
"Apa kamu tidak ingat. Semalam siapa yang tidur dipangkuanku, apa kamu lupa?" tanya Kevin tanpa memperdulikan Lee Tae Yeong yang bertanya kepadanya.
"Aku Tidak tau. Orang lagi tidur mana ingat, udah lepas aku mau mandi, apa kamu tidak ingin mandi." ucap Hana melepaskan diri dari Kevin ketika sedikit melonggarkan pegangan nya.
"Sekarang pulang sana kerumah. Nanti orang tuamu khawatir." usir Lee Tae Yeong pelan.
"Oke. Aku akan mandi disini, ukuran baju kita sama kan, boleh aku pinjam nggak atau aku beli, agar tak ada hutang budi denganmu." ucap Kevin membuat Lee Tae Yeong kesal.
"What? Ini rumahku kenapa kamu menyuruhku." ucap Lee Tae Yeong emosi.
"Tae Yeong? Sana kamu berikan pakaianmu sama Kevin." sahut Hana.
"Tapi Honey?" ucap Lee Tae Yeong.
"Sudahlah. Berikan dia baju gantim" ucap Hana lembut.
"Yang asli jangan yang tiruan." teriak Kevin ketika Lee Tae Yeong masuk ke kamarnya.
"Iya bawel. Bajuku semuanya mahal." jawab Lee Tae Yeong.
"Kevin. Kamu bisa sopan sedikit tidak sama Tae Yeong, dia temanku." ucap Hana menasehati.
"Bisa. Tapi tidak untuk dia." ucap Kevin.
"Terserah kamu aja. Aku mau mandi, satu lagi, kamu jangan bertengkar sama Tae Yeong, Ngerti!" ucap Hana memperingati.
"Hmm." jawab Kevin.
"Nggak pakai lama. Setelah ini kita langsung pulang." ucap Kevin, Hana berhenti ia menoleh ke arah Kevin.
"Buru buru banget. Aku masih betah disini, ada yang mau aku bicarakan dengan dia." ucap Hana kemudian berlari ke kamar mandi.
"Hana. Sok sibuk banget." ucap Kevin.
Setelah beberapa menit kemudian Lee Tae Yeong membawa pakaian ia berikan ke Kevin.
"Thanks You. Kamar mandi dimana?" tanya Kevin.
"Dari sini kamu lurus saja. Atau mau ke kamar mandi diatas juga ada." jawab Lee Tae Yeong menunjukkan dengan jari telunjuk nya.
"Thanks You. Bro!" ucap Kevin.
"Aku kira dia tidak bisa bilang terima kasih." ucap Lee Tae Yeong melihat belakang punggung Kevin yang sudah menjauh darinya.
Drettt...Drettt...Drettt.... ponsel Kevin bergetar karena diletakkan di meja.
"Handphone dia ada disini ternyata." gumam Lee Tae Yeong.
~>> [[ Halo Kevin. Kamu ada dimana? dari semalam mencarimu, sampai sekarang aku belum tidur karena masih mencarimu.]] ucap seseorang dari sebrang sana.
~>> [[ Semalam dia tidur nyenyak dirumahku.]] jawab Lee Tae Yeong.
~>> [[ Kamu siapa? kenapa bukan Kevin yang mengangkat teleponnya. ]] tanya seseorang disebrang sana.
~>> [[ Bukan urusanmu. Emm! Kevin sedang mandi tuh!]] jawab Lee Tae Yeong.
~>> [[ Share location sekarang.]] ucap orang itu adalah Alfian yang merasa kesal.
Sebenarnya Lee Tae Yeong sengaja mengerjai Kevin karena ia masih kesal dengan sifatnya yang sangat sombong dan menyebalkan.
~>> [[ Oke. Dengan senang hati. ]] ucap Lee Tae Yeong menyeringai.
"Rasain kamu. Sebentar lagi ada pertunjukan seru nih?" ucap Lee Tae Yeong menahan tawanya.
"Bik? Nanti kalau Hana sama temannya tanya? bilang kalau saya ada meeting, jadi harus berangkat pagi pagi karena tempatnya lumayan jauh." ucap Lee Tae Yeong berpesan menghampiri pelayan yang ada di meja makan karena sedang menaruh makanan ke meja.
"Baik Tuan." jawab pelayan itu hormat.
Dengan cepat Lee Tae Yeong berjalan menuju parkiran menaiki mobil hitam sport tidak lupa kaca mata biru kesukaan Lee Tae Yeong dengan setelah jas warna biru Navy sangat terlihat tampan sebelas dua belas dengan Kevin.
Haa...Haa...Haa... tawa Lee Tae Yeong senang.
Walaupun sedang tertawa Lee Tae Yeong masih kelihatan tampan wajahnya yang imut dan senyum manisnya sama seperti Kevin bedanya Kevin orangnya dingin tapi kalau tersenyum wanita yang akan melihatnya pasti meleleh.
Sementara dirumah Lee Tae Yeong Hana menuruni tangga mencari keberadaan Lee Tae Yeong dan Kevin.
"Dimana mereka?" tanya Hana kepada kepala pelayan yang belum selesai meletakkan makanan.
"Tuan Lee sudah pergi tadi. kalau teman Nona masih di kamar mandi." jawab pelayan.
"Pergi kemana Tae Yeong?" tanya Hana lagi.
"Katanya ada meeting." jawab pelayan itu.
"Ohh. Ya sudah bibik boleh pergi." ucap Hana.
"Saya permisi dulu Nona." pamit pelayan itu tersenyum.
"Tumben. Ada angin apa dia pergi meeting, biasanya juga di serahkan ke asistennya." gumam Hana.
"Jam enam pagi. Dia meeting atau jogging, aneh banget tuh orang." ucap Hana masih tidak percaya memilih duduk menyangga tangannya.
Tiba tiba Kevin datang dari belakang mengagetkan Hana yang sedang melamun.
"Ini masih pagi udah melamun aja." ucap Kevin menepis tangan Hana yang sedang menyangga ke wajahnya.
"Kevin?" teriak Hana kesal karena ia hampir saja jatuh tapi tangan Hana masih berpegangan meja.
"Biasa aja kali. Suaramu itu seperti geledek." ucap Kevin menarik kursi duduk disebelah Hana.
"Disana juga ada. Kenapa harus duduk disampingku, tadi juga mengagetkanku, nanti kalau aku jatuh bagaimana?" ucap Hana melotot kearah Kevin.
"Tenang. Kalau jatuh aku akan segera menangkapmu." ucap Kevin santai mengambil sandwich rasa coklat dimasukkan ke mulutnya.
"Hissh! Menyebalkan." ucap Hana mengambil nasi goreng kepiringnya.
"Emm. Kelihatan nya enak." ucap Kevin setelah memakan makanan yang berada di sendok, ada di tangan Hana dengan mulutnya seperti menyuapi Kevin.
"Kamu bisa kan ambil sendiri. Kenapa harus makananku yang kau makan?" ucap Hana.
"Lebih enak kalau disuapi. Ketimbang makan sendiri." ucap Kevin tersenyum dengan mulut yang mengunyah nasi goreng.
"Ngeselin banget sih kamu" ucap Hana benar benar kesal dengan ulah Kevin.
"Yummy." ucap Kevin menyumpal mulut Hana dengan roti hingga mulut Hana tak bisa bicara karena terlalu penuh.
"Kevin. Gila apa kamu, roti sebesar ini kamu masukan ke mulutku." ucap Hana selesai mengunyah roti mencubit lengan Kevin keras hingga kemerahan.
"Auuu. Sakit." pekik Kevin melepas tangan Hana dari lengan nya yang dicubit.
"Rasain. Pantas saja Tae Yeong tak suka padamu, karena memang sangat menyebalkan." ucap Hana tersenyum menyeringai.
"Kevin?" panggil Seseorang dari depan pintu sehingga Kevin dan Hana menoleh karena suaranya begitu keras.
*Bersambung*