Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
152. Pendekar Cinta



"BABY?" panggil Kevin tapi tak ada jawaban padahal Hana sedang duduk memakai kaca mata asyik menonton drakor favorit di handphone nya.


Kevin duduk di samping istrinya melihat tingkah lakunya begitu aneh tapi lucu. "Pergi sana, ngapain disitu, siapa sih! ganggu saja, bisa diam tidak. My Prince." ucap Hana ketika bahu kanannya ada yang mencolek nya beberapa kali.


"Hey! ini suamimu. Kamu nggak suka aku ada disini." ucap Kevin ketika tubuhnya tak sengaja jatuh ke lantai karena tak sengaja.


Hana baru menyadarinya ia terlalu bersemangat menonton drakor. "Sorry. Tadi." ucap Hana menggantung Kevin sudah memotongnya tanpa memberikan kesempatan untuk bicara.


"Tadi apa? kamu mengusirku. Sekarang mendorongku, tega sekali, padahal aku sudah memasak untukmu, sebenarnya apa arti diriku di matamu, apa jangan jangan kamu tidak mencintaiku lagi?" ujar Kevin memalingkan mukanya yang cemberut tak mau menatap Hana yang terus membalikkan wajahnya ke arahnya.


Membuang nafasnya kasar dan menepuk jidatnya sendiri. "Kumat deh! perasaan yang hamil siapa? yang sensitif siapa?" gumam Hana ia ingin menjelaskan semuanya tapi Kevin tak mau mendengarkan nya.


"My Prince? please. Jangan seperti ini, apa kamu nggak malu dengan dia." ucap Hana menolehkan leher suaminya ke arah Gino yang kebetulan baru saja lewat ia berhenti sejenak ingin mengetahui bossnya yang terlihat manja di depan istrinya.


Gino tersenyum kaku karena Kevin tiba tiba saja menatapnya tajam seperti ingin menerkamnya.


"Tuan. Nona?" sapa Gino menundukkan kepalanya ke mereka sembari melangkahkan kakinya ke kamarnya.


Kembali ke topik tadi Kevin masih tak mau melihat wajah istrinya. "My Prince. Biar aku jelaskan semuanya." ucap Hana bahwa dirinya tadi terlalu kesal dengan pemeran laki laki di dalam drama yang ia tonton.


Sampai tak sadar kalau reaksinya akan berlebihan seperti itu. Dan tak sengaja mendorong suaminya sampai jatuh apalagi Kevin masih lemas jadi tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi. Memangnya drama apa yang kamu tonton, pemeran utamanya siapa? pasti aktingnya jelek seperti orangnya." tanya Kevin penasaran.


Hana menahan tawanya. Ia menenangkan diri terlebih dahulu sebelum berbicara dengan suaminya.


"Tidak juga. Dia malah sangat tampan, tinggi, kulit putih mulus, perfect banget, pria idamanku." jawab Hana tersenyum.


Reaksi Kevin terlihat tidak suka. "Kamu cinta sama dia." ucapnya dengan nada menekan.


Menggoda suaminya adalah hal yang paling menyenangkan bagi Hana. "Iya. Aku cinta sama dia." ucap Hana menatap mata suaminya dalam.


Setelah melihatnya Kevin terkejut ternyata Hana yang terlihat wajah dirinya sendiri. "BABY? kamu memang benar benar mau mengerjaiku." ucap Kevin tersenyum lega.


Padahal ia sudah berpikir yang aneh aneh dikira Hana tidak mencintai dirinya lagi. "Hmm...! ayo kita makan bersama." ajak Kevin mengangkat tubuh Hana ke kursi makan disana ada banyak makanan kesukaan nya.


"Waaah. Dari aromannya aku kenal." ucap Hana mencium setiap makanan yang tersaji di meja makan.


Tak butuh waktu lama Hana langsung menyantapnya. "Kenapa berhenti. Apa makanan nya tidak enak?" tanya Kevin.


"Maaf Tuan. Nona, mengganggu." timpal Gino memberikan obat untuk Kevin.


"My Prince. Siapa yang sakit? oooh! aku baru ingat, Kamu kan tadi sempat pingsan yah!" ucap Hana memeriksa isi dari obat obatan itu satu per satu dengan teliti.


"Kenapa jadi saya Tuan. Disini siapa yang sakit, tadi saja Tuan kabur dari rumah sakit setelah dokter, upss!" ucap Gino menutup mulutnya bukan keceplosan tapi ia sengaja memberi tahu pada istrinya. Karena kalau tidak Kevin mana mau minum obatnya.


"Hey! kamu mau kemana? dasar asisten." panggil Kevin ketika Gino pergi begitu saja melambaikan tangannya ke arahnya.


"Sudahlah biarkan saja." ucap Hana tersenyum mengusap dada suaminya lembut yang ingin marah dan menghampiri asistennya.


Hal yang membuat Kevin luluh disaat Hana selalu ada disampingnya apalagi ia bisa belajar banyak darinya agar bisa menjadi orang yang penyabar tidak emosional itu tidak baik buat diri kita sendiri. Apalagi itu hanya masalah sepele.


"Buka mulutmu. Aaaaaa." pinta Hana menyuapi Kevin ia tau kalau suaminya pasti belum makan juga.


"Buat apa? aku sudah makan. Okey." ucap Kevin awalnya menolak tapi akhirnya mau juga karena paksaan dari Hana.


Hana tersenyum disaat Kevin mau menerima suapan darinya. "Nah gitu dong! Memangnya kamu petapa nggak makan sama sekali." ujarnya menyuapi dirinya sendiri juga.


"Emm...! jangan salah. Aku ini pendekar yang kuat dan tangguh." ucap Kevin menepuk dadanya.


"Iya percaya kok. Kamu pendekar cintaku, yang hebat, tangguh, kuat dan tampan." ucap Hana tiba tiba dipeluk mesra oleh Kevin yang menempatkan dagu ke bahunya.


Hana merasa geli pasalnya tangan Kevin tidak bisa diam bergerak nakal. "My Prince. Kita lagi makan, apa yang kamu lakukan, cepat lepaskan, kalau ada orang bagaimana?" pinta Hana merasa risih tapi sekaligus senang.


"Tidak apa apa. Lagi pula aku masih kangen, kita seperti ini." ucap Kevin tak mau melepaskan nya.


Dari balik sana seseorang melihat kemesraan mereka merasa iri. "Tuan Kevin romantis juga. Kira kira kapan saya bisa punya istri, emm...! pacar saja tidak punya." gumamnya kembali masuk ke ruangannya.


Selesai makan Kevin mengajak Hana ke kamarnya hanya sekedar untuk bersantai.


"BABY? apa kita sudah boleh." ucap Kevin menggantung sedangkan Hana masih melanjutkan nonton drakor.


"Boleh. Sekarang juga bisa." ucap Hana memotong ucapan Kevin mengiyakan begitu saja pandangannya masih ke layar handphone.


Terlihat senyum di bibirnya. "Benarkah. Ya sudah, ayo kita lakukan sekarang." ajak Kevin membaringkan tubuh Hana yang sedang asyik menonton.


"Melakukan apa?" tanya Hana bingung menatap manik mata suaminya seakan bertanya.


Hana mengerti apa maksud suaminya ia tersenyum ternyata suaminya minta sesuatu yang intim padanya. "Ooh! itu. Kamu tunggu sampai usia kandungan ku empat atau lima bulan." jelas Hana membuat Kevin yang tadinya tersenyum berubah cemberut.


BERSAMBUNG


Sorry yah? baru update author nya lagi suka nonton drakor jadi kebawa bawa deh? kalian tunggu di episode selanjutnya akan lebih seru lagi.


Baper nggak eps kali ini....