
"My Prince, minggir dong! Jangan halangi mobil aku." ucap Hana.
Suaminya sengaja berdiri di depan mobilnya sehingga Hana tak tau harus ke arah mana karena setiap ia akan melajukan mobilnya Kevin terus saja mengikuti kemana arah mobil Hana.
"Kevin maunya apa sih! bikin pusing aja, tadi mau pergi nggak dibolehin. Sekarang giliran boleh dia menghalang jalanku." gerutu Hana kesal ia turun dari mobil menghampiri suaminya.
"My Prince, aku mau meeting. Nanti terlambat, Doni tidak ada di negara ini, jadi mau tidak mau aku yang harus menanganinya sendiri." ucap Hana tersenyum.
Bukannya pergi Kevin malah masuk ke dalam mobilnya ingin ikut bersamanya.
"Oke. Ayo! hari ini aku meeting nya siang, jadi boleh yah! ikut, kamu tenang saja, aku janji nggak akan ganggu, anggap saja aku ini bodyguard." ajak Kevin menarik tangan Hana masuk ke dalam mobil bersamanya.
Hana merasa aneh dengan perilaku suaminya yang aneh seperti anak kecil yang ditinggalkan ibunya.
"Maksa banget. Belum juga aku mengiyakan, sifat Kevin hari ini aneh sekali, apa yang terjadi dengannya, mungkin kepalanya ke pentok kali yah?" ucap Hana dalam hatinya ia melihat ke arah suaminya dengan tatapan aneh.
Mau tidak mau Hana menuruti nya ia sampai diikuti oleh Kevin yang selalu ada disampingnya bahkan ketika mau bertemu klien selalu berada dibelakangnya.
Sampai klien mengira kalau Kevin adalah bodyguard Hana karena suaminya dari atas sampai bawah dari baju, celana, sepatu, masker, kaca mata, semuanya serba warna hitam tapi masih terlihat tampan walaupun hanya sedikit wajahnya yang terlihat.
"Ternyata benar apa kata pak Axton. Anda itu sudah cantik, pintar, bertalenta, mandiri, masih muda lagi, pantas saja kalau beliau sangat menyukai anda." ucap Siska sekertaris Axton Bert yang berasal dari Amerika.
Setelah selesai meeting mereka makan siang bersama.
"Panggil saja Hana. Biar tidak terlalu formal, kita kan seumuran." ucap Hana tersenyum.
Siska terus saja melihat ke arah Kevin yang duduk tidak jauh darinya hanya berjarak beberapa meja saja.
"Dia siapa? bodyguard kamu. Keren juga, bisa kenalin aku sama dia." tanya Siska ia menghampiri Kevin dan langsung mengulurkan tangannya.
"Tidak." jawab Hana asal.
"Minta dikenalin tapi dia sendiri yang kesana. Dasar sok keganjenan sekertaris sama boss sama saja, sok akrab banget lagi, pakai dekat dekat dengan Kevin? baru juga kenal." umpat Hana dalam hatinya melihat Siska duduk disebelah Kevin dengan santainya.
"Hei. Boleh kenalan nggak, namaku Siska, namamu siapa?" tanya Siska tersenyumke arah Kevin.
Disaat Kevin ingin mengulurkan tangannya Hana datang ditengah tengah mereka ia duduk di samping suaminya.
"Sorry. Saya harus pergi, Siska, kenalannya lain kali aja yah! meeting kita juga sudah selesai, Bye?" ucap Hana melambaikan tangannya ke Siska kemudian menarik tangan Kevin untuk ikut dengannya.
"Tapi Hana. Siapa pria itu, mereka sangat dekat sekali, pegangan tangan juga." ucap Siska melihat Hana dan Kevin saling berpegangan tangan bahkan merangkul pinggangnya.
Mereka buru buru pergi sebelum Siska mengusulnya Hana menghindar dari pertanyaan pertanyaan darinya.
"My Prince. Ayo cepat jalan." ajak Hana.
"Kamu ini kenapa? buru buru sekali. Oke, baiklah kita jalan sekarang, jangan cemburu begitu dong!" ucap Kevin menancap gas mobilnya segera meninggalkan Cafe itu.
Hana didalam mobil hanya diam saja tanpa berbicara sepatah katapun kepada Kevin yang sedari tadi melihat ke arahnya.
"Aku baik baik saja. Justru kalau wajahmu sedekat ini, aku jadi deg degan." jawab Kevin.
"Hmm. Bisa aja gombalnya." ucap Hana ia mengambil plastik berisi snack yang ada di kursi belakang lalu memakannya.
"BABY. Kamu mau ikut aku ke kantor, atau pulang." ucap Kevin kepalanya sedikit pusing tapi tidak bilang sama Hana.
"Ikut aja. Aku juga nggak mau sendirian di rumah, kamu mau." jawab Hana sembari menawarkan snack ke Kevin.
"Nggak. Itu makanan tidak sehat, banyak mengandung MSG, apa kamu tidak takut gemuk." ucap Kevin sedangkan Hana menatapnya kesal.
"Iya aku tau. Kamu takut aku gemuk, badan tambah gemoy, tidak langsing lagi, pipi cabi, jelek semuanya membesar, atau jangan jangan kamu tidak cinta lagi sama aku, gara gara aku gemuk." berondong Hana ia malah menghabiskan semua makanan yang ada di dalam plastik besar dengan sangat cepat.
"Satu lagi. Kalau aku gemuk, kamu bisa cari wanita lain yang lebih cantik dariku." ucap Hana lagi.
Kevin memberhentikan mobilnya dipinggir jalan yang sepi ia kemudian membungkam mulut Hana dengan bibirnya.
Lama mereka berciuman sampai nafas Hana tak beraturan ia mendorong dada Kevin agar sedikit lebih menjauh darinya.
"Itu hukuman buatmu. Jangan berbicara yang aneh aneh, hanya kamu wanitaku yang paling aku cintai, mana mungkin aku berpaling darimu, hanya karena kamu tidak kurus lagi, ingat sesuatu yang berlebihan itu tidak baik." ucap Kevin pasalnya Hana memakan banyak cemilan sampai habis satu plastik besar penuh.
Semuanya snack ada yang asin, juga ada pula yang pedas, Hana memakannya perutnya sampai panas.
"Kenapa? sakit lagi perutnya. Sudah dibilangin ngeyel, kalau begitu obat yang kamu minum, tidak ada gunanya sama sekali, orang pola makannya tidak dijaga." omel Kevin pada Hana yang memegangi perutnya.
"Iya aku salah. Tapi jangan menatapku seperti itu, ini yang terakhir kalinya." ucap Hana manyun.
Di perjalanan mereka dihadang oleh sekelompok orang yang sebelumnya sudah menyilangkan tiang pohon tumbang tak jauh dari mobil mereka.
"My Prince awas." ucap Hana yang tiba tiba saja ada pohon tumbang.
Kevin memilih memutar balik mobilnya sampai hampir menabrak pembatas jalan ia malas harus meladeni mereka semua.
"Hati hati. Kamu kenapa harus menghindari mereka?" tanya Hana ketika Kevin masih fokus menyetir.
"Kamu ini bagaimana? aku tidak mau salah satu dari kita ada yang terluka, mpalagi masuk ke rumah sakit." jelas Kevin.
Suasana masih menegang karena tiba tiba saja disamping kanan kiri mobilnya ada motor yang akan menghadang mereka.
•
•
•
BERSAMBUNG