Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
140. Sebuah Rencana



Hari ini Hana mau meeting bersama Klien tapi lagi lagi Kevin menghalanginya dengan alasan tak enak badan padahal ia sendiri harus ke kantor tapi rasanya sangat malas apalagi untuk mandi Hana yang harus memaksanya.


"My Prince. Mandi dulu sana, kamu harus ke kantor kan." pinta Hana ia sampai menarik tangan Kevin karena masih betah duduk diatas kasur.


"Nggak mau. Badan aku terasa sakit, dan perut aku sangat mual, kamu bisa temani aku dirumah saja, jangan pergi kemana mana." ucap Kevin ia masih di posisi yang sama karena Hana tak bisa menariknya karena badannya tak sebanding dengan suaminya.


"Tarik aja. Itupun kalo bisa, badanku tidak sebanding denganku." ucap Kevin tersenyum melihat Hana yang berusaha menarik tangannya.


"Ooh? Kamu meremehkanku. Nggak tau aku siapa?" ucap Hana ia menarik tangan Kevin dengan sekuat tenaga tetapi tetap sama.


Malah Hana hampir saja terjatuh tapi untungnya Kevin langsung menangkapnya.


"Nakal. Kalau terjadi apa apa denganmu, dan calon anak kita bagaimana? hmm." ucap Kevin mengedipkan sebelah matanya ke Hana.


Drettt Drettt Drettt ponsel Hana bergetar diatas kasur.


"My Prince. Itu pasti dari Doni?, dia sudah menunggu aku diluar, please, izinkan aku meeting, please." ucap Hana dengan raut wajah memelas.


Dengan terpaksa Kevin melepaskan Hana karena ia tau sifat istrinya yang pantang menyerah dan keras kepala.


Walaupun dilarang sekalipun Hana akan tetap berusaha.


"Baiklah. Aku antar kamu kedepan." ucap Kevin dengan sangat terpaksa.


"Oke. Siap My Prince, kamu nggak mandi, jorok banget sih?" ucap Hana tersenyum berubah menatap suaminya ia sedikit menjauh darinya.


"Hei! mau aku tidak mandi satu tahun pun. Badanku tetap wangi, sini aku peluk lagi." ucap Kevin ia merentangkan kedua tangannya ke Hana.


"Mana ada. Orang seperti itu, cuma orang gila saja, setahun tidak mandi, bagaimana rasanya." gumam Hana masih terdengar oleh Kevin.


Ucapan Hana membuat Kevin tersenyum ia mencium bibir istrinya dengan tiba tiba.


Seperti biasa Kevin membuat baju yang dikenakan Hana yang awalnya rapih sampai berantakan gara garanya ia memang sengaja melakukan itu.


"Sangat manis. Tunggu sebentar, aku mau mandi dulu, sebaiknya kamu ganti bajumu." pinta Kevin ia melangkah mundur menuju ke kamar mandi.


Hana melihat dirinya di depan kaca ia sampai terkejut.


Penampilannya sangat berantakan baju kusut, sampai kancing bajunya terlepas tidak bisa dipasang lagi entah kemana hilangnya padahal itu baju baru.


"My Prince?" teriak Hana sangat kencang ia kesal karena harus mengganti bajunya ditambah lagi make up nya berantakan.


"Sorry BABY. Tidak sengaja." ucap Kevin dari kamar mandi ia mengeluarkan kepalanya ke luar melihat istrinya kemudian masuk lagi.


Hana sangat kesal dengan ulah suaminya ia sampai harus mengulang lagi merias wajahnya kembali.


"Untung saja. Meeting nya diundur, kalau tidak bisa terlambat, apa kata klien nantinya?" ucap Hana selesai mengganti bajunya ia duduk di depan meja rias.


Setelah Kevin keluar dari kamar mandi ia dikejutkan oleh Hana yang memakai baju yang sangat ketat panjang diatas lutut sampai terlihat lekuk tubuhnya yang hanya memakai blazer sepinggang itupun menerawang.


"Mau ganti sendiri. Atau aku yang pakaikan." ucap Kevin memberikan baju yang ia pilih untuk Hana agar segera berganti baju.


Hana menatap Kevin cemberut karena harus berganti baju sampai ketiga kalinya.


Dengan terpaksa Hana menuruti permintaan Kevin ia tak bisa melawannya.


"Nah! ini baru cocok. Kamu sangat cantik sekali." puji Kevin ketika Hana berjalan kearahnya.


Gaun berwarna coklat polos panjangnya dibawah lutut agak longgar karena ada ikat pinggangnya berwarna sepadan.


Sederhana tapi elegan memang dimata Kevin apapun yang dipakai Hana akan terlihat sangat cantik dan anggun.


"Tentu saja. Aku ini kan istrimu, pasti kamu akan memujiku." ucap Hana masih cemberut menatap suaminya kemudian memalingkan mukanya.


"Ngambek ceritanya. Benaran, kamu itu cantik sekali, sini biar aku tata rambutmu." ajak Kevin mendudukan Hana ke kursi rias.


Setelah selesai Kevin menunjukkan hasil ia menata rambut Hana dikepang berbentuk love yang terletak di belakangnya dengan rambut yang sedikit terurai ke belakang.


"Sudah. Bagus tidak." ucap Kevin disambut senyuman Hana ketika ia menolehkan kepalanya ke samping masih bisa terlihat bentuk love walaupun tidak bisa melihat sepenuhnya.


"Wah! keren banget. Suamiku ini memang bisa segalanya, aku saja yang perempuan kalah denganmu, bisa tapi tidak serapih ini." puji Hana tersenyum senang memutar tubuhnya apalagi gaun yang ia kenakan sangat longgar jadi ia seperti sedang menari saja.


"Baguslah kalau kamu suka. Ya sudah, ayo kita turun." ajak Kevin menggandeng tangan istrinya.


Doni yang sedari tadi menunggu sampai setengah jam lamanya ia berada di dalam mobil menunggu Hana keluar didalamnya juga ada Lee Tae Yeong yang baru sampai ke rumah Kevin.


"Pengantin baru nih! romantis banget." puji Doni tersenyum kearah mereka.


"Bisa aja kamu. Kita langsung jalan, My Prince, aku pergi dulu yah?" ucap Hana melihat ke jam yang ada di pergelangan tangannya buru buru masuk ke dalam mobil.


"Hati hati. Jangan lupa pulang." teriak Kevin ketika mobil yang ditumpangi istrinya sudah berada di depan gerbang ia mendapat lambaian tangan dari Hana dan menyapa Lee Tae Yeong.


"Doni. Jagain Hana, kamu tau sendiri kalau sampai dia lecet." teriak Lee Tae Yeong.


"Siap Bro?" ucap Doni menempatkan tangannya ke keningnya.


"Hei! Tuan Sombong. Tunggu sebentar aku mau bicara sama kamu." panggil Lee Tae Yeong mencekal tangan Kevin.


"Kita bicara di ruang kerjaku saja." ajak Kevin diikuti oleh Lee Tae Yeong.


"Kenapa berdiri. Duduk, seperti preman saja." ucap Kevin.


"Slow. Tegang banget ngomongnya, oh iya, bagaimana denganmu, apa sudah pikiran ucapanku waktu itu." tanya Lee Tae Yeong diangguki Kevin.


"Bagus kalau begitu. Kamu tenang saja, Hana tidak akan marah padamu, ya paling sebentar lah! tapi itu hanya untuk sementara saja, hanya untuk mengalihkan perhatian mereka, aku yang akan menjaganya, kamu tinggal jalankan misi kita." ucap Lee Tae Yeong serius.


***BERSAMBUNG***