Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
128. Penyerangan



"Serius. Kamu hamil, sudah berapa bulan?" tanya Kwak Hyun semakin membuat Kevin kesal.


"Hei. Kamu tanya saja pada Hana?" jawab Kevin dingin.


Karena kesal Kevin menolak untuk dibantu oleh Lee Tae Yeong ataupun Kwak Hyun, dan Hana.


"My Prince. Sini biar aku bantu, nanti kalau jatuh bagaimana?" ucap Hana pada suaminya yang terlebih dahulu jalan meninggalkan mereka.


"Biarkan saja Honey. Dia sudah besar, kalo jatuh kan ke bawah bukan ke atas." ucap Lee Tae Yeong santai.


"Kalian ini. Bercandanya nggak lucu tau, cepat susul Kevin, aku mau ke toilet sebentar, kebelet banget nih!" ucap Hana memegangi perutnya ia mendorong tubuh Lee Tae Yeong dan Kwak Hyun bersamaan.


"Biar aku temani. Kwak Hyun, kamu susul Tuan Sombong itu, bawa dia ke dalam mobil." ucap Lee Tae Yeong diangguki Kwak Hyun.


Awalnya Hana tidak mau tapi karena paksaan Lee Tae Yeong ia terpaksa mengiyakan kalau tidak ia tak diizinkan ke toilet.


Brukkkk


Tiba tiba saja Kevin tubuhnya didorong keras oleh seseorang yang berpakaian serba hitam hingga mengenai kaca besar rumah sakit sampai hancur berkeping keping hingga lengannya berdarah karena kejadian itu.


Badannya masih terasa sangat lemas Kevin tak bisa menjaga keseimbangan sendiri.


"Sorry." ucap orang yang berpakaian serba hitam itu mengacungkan jempol mengedipkan sebelah matanya.


"Brengsek. Siapa kamu? dasar pengecut." umpat Kevin berusaha berdiri untuk mengejarnya tapi tak bisa sangat sulit.


Pandangannya seketika buram ia melihat dari kejauhan orang berlari kearahya.


"Kevin?" panggil Kwak Hyun segera menghampirinya ia ingin mengejar orang yang telah mencelakai Kevin.


Tapi diurungkan niatnya ia segera membawanya ke ruang IGD untuk segera menangani luka Kevin.


"Kak Tae Yeong. Dokter Hyun, kamu tadi sudah menyuruh mereka kesini kan." tanya Hana mencari keberadaan Kevin di sekelilingnya.


"Nggak tau Honey. Kita cari saja mereka di sekitar sini." ajak Lee Tae Yeong mereka berkeliling ke sekitar halaman rumah sakit tapi tak menemukannya.


"Cepat telphone Kevin. Atau Kwak Hyun." titah Lee Tae Yeong ia mau menghubunginya tapi tidak punya nomornya.


"Kenapa?" tanya Lee Tae Yeong melihat Hana yang kebingungan setelah membuka tasnya.


"Hmm. Sepertinya ponselku ketinggalan deh! apa kak Tae Yeong tidak punya nomor mereka." jawab Hana ia melihat ke arah Lee Tae Yeong yang menggeleng.


Mereka melihat ada keributan di dalam rumah sakit Hana dan Lee Tae Yeong segera berlari ke arah orang orang itu berkumpul.


"Kasihan sekali ya laki laki itu. Kaca ini sampai hancur, bagaimana nasib dia, tapi wajahnya mirip sekali dengan anak dari keluarga Pratama?" ucap salah satu wanita kepada temannya menatap darah yang bercucuran disana.


Hana melangkahkan kakinya ke ruangan Kwak Hyun dengan terburu-buru meninggalkan Lee Tae Yeong yang masih mematung disana.


Ketika Hana ingin memasuki ruangan Kwak Hyun ia berpapasan dengan suster yang menghalanginya tak memperbolehkan ia masuk ke dalamnya karena itu privasi.


"Maaf Nona. Anda siapa? dan ada keperluan apa?" tanya suster itu menghalangi dengan kedua tangannya.


"Saya Hana Seo Yeon. Teman dari Dokter Hyun, apa dia ada didalam, bisa aku masuk." ucap Hana berusaha masuk tapi tetap dihalangi oleh suster itu.


"Maaf Nona. Dokter Hyun sedang diruang IGD, dia masih menangani pasien." ucap Suster itu.


"Pasien. Kata dokter Hyun, sudah tidak ada jadwal operasi lagi, dan sudah digantikan oleh dokter lain." ucap Hana lirih tapi masih terdengar oleh suster itu.


"Beliau Tuan Kevin. Dia pemilik dari rumah sakit ini, tadi ada penyerangan terhadapnya, tapi pelakunya kabur." jelas suster itu kemudian Hana berlari ke ruang IGD.


Lee Tae Yeong yang berada dibelakang Hana ikut berlari mendampinginya ia sampai kewalahan mengejarnya.


"Honey. Please, jangan lari lagi, ini rumah sakit, astaga anak itu sama kerasnya dengan suaminya." panggil Lee Tae Yeong ia paling malas kalau harus lari lari.


"Ayo kak cepat. Jangan seperti siput." ajak Hana ia menoleh ke belakang untuk segera mengikutinya.


Sesampainya disana Hana tidak boleh masuk oleh suster tapi kali ini berbeda.


"Maaf. Nona dilarang masuk. Didalam masih ada pasien yang butuh penanganan." ucap suster itu membuat Hana kesal saja karena lagi lagi ia dihalangi.


Hana tak peduli ia mencari cara untuk masuk ke dalam ia menerobos saat suster itu lengah.


"My Prince?" teriak Hana keras ia sampai dilihat oleh beberapa suster dan juga Kwak Hyun sedangkan Kevin hanya bisa geleng geleng kepala melihat aksinya.


"Jadi benar. Siapa yang melakukan ini semua, kak Hyun?" tanya Hana kepada Kevin beralih melihat ke Kwak Hyun ia sampai ngeri melihat lengan suaminya yang tergores kaca sampai menempel di kulitnya.


"Hana. Bisa minta tolong kamu keluar dulu, nanti kalau sudah selesai, aku panggil, oke." pinta Kwak Hyun diangguki Hana karena Kevin memberi syarat dengan kepalanya agar segera keluar dari ruangan itu.


"Baiklah. Maaf mengganggu, My Prince, aku tunggu diluar." ucap Hana tersenyum kaku ia sampai merinding melihat darah yang masih mengalir di lengan Kevin.


"Honey. Bagaimana keadaan Sombong itu, apa lukanya parah, atau sampai gagar otak." tanya Lee Tae Yeong penasaran ia memasukkan kepalanya ke dalam tapi ditahan oleh Hana dengan tangannya sampai menutupi wajahnya.


"Honey. Tanganmu, untung saja wajahku nggak lecet, kukumu kan tajam, seperti harimau, nanti kalau sampai." gerutu Lee Tae Yeong ia langsung mengambil ponselnya memastikan wajahnya tidak lecet sama sekali.


"Malah ngaca lagi. Tidak usah berlebihan, uangmu kan banyak, tinggal operasi wajah apa susahnya, atau perlu aku yang bayarin." omel Hana ia menempatkan bokongnya kasar ke kursi tunggu.


"Bercanda. Serius banget, nanti cepat tua lho! itu juga hati hati kalau duduk, ingat kandunganmu masih muda, tadi juga ngapain lari lari, kamu pikir disini lapangan sepak bola." ucap Lee Tae Yeong duduk disebelah Hana.


Hana menatap Lee Tae Yeong tajam ia yang kesal malah dirinya sendiri yang kena omelan juga.


"Lama lama kak Tae Yeong mirip sama Kevin. Bawel, kalian kembar." ucap Hana menunjuk dengan jari telunjuk nya ke wajah Lee Tae Yeong menatapnya curiga.


>>> BERSAMBUNG <<<