
"Apa aku terlalu kasar?" ucap Kevin panik langsung menancap gas menuju ke rumah sakit terdekat.
"Badan kamu panas banget." ucap Kevin memegang wajah Hana.
Tidak butuh waktu lama Kevin sudah berada didepan rumah sakit.
Kevin langsung mengangkat tubuh Hana ke brankar karena kebetulan ada perawat disana.
"Kevin. Kenapa dia ada disini, Siapa yang sakit." ucap seseorang berpakaian serba putih menghampiri Kevin yang terlihat panik.
"Hana. Ada apa dengannya, kenapa bisa seperti ini?" tanya seseorang yaitu Kwak Hyun.
"Hyunm Kebetulan kamu ada disini, cepat tolong Hana, dia tiba tiba pingsan." ucap Kevin.
Kemudian Hana dibawa ke ruang pemeriksaan oleh perawat dan juga Kevin mendampingi Hana yang terlihat pucat dan tak berdaya.
"Kamu keluar dulu. Saya mau memeriksa nya." ucap Hyun.
"Kenapa harus keluar. Aku mau disini saja." ucap Kevin keras kepala.
"Baiklahn Ijinkan orang ini masuk." ucap Kwak Hyun pada suster.
"Silahkan Tuan. Tapi jangan mengganggu." ucap perawat ramah.
"Saya tau." bentak Kevin.
"Hey! Ngomongnya biasa saja. Ini rumah sakit bukan rumahmu." ucap Kwak Hyun.
"Saya sudah biasa." ucap Kevin.
"Ya sudah. Bisa tolong diam sebentar." ucap Kwak Hyun memeriksa Hana.
"Bagaimana? Apa yang terjadi padanya?" tanya Kevin.
"Ikut aku ke ruang kerjaku." ajak Kwak Hyun menarik tangan Kevin.
"Apa tidak bisa jelaskan disini saja." ucap Kevin.
"Kamu terlalu emosional. Biarkan Hana tenang, mungkin sebentar lagi dia akan sadar." ucap Kwak Hyun.
"Ruanganmu ada dimana?" tanya Kevin.
"Kita sudah sampai. Ayo cepat masuk." ajak Kwak Hyun.
"Cepat jelaskan. Hana kenapa? apa ada penyakit serius." tanya Kevin tak sabar.
"Duduk dulu." ucap Kwak Hyun mempersilahkan nya.
"Ribet banget." ucap Kevin emosi.
"Jaga emosi kamu. Sebenarnya apa yang terjadi kamu sama Hana, apa kalian bertengkar?" tanya Kwak Hyun.
"Bukan urusanmu." jawab Kevin ketus.
"Tuh kan. Kamu jangan terlalu kasar dengan Hana, dia gadis baik baik." ucap Kwak Hyun.
"Sudahlah. Cepat katakan Hana kenapa?" ucap Kevin menggebrak meja kerja Kwak Hyun.
"Dia hanya terlalu kelelahan saja. Ingat, ingatannya belum sepenuhnya pulih." ucap Kwak Hyun menjelaskan.
"Ingatan. Maksudnya." ucap Kevin tak mengerti.
"Apa kamu tidak tau. Kalau Hana mengalami Amnesia Retrograde." ucap Kwak Hyun.
"Dia tidak pernah bercerita kepadaku. Tau dari mana kamu?" tanya Kevin.
"Hana sendiri yang bercerita padaku. Waktu aku masih merawatnya." jawab Kwak Hyun.
Kevin baru mengingatnya kalau Hana pernah bilang kalo dia kehilangan ingatan waktu kecil.
"Apa yang dimaksud Hana. Waktu itu dikantor dia bilang ingatan masa lalunya sebagian hilang gara gara kecelakaan waktu itu." batin Kevin.
"Mau kemana kamu?" tanya Kwak Hyun yang sudah buru buru pergi dari ruangannya.
"Cinta kok gengsi. Tinggal bilang aja sama Hana, Apa susahnya sih! dasar aneh." ucap Kwak Hyun tersenyum.
"Hana?" panggil Kevin tapi tak ada siapa siapa di brankar.
"Apa dia sudah bangun. Pergi kemana?" ucap Kevin mencarinya kemana mana disetiap sudut ruangan itu.
"Aduh! Hana. Kamu jangan pergi tinggalkan aku, Aku janji tidak akan marah lagi sama kamu." ucap Kevin keluar mencari semua tempat hingga menaiki lift beberapa kali sampai menemukan Hana.
"Handphone aku mana. Pasti ketinggalan di dalam mobil." ucap Kevin meraba sakunya kembali ke lift ke parkiran mobil.
Tidak disangka orang yang ia cari ada di kantin sedang makan dengan lahapnya.
"Ternyata dia ada disini. Enak enakan makan, nggak tau apa aku mencarinya." gerutu Kevin kesal menghampiri Hana yang mau makan ice cream langsung merebutnya.
"Hey! Itu punyaku. Apa kamu tidak bisa membelinya sendiri?" ucap Hana menoleh ternyata Kevin ada dibelakangnya.
"Kevin. Sejak kapan kamu." ucap Hana tidak berani melanjutkan perkataannya karena Kevin menatapnya tajam.
Kevin menarik kursi duduk disampingnya Hana langsung memeluk Hana.
"Kamu kenapa?" ucap Hana bingung pasalnya sebelum ia pingsan Kevin marah padanya.
"Maafkan aku. Karena terlalu kasar tadi." ucap Kevin semakin erat memeluk Hana.
"Seharusnya aku yang minta maaf. Karena sudah membohongimu." ucap Hana membalas pelukannya.
"Kamu bukannya sakit. Kenapa ada disini? makan Ice cream lagi." tanya Kevin melepaskan pelukannya.
"Mmm. Karena aku lapar, aku juga pengen ice cream." jawab Hana.
"Dasar bandel. Kamu ini sakit malah makan ice cream, dasar bocah kecil." ucap Kevin memakan Ice cream Hana.
"Itu punyaku. Kenapa kamu makan, udah lama lagi tadi ngantrinya." ucap Hana ingin merebutnya Kevin malah menjauh darinya.
Hana tidak bisa mengejar Kevin karena masih lemas setelah pingsan ia juga berjalan menggunakan kursi roda dibantu oleh perawat.
"Curang banget kamu." ucap Hana cemberut.
"Ini enak banget rasanya. Apalagi rasa stroberi, sangat manis." ucap Kevin membuat Hana semakin kesal pasalnya ia sangat menginginkannya malah dimakan olehnya.
"Iya enak. Punya orang kamu makan." ucap Hana.
"Kamu mau." ucap Kevin menawarkan.
"Nggak. Sudah habis juga dihabiskan di makan kamu." ucap Hana.
"Oke. Nanti aku ganti Ice cream kamu sama pabrik pabriknya sekalian, atau aku buat pabrik ice cream kali ya?" ucap Kevin tersenyum.
"Buat apa? Buang buang uang aja. Mending kamu kasih ke orang yang lebih membutuhkan." ucap Hana.
"Ide yang bagus." ucap Kevin manggut manggut.
"Terserah kamu aja deh!" ucap Hana geleng geleng kepala.
"Aku mau bertanya sama kamu?" ucap Kevin.
"Tanya apa?" ucap Hana.
"Kenapa kamu tidak jujur sama aku. Dan mau menerima perjanjian itu?" tanya Kevin serius mendekat ke wajah Hana.
"Mmm. Itu karena." jawab Hana mengantung.
"Karena apa?" tanya Kevin lagi.
"Karena dari awal aku bertemu denganmu.Aku sudah cinta pandangan pertama, Walaupun kamu sangat menyebalkan, tapi aku cinta kamu." ucap Hana dalam hatinya.
"Kenapa? Hana Seo Yeon." ucap Kevin.
"Dari mana kamu tau namaku?" tanya Hana heran karena ia tak pernah bilang nama panjangnya sama Hana.
"Jangankan namamu. Rumah kamu aja aku tau, tapi yang aku nggak tau identitas kamu yang sebenarnya." jawab Kevin menarik kembali kursi ke samping Hana.
"Maksudnya?" ucap Hana.
•
•
•
*Bersambung*