Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
186. Hari Pernikahan Lee



"Paman Lee. Kemarilah." ucap Hana memanggilkan untuk Yoora.


Lee segera berlari menghampiri Yoora ia langsung menggendong nya.


"Eitch...! mau ngapain." ujar Kevin menahan Lee yang malah menghampiri ibunya bukan Yoora.


"Tentu saja memeluk. Keponakanku." ujar Lee menggendong nya.


"Kebanyakan alasan. Bilang aja kau mau memeluk istriku, jangan cari kesempatan dalam kesempitan." ujar Kevin dengan raut wajah tak suka.


"Santai. Lagi pula istrimu sudah terbiasa memelukku, tapi itu dulu sebelum kalian menikah." ujar Lee ia mendapat pukulan kecil dari Kevin, tubuhnya rasanya masih ngilu.


Agrhrrr... "Honey?" pekik Lee memanggil Hana dengan suara manja.


Kevin membuang muka sembarang arah sembari menjulurkan lidahnya.


"Kak Tae Yeong. Sekarang bisa duduk." titah Hana menunjuk kearah sofa yang berada di Ruftop.


"Yoora. Sini ikut sama, Pappy? kita main di sana, BABY, Jung Hwa." ajak Kevin ia mengambil alih putrinya dari Lee beralih memanggil putranya untuk datang padanya.


Kevin mengajak anak anaknya ke sebuah kamar kaca transparan, didalamnya sudah ada mainan untuk mereka yang ia bawa sebelumnya.


*****


"Kak Tae Yeong. Kau ingat janjimu padaku waktu itu, sedetik saja nyawamu melayang karena kecerobohan kamu sendiri." ucap Hana.


"Kau selalu mengatakan jago bela diri. Tapi ini apa? kak Tae Yeong kalah juga kan, kurangi minum minuman beralkohol, itu akan merusak organ tubuhmu sendiri." ocehnya Hana benar benar kesal.


Lee diam membisu ia seperti anak kecil yang di marahi ibunya.


"Kak Tae Yeong dengar aku tidak. Bukan kau saja yang menjadi korban, tapi ponselku juga rusak karenamu." ocehnya lagi ia teramat kesal.


"Don't worry. Honey, suamimu akan menggantinya." ucap Lee dengan santainya.


"Tubuhmu itu berat. Jangan membuat suamiku kelelahan menggendong tubuhmu." ujar Hana ia jadi mengingat sesuatu.


#FLASHBACK


London


Suasana rumah gelap gulita tak ada sedikit pun penyinaran yang terpancar di dalamnya, Hana menyusuri setiap kamar yang ada di rumah Lee.


"Sepi sekali. Biasanya kak Tae Yeong selalu menyambutku pulang." gumam Hana malangkah pelan karena suasana rumahnya sedikit menyeramkan karena bernuansa kuno.


"Sial. Ponselku tertinggal di mobil, tanggung sekali ini sudah setengah jalan, dimana letak saklar nya." gumamnya lagi meraba raba setiap dinding yang dilewatinya berharap ia menemukan nya.


Dari luar terdengar suara seseorang memanggil namanya samar samar ia mengira itu hanya ilusi pikirannya karena rasa takutnya.


"Honey. Help me." panggilannya setengah berteriak kemudian orang itu ambruk ke dasar lantai halaman rumah.


Prankkkk....


Aaaaaaaa. "Siapa disana? kau pikir saya takut. Keluarlah, ayo! kita bertarung" teriak Hana berjalan pelan menghampirinya.


Hana terkejut ternyata itu Lee Tae Yeong kakak angkatnya yang tak sadarkan diri di depan rumahnya sendiri.


"Kak Tae Yeong. Bangunlah!" teriak nya Hana menepuk pipinya keras, disana tidak ada orang lain selain dirinya terpaksa ia membawa Lee sendiri ke rumah sakit.


#FLASHBACK


Haa...haa...haa...


"Malah ketawa. Kak Tae Yeong pikir itu lucu, hah!" ujar Hana kesal ia menepuk punggung Lee keras.


"Agrh....! kalian berdua pasti sekongkol untuk mengerjaiku." pekik Lee meringis kesakitan.


"Sorry. Sorry, aku sengaja." ucap Hana segera menutup mulutnya menahan tawa ia tak mau dilihat oleh suaminya.


"Bisa panjang urusannya nanti. Untung saja Kevin tidak melihatku." batin Hana ketar ketir ia lupa jika Kevin masih di sekitar sana, kamar transparan tapi tidak bisa terlihat dari luar.


"Honey. Aku ingin memberitahu sesuatu." ucap Lee.


"Ada apa kak? kelihatannya penting." tanya Hana melihat wajah Lee begitu serius.


"Kamu tau tidak. Pelaku penembakan suamimu sekarang sudah bebas, dan kemarin dia bertemu dengan Kevin." ucap Lee.


"Siapa? kak Gino. Terus apa yang terjadi selanjutnya, dia tidak mencelakai suamiku lagi kan." Hana berubah khawatir.


"Kamu pasti sangat mencintai suamimu. Apa keputusan ku kali ini sudah benar, aku akan berusaha melupakannya, dan hidup bahagia bersama keluarga baruku nanti, tapi aku tidak siap untuk tidak bertemu dengannya." batin Lee termenung.


"Hello? aku masih ada di sini. Selanjutnya apa? bisa anda ceritakan." ucap Hana mengibaskan tangannya di depan wajah Lee.


"Kamu tanya sendiri sama suamimu. Aku tidak berhak ikut campur keluarga kalian." ucap Lee cuek ia bergegas pergi meninggalkan Hana dengan langkah kaki tertatih tatih.


"Nggak asyik. Nanggung tau, ceritanya baru setengah jalan, kak Tae Yeong." gerutu Hana cemberut.


"BABY. Kamu perlu membantunya, dia bisa jalan sendiri." panggil Kevin mencekal tangan istrinya.


"T-tapi itu. Kasihan kakinya sakit." ujar Hana.


Kevin membalikkan badan istrinya ia menatap wajahnya dekat.


"Suamimu ada disini. Kenapa kamu mengurusi pria lain, kalian itu bicara apa? lama sekali, sampai sampai anak anak tertidur." ucap Kevi.


"Jujur sama aku. Apa yang kamu tutupi dariku? aku tau jantungmu sering sakit setelah oprasi." ujar Hana tiba tiba mengatakan itu.


"Saat bersamamu. Aku bisa merasakan detak jantung kamu lebih cepat dari biasanya." ujarnya lagi.


"Aku tau tubuhmu mengalami penolakan. Kamu akan semakin bersedih jika tau siapa pendonor itu, apa kamu akan menerimanya, bagaimana dengan perasaan hatimu nanti." ucap Hana dalam hatinya.


"I-itu karena kamu cintaku. Jadi wajar jika jantungku berdetak cepat." elak Kevin


"Syukurlah. Aku lega mendengarnya." ucap Hana tersenyum senang.


*****


Tiga Hari Kemudian...


Hari dimana dua insan bersatu, Lee dan Caitlin telah resmi menikah.


Lee Tae Yeong merasa lega ketika seseorang yang ia harapkan datang akhirnya menunjukkan senyuman nya.


"Kak Tae Yeong. Sorry, kita datang terlambat, apa resepsinya sudah selesai." ucap Hana sembari menjabat tangan kedua mempelai.


"Caitlin. Congratulations, semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek." ucap Hana terlebih dahulu memeluk mempelai wanitanya.


Lee sudah mengulurkan kedua tangannya berharap ia bisa mendapat pelukan dari orang yang pernah ia cintai.


Hana tersenyum lalu memeluk kakak angkatnya erat. "Congratulations. Aku tidak menyangka kak Tae Yeong menikah juga." ucapnya ingin melepaskan pelukannya tapi Lee menahan agar sedikit lebih lama.


BERSAMBUNG