
Setelah masuk Hana dibuat terkejut oleh banyak jenis ikan disana.
"Waah! menakjubkan." ucap Hana menelusuri terowongan kaca berisi berisi berbagai jenis ikan.
Kevin hanya melihat Berjalan kesana kemari mengulaskan senyum di bibirnya.
"Cantik sekali ikan itu." ucap Hana lalu memotretnya dengan layar Handphone nya.
Dibelakang nya Kevin juga Alfian ikut memotretnya dengan kamera yang mereka bawa.
"Boss. Bisa minta tolong fotoin aku." ucap Alfian menyerahkan benda yang berbentuk pipih.
"Kamu menyuruhku. Foto sendiri sana." ucap Kevin menyerahkan kembali padanya.
"Kali ini aja boss. Please!" ucap Alfian dengan memasang muka memelas agar Kevin mau.
Kevin menghembuskan nafasnya kasar lalu mengambil benda pipih hitam yang ada ditangan Alfian.
"Sini." ucap Kevin ketus.
"Yang ikhlas kali boss. Kamu juga kan nanti dapat pahala." ucap Alfian mengatur posisi untuk berfoto.
Kevin menuruti kemauan Alfian karena sudah beberapa foto ia menyerahkan kepada Alfian.
"Terima kasih boss" ucap Alfian melihat lihat hasil fotonya lalu tersenyum kepada Kevin.
Hana sedari tadi melihat nya hanya tersenyum ternyata orang seperti Kevin bisa disuruh oleh asistennya.
Kevin membuyarkan lamunannya dengan memanggil nama nya.
"Hana." panggil Kevin memeluk pinggang rampingnya.
"Kevin. Kebiasaan banget suka meluk meluk." ucap Hana berusaha melepaskan pelukannya Kevin malah semakin mengeratkan membuat Hana berdecak kesal.
"Kamu nurut aja. Kita kita pulang sekarang, mau." ancam Kevin melototkan matanya.
"Iya. Aku nurut, tapi jangan pulang sekarang." ucap Hana senyum yang dipaksakan.
"Anak manis." ucap Kevin mencoel hidung Hana dengan satu jarinya.
"*S*uka banget memelukku. Memangnya dia siapa? berbuat seenaknya." ucap Hana dalam hatinya menahan rasa kesal nya.
"Kita kesana." ucap Kevin menelusuri Lorong yang berisi ikan yang sangat banyak.
Hana menurut perkataan Kevin kemana ia pergi dan dibelakangnya Alfian membuntuti mereka.
"*A*ku seperti nyamuk di antara mereka." ucap Alfian menggerutu dalam hatinya.
"Kita foto berdua disini." ucap Kevin mengeluarkan benda pipih berwarna hitam untuk berselfi dengan Hana.
Kevin menempelkan wajah nya dengan wajah Hana sangat dekat sehingga mereka saling menatap Kevin langsung mengambil foto disaat Hana sedang menatapnya.
Cekrekkk....
Suara Handphone Kevin berbunyi.
"Kevin. Hapus nggak foto nya." ucap Hana ingin mengambil tapi segera Kevin menghindar.
"Emm. Hapus Nggak ya!" ucap Kevin tertawa berlari mundur sehingga Hana mengejarnya.
"Kevin." panggil Hana kesal.
"Hey! jangan keras keras bicaranya." ucap Kevin pelan dan melihat sekelilingnya untungnya tidak ada orang lain disana hanya ada beberapa itupun jaraknya lumayan jauh.
"Bodo amat." jawab Hana masih fokus pada Handphone Kevin untuk segera mengambil nya.
"Hana. Dibelakangmu." ucap Kevin mengecohnya membuat Hana menoleh kebelakang lalu dengan cepat Kevin mencium pipinya kemudian langsung memotretnya untuk yang kedua kalinya.
Cupp....
Suara kecupan hangat dari Kevin mengagetkan Hana ia hanya membulatkan matanya dan berdiri seperti patung tanpa bergerak maupun menoleh.
Alfian melihat bossnya mencium Hana tersenyum lalu tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil gambar mereka dengan memotretnya menggunakan layar Handphone nya karena Kevin mencium Hana cukup lama sehingga dengan mudah mendapatkan foto mereka.
"Wow! Romantis. Aku simpan tanpa sepengetahuan mereka." ucap Alfian segera memasukkan Handphone nya kedalam sakunya takut nantinya Kevin melihatnya.
"Kena kamu. Haa..Haa...Haa." ucap Kevin tertawa melepaskan ciumannya, Hana tersadar lalu memukul lengan Kevin.
"Lagi lagi dia mencari kesempatan dalam kesempitan. Tadi memelukku sekarang menciumku, terus selanjutnya apalagi." gerutu Hana didalam hatinya mengepalkan kedua tangannya menahan emosinya.
"Rasanya sangat senang mengerjainya seperti tadi. Wajahnya lucu sekali saat marah." batin Kevin masih menahan tawanya.
"Puas." ucap Hana menginjak kaki Kevin agar berhenti tertawa.
"Aduh! Hana ini kaki. Bukan gas mobil." ucap Kevin kesal.
"Rasain tuh! nggak enak kan. Wleeee." ucap Hana menjulurkan lidahnya ke arah Kevin dengan cepat ia merebut Handphone Kevin darinya.
"Mau apa kamu. Ku minta kembalikan padaku." perintah Kevin kepada Hana.
"Ya. Mau hapus foto yang tadi." ucap Hana ingin membuka layar handphone Kevin tapi tidak bisa.
"Tidak bisa kan." ucap Kevin mau merebut dari Hana dengan cepat ia menepis tangannya.
"Aku akan simpan handphone ini. Sampai aku bisa membuka nya." ucap Hana tersenyum.
"Oke. Simpan saja nggak apa apa, aku bisa membelinya lagi." ucap Kevin mencoba mencari celah agar bisa merebutnya kembali.
"Dasar Sombong." ucap Hana memutar bola matanya malas.
"Terima kasih. Atas pujian tuan putri." ucap Kevin dengan tersenyum.
"Nggak jelas." ucap Hana mencibir karena sudah sangat kesal kepada Kevin.
"Mama." panggil Kevin mengecoh seketika Hana menoleh Kevin tidak melewatkan kesempatan itu lalu segera merebut Handphone miliknya.
"Kau coba menipuku. Sorry, kali ini tidak akan berhasil." ucap Hana menantang.
"Kamu egois sekali jadi lelaki."
"Kalian ini mau liburan atau bertengkar sih!" ucap Alfian ikut pusing melihat kelakuan mereka.
"Dia kak. Cari gara gara terus sama aku." ucap Hana menunuk ke Kevin.
"Aku." ucap Kevin menunjuk diri sendiri tak mau disalahkan.
"Iya kamu." ucap Hana langsung dipotong oleh Alfian.
"Stop. Berhenti bertengkar, ini tempat umum." ucap Alfian kesal lalu pergi meninggalkan mereka membuat Hana dan Kevin terdiam.
"Kak Al? tunggu." panggil Hana tetapi Alfian tidak menjawab ia mempercepat langkah kakinya.
"Hey! kamu mau kemana?" teriak Kevin memanggil Alfian tapi tidak ada jawaban darinya.
Hana dan Kevin saling melirik kemudian sama sama memalingkan muka.
Akhirnya mereka berdua ikut keluar menyusul Alfian.
"Dimana kak Alfian?" ucap Hana melihat kesana kemari tapi tidak menemukan keberadaannya, Kevin celingukan mencarinya.
"Aku disini." ucap Alfian tiba tiba datang membawa sesuatu yang ia sembunyikan kebelakang.
"Kemana saja kamu?" tanya Kevin datar menatapnya tajam.
"Apa yang kamu sembunyikan di belakangmu." ucap Kevin mencoba melihat Alfian segera menghindari.
"Bukan apa apa." ucap Alfian mengelak.
"Hana." ucap Alfian memberikan sebuah gelang kaki berbentuk ikan lumba lumba dihiasi mutiara berwarna merah muda mutiara kepada Hana.
"Waah! Ini cantik sekali kak. Beneran buat aku." ucap Hana menerima pemberian dari Alfian.
Kevin melihatnya tak peduli kemudian masuk ke dalam mobilnya.
•
•
•
Bersambung...