrinya Kevin." ucap Sinta menjelaskan kemudian mengusap lembut wajah Hana.


"Ayo!masuk!" ajak Fadly kepada mereka.


"Iya pah?" jawab Kevin dan Hana bersamaan mereka saling menatap lalu membuang muka.


"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Sinta melihat keduanya bergantian.


"Sudah mah? tadi dirumah Kevin." jawab Kevin melirik kearah Hana karena ia hanya diam.


"Ooh! kamu sarapan dirumah Kevin. Dia itu bandel banget bahkan jarang pulang kerumah cuma seminggu sekali, itu pun kalau ingat." ucap Sinta terhadap Hana karena kesal kepada anaknya.


"Kalian pacaran udah berapa lama?" tanya Sinta penasaran sedekat apa Hana dengan putranya.


"Empat bulan. Satu tahun." ucap Kevin dan Hana bersamaan sehingga membuat Sinta dan Fadly bingung melirik satu sama lain.


"Yang benar yang mana. Empat bulan atau satu tahun." ucap Fadly bingung.


"Emm! Satu tahun empat bulan mah, pah?" jawab Kevin menjelaskan.


"Kalian tidak pura pura pacaran kan." ucap Fadly penasaran.


"Kita pacaran kok pah? iya kan sayang." ucap Kevin tersenyum memeluk bahu Hana memberi kode kepadanya dengan membulatkan matanya.


"I-iya. Saya mengenal Kevin selama satu tahun dan baru mulai menjalin hubungan empat bulan." ucap Hana tersenyum menundukkan kepala.


"Ooh! jadi begitu ceritanya." ucap Fadly kepada anaknya.


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Fadly kepada Kevin dan Hana serius.


"Menikah." ucap Hana kaget.


"Kapan saja kita berdua siap." ucap Kevin.


"Kenapa kamu kaget sayang. Kita kan sudah sepakat untuk menikah secepatnya." ucap Kevin santai sedikit tersenyum kepada Hana.


"Kelihatannya Hana belum siap Kevin. Jangan terlalu memaksanya." ucap Fadly terhadap anaknya.


"Mungkin Hana sedikit gugup. Karena kalian tiba tiba bertanya seperti itu." ucap Kevin memegang tangan Hana.


Sepulang dari rumah orang tua Kevin Hana hanya terdiam karena masih sangat marah ternyata dijebak oleh Kevin.





Bersambung...