Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
92. Tak Menyangka



"Yakin. Kamu tidak mau minta apapun dariku." ucap Kevin memastikan.


"Tidak boss." ucap Alfian.


"Baiklah kalau begitu. Saya kedalam dulu." ucap Kevin ingin kedalam tapi tangannya dicekal Alfian.


"Tunggu boss. Pelakunya sudah tertangkap, sekarang ada di kantor polisi." ucap Alfian membuat Kevin menoleh kearah nya.


"Maksudnya. Apa kamu yakin itu pelakunya?" tanya Kevin.


"Iya Boss. Tapi dia." ucap Alfian menggantung.


"Dia apa?" tanya Kevin.


"Pelaku itu sudah mati." jawab Alfian.


"Kenapa bisa?" tanya Kevin lagi.


Alfian menjelaskan bahwa pelaku sudah mati saat perjalanan ke kantor polisi karena sebelumnya setelah di selidiki ia sudah meminum racun terlebih dahulu.


"Hanya satu yang tertangkap. Yang lain mana?" ucap Kevin.


"Mereka semua hilang tanpa jejak. Hanya ada satu, itupun dia meninggal." jelas Alfian.


"Kamu terus selidiki masalah ini sampai tuntas." titah Kevin pada Alfian.


"Baik boss. Oh iya, Aku menemukan ini." ucap Alfian memberikan sebuah kalung milik Hana.


"Kalung. Dimana kamu menemukannya, Ini milik Hana." ucap Kevin menerima kalung yang diberikan oleh Alfian.


"Di lokasi kejadian." ucap Alfian.


"Thanks. Pasti Hana senang, dia kira kalungnya hilang ternyata ada bersamamu." ucap Kevin tersenyum.


"Sekali lagi. Thanks, aku masuk dulu." ucap Kevin dijawab anggukan oleh Alfian.


"Bagaimana Hyun. Perkembangan Hana?" tanya Kevin.


"Baik. Sangat baik, Hana benar benar wanita yang kuat, padahal dia sebelumnya sering banget masuk rumah sakit, tapi aku harap ini yang terakhir kalinya buat Hana, kamu harus selalu jagain Hana?" ucap Kwak Hyun.


"Pasti. Dia wanitaku, aku tidak akan membiarkan Hana terluka lagi." ucap Kevin.


"Baguslah. Saya permisi dulu, Al?, ayo kita keluar, temani aku makan." ajak Alfian yang berada dibelakang Kevin.


Sekarang hanya tinggal mereka berdua saja sedangkan Kevin menatap Hana tanpa berkedip.


"Kamu kalo capek. Tidur dulu sana." ucap Hana melihat Kevin wajahnya terlihat lelah.


"Aku tidak ngantuk. Nanti yang jaga kamu siapa?" ucap Kevin.


"Tadi kan aku sudah tidur empat jam lamanya. Jadi sekarang aku mau temani kamu disini." lanjutnya Kevin.


"Kamu habis berkelahi." ucap Hana.


"Bagaimana Hana bisa tau?" batin Kevin.


"Jangan kira aku tidak tau. Sudah terlihat dari wajahmu, kamu pasti sengaja mengganti bajumu biar, aku dengar tadi pembicaraan kalian didepan pintu." ucap Hana.


"Bukannya kamu tidur." ucap Kevin.


"Aku sudah bangun. Bosen banget tiduran mulu, badan aku juga masih terasa kaku." ucap Hana.


"Janji jangan terluka lagi hanya demi aku. Kenapa kamu mau menyelamatkanku." ucap Kevin.


"Aku cuma tidak tega melihat kamu mau di tikam dari belakang. Mereka anak buah dari Singa merah, jadi harus berhati hati." ucap Hana.


"Darimana kamu tau?" tanya Kevin.


"Apa kamu lihat. Tatto yang ada di lengan mereka, semuanya sama." jawab Hana.


"Kamu benar. Aku sempat melihatnya salah satu dari mereka." ucap Kevin.


Kevin sejenak berfikir bagaimana Hana bisa tau semuanya ia sendiri baru tau dari Gino saat di Cafe tadi.


"Mereka itu licik. Pernah sekali aku bertemu dengan ketua dari mereka." ucap Hana membuat Kevin membelalak tak percaya.


"Bagaimana bisa. Kapan kamu bertemu dengannya, ciri ciri orang itu seperti apa?" berondong Kevin.


"Waktu itu." ucap Hana menceritakan semuanya pertama kali ia bertemu di saat ia diculik bersama teman perempuan.


#FLASHBACK


"Sayang. Kamu akan menjadi milikku seutuhnya." ucap laki laki yang memakai topeng.


"Siapa kamu. Lepaskan aku." teriak perempuan itu kencang dengan kondisi tangan dan kaki diikat diujung kasur jadi posisinya terlentang.


Laki laki itu sengaja mengikatnya erat sampai perempuan itu berteriak kencang minta dilepaskan.


"Nikmati saja malam ini sayang. Saya akan membuatmu hangat malam ini, bagaimana jika kamu melayaniku." ucap laki laki itu mengusap rambut Hana kemudian ingin menciumnya tapi perempuan itu memalingkan mukanya.


Cuihh...... "Aku tidak sudi. Dasar brengsek." umpat perempuan itu meludahi wajah laki laki itu.


"Beraninya kamu. Kamu pilih melayaniku atau mati." bentak laki laki itu di telinganya.


"Lebih baik aku mati. Daripada harus memberikan apa yang kamu mau." teriak perempuan itu ia kemudian mendapat tamparan keras dari laki laki yang ada didepanya.


Plakkkkk


Suara tamparan itu menggema di seluruh ruangan itu sampai pipi perempuan itu memerah rasanya sangat sakit ditambah lagi rambutnya dijambak begitu keras serasa ingin lepas dari pemiliknya.


"Bagaimana? sakit. Apa kamu tetap tidak mau, baiklah, saya sendiri yang akan memaksamu." ucap laki laki itu melepas bajunya dan hanya menyisakan celana boxer saja.


"Kamu bunuh aku saja. Tapi jangan lakukan itu." ucap perempuan itu mulai menangis ketakutan mencoba berontak tapi tak bisa karena ikatanya begitu kuat.


"Tenang saja sayang. Saya melakukannya sangat lembut, tapi kalau kamu berontak terus, saya akan melakukannya kasar." ucap laki laki itu.


Mulai membuka baju perempuan itu dengan sekali robek sampai memperhatikan kulit putih mulus.


"Lepaskan dia." teriak Pria yang mendobrak pintu dengan kerasnya.


"Siapa kamu. Beraninya mengganggu kesenanganku." ucap laki laki itu beranjak turun menghampiri pria yang ada didalamnya.


Bukkk...Bukkk...Bukkk


Pria itu menghantam laki laki yang ada di depannya bebarapa kali sampai tersungkur ke lantai.


Pria itu menghampiri perempuan itu membebaskan dari ikatan dan juga memakaikan jaket untuk menutupi tubuh nya karena baju yang dipakai sampai sobek.


Kemudian mengangkatnya dalam dekapannya dibawa keluar dari tempat itu.


Dan juga membebaskan gadis gadis yang telah diculik laki laki itu.


#FLASHBACK


"Kamu tau siapa pria yang telah menolongku." ucap Hana.


"Siapa?" tanya Kevin.


"Dia kak Tae Yeong. Pahlawan dalam hidupku." jawab Hana.


"Lee Tae Yeong. Sebenarnya dia siapa? kenapa bisa masuk ke dalam markas Singa Merah?" tanya Kevin lagi.


"Dulu kak Tae Yeong itu. Seorang ketua mafia itu musuh dari kak Tae Yeong, tapi sekarang tidak lagi, karena dia berjanji akan melindungiku seumur hidupnya." ucap Hana menjelaskan.


"Aku tak menyangka.Ternyata masa lalu Hana lebih berat dari yang aku alami." batin Kevin





***BERSAMBUNG***