Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
46. Saling Bertengkar



"Al? kenapa dia bisa ada disini?" ucap Kevin menghampirinya disusul Hana dibelakangnya.


"Kak Alfian. Ada apa? kenapa datang kerumah orang tidak memberikan salam dulu, jadi kaget aku kira siapa?" tanya Hana.


"Dari mana kamu semalam?" ucap Alfian ketus pada Kevin.


"Aku semalam bersama Hana." ucap Kevin sudah dipotong oleh Alfian.


"Kamu tau aku mencarimu kesana kemari. Sekarang malah enak enakan makan, tidak mengabariku kalau kamu sudah menemukan Hana." ucap Alfian marah tapi wajahnya terlihat khawatir.


"Kamu bisa tau aku ada disini." ucap Kevin terlihat santai.


"Bukan nya kamu sendiri yang memberi tahuku tadi." ucap Alfian membuat Kevin bingung.


"Kapan? perasaan aku tidak." ucap Kevin masih bingung mengangkat bahunya acuh.


"Sini ponselmu." ucap Alfian merebut handphone dari Kevin yang sedang ia genggam.


"Ini apa? Kamu sendiri yang kirim share location. Di wa masih ada, pura pura lupa kamu." ucap Alfian membuat Kevin semakin tak mengerti.


"Aku tidak merasa mengirim itu. Siapa yang mengirimnya, jam segitu aku lagi mandi mana mungkin bawa handphone." ucap Kevin menjelaskan.


"Hana. Kenapa kamu diam saja? sekarang kamu jelaskan sama Al?" ucap Kevin Hana sudah tidak ada dibelakangnya malah enak enakan makan dengan santai tersenyum ke arah Kevin.


"Kamu mau cari alasan apa?" ucap Alfian memarahi Kevin yang tak bisa menjelaskan apa apa.


"Terserah kamu. Bawa sini handphone aku." ucap Kevin


Alfian segera menghindar. "Tidak. Sampai kamu ngaku, sengaja mengerjaiku." ucap Alfian.


"Kak Al? Sini sarapan bareng. Kevin tidak akan ngaku dia orangnya gengsian." ajak Hana ikut mengerjai Kevin karena ia masih sangat kesal dengan Kevin.


"Hana. Kamu malah ikut ikutan menyalahkanku, tau sendiri kan, Itu pasti ulah temanmu yang menyebalkan itu." ucap Kevin emosi ikut makan di meja makan.


Hana melihat Kevin diam saja tanpa memakan makanannya dengan wajah cemberut menahan tawanya.


"Kevin. Kenapa diam saja, kamu tadi sangat bersemangat untuk makan. Aaaaa." ucap Hana tersenyum menyuapkan nasi goreng ke mulut Kevin.


"Sudah kenyang." ucap Kevin.


"Ya udah. Kalau tidak mau, aku mau tanya sama kamu, soal semalam kamu pingsan, di luar hujan deras pula." tanya Hana.


"Kevin pingsan." seru Alfian menatap Hana.


"Iya kak. Semalam dia enak enaknya pingsan, lah! aku yang mengangkat keluar sampai basah kuyup, bukan nya berterima kasih malah ngajak ribut." ucap Hana masih kesal terhadap Kevin.


"Enak dari mana? aku sendiri tidak sadar, sebelum pingsan apa aku harus bilang ke kamu dulu ke kamu." timpal Kevin.


Haa..Ha..Ha... tawa Hana terbahak bahak.


"Kamu pikir ini lucu. Apa yang kau tertawakan?" ucap Kevin.


"Enggak. Kamu benar juga, lain kali jika kamu pingsan lagi, jangan lupa bilang dulu sama aku, jadi aku tidak perlu memapahmu, berat tau." ucap Hana.


"Kalian ini. Sehari tidak bertengkar apa nggak bisa." ucap Alfian menengahi.


"Tidak." jawab Kevin dan Hana bersamaan.


"Kalian ini kompak sekali. Pasangan yang sebentar lagi akan menikah." ucap Alfian bertepuk tangan.


"Maksud kamu apa? Menikah. Bukankah tiga minggu lagi." tanya Kevin tercengang.


"Iya kak. Kita menikah nya tiga minggu lagi." seru Hana.


"Oooh. Semuanya bisa diatur kalau sudah menikah, sekarang masih bebas." ucap Kevin.


"Baiklah. Apa kata kamu." ucap Alfian mengambil buah apel lalu memakannya.


"*A*pa aku sama Kevin benar benar akan menikah?, sedangkan saat ini dia hanya pura pura saja. Setidaknya ada sedikit rasa cinta dari Kevin, dia seakan mempermainkan perasaanku saja, apa kita akan berdosa karena sudah mempermainkan pernikahan." ucap Hana dalam hatinya.


"Aku mau ke toilet dulu. Kalian, tidak apa apa kan ku tinggal." ucap Hana beranjak dari kursi makan.


"Yang penting tidak di tinggal pergi seperti semalam. Hati hati, jangan buru buru." seru Kevin melihat Hana berlari menaiki tangga.


"Kevin. Ini rumah siapa? rumah seluas dan mewah tapi tak berpenghuni." tanya Alfian.


"Rumah teman Hana. Siapa namanya tadi, Tae Yeong" jawab Kevin mengingat ingat.


"Teman Hana. Dari mana dia mengenalnya." ucap Alfian merasa heran.


"Mana saya tau. Mungkin teman sekolah nya dulu, kenapa kamu tanya sama saya, tanyakan saja sama Hana sendiri." ucap Kevin.


"Kamu ini calon suami Hana. Tapi tidak tau tentang masa lalu nya." ucap Alfian.


"Apa aku harus tau semua tentang Hana. Aku tidak mau mengganggu privasi dia." ucap Kevin mencarinya alasan.


"Mengganggu. Sudah seharusnya kalian saling mengetahui satu sama lain, siapa tau orang yang disebut Hana teman sebenarnya itu mantan pacar nya." ucap Alfian.


"Mantan. Mereka sangat akrab bahkan memanggilnya Honey, Apa mereka sebenarnya berpacaran?" batin Kevin bertanya tanya karena merasa gelisah.


"Kevin. Kamu semalam bisa ada disini kebetulan atau sudah mengetahui Hana ada disini." ucap Alfian.


"Semalam hujan. Kamu tau sendiri kan aku trauma kalau mendengar atau melihat petir." ucap Kevin keras sampai didengar Hana karena sudah ada dibelakangnya.


"Jadi kamu takut sama petir sampai kamu pingsan di dalam mobil." seru Hana dari belakang Kevin.


"Hana. Sejak kapan kamu berada disini?" tanya Kevin tak menyangka Hana mendengar ucapannya.


"Baru saja. Suara Kamu kan keras, sampai kedengaran ke atas " jawab Hana.


"Semua gara gara kamu Hana jadi tau." ucap Kevin menyalahkan Alfian.


"Loh! kok jadi saya yang disalahkan." ucap Alfian tak terima.


"Emang kenapa? Kalau aku tau Semuanya." tanya Hana.


"Bisa di tebak. Pasti takut ditertawakan yah! nggak cuma kamu aja yang punya trauma, orang lain juga pasti ada." ucap Hana lagi.


"Aku heran kamu ini kaya. Tapi kenapa tidak bisa berenang, dan selalu merepotkan orang lain." ujar Hana lagi berturut-turut.


"Kamu bisa tidak kalau bicara pelan pelan. Pusing harus menjawab yang mana." ucap Kevin berdiri menjitak kepala Hana pelan.


"Hello. Aku cuma tanya satu pertanyaan, tinggal jawab aja susah." ucap Hana membalas Kevin dengan menginjak kaki Kevin keras.


"Hana?" teriak Kevin kini Hana berlari menaiki tangga dan tertawa.





*BERSAMBUNG*