Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
11.Bertengkar



"Santai boss." ucap Alfian mengambil laptop nya.


"Bagaimana? apa sudah mendingan." ucap Alfian masih fokus dengan kerjaannya


"Lumayan, tapi masih sedikit pusing." ucap Kevin memegang keningnya.


"Kamu ingat kejadian semalam" ucap Alfian menutup laptop nya dijawab anggukan olehnya.


"Aku ingat. Tapi itu kan karena aku tidak sadar semalam, jadi salah sendiri dia tiba tiba muncul." ucap Kevin tak merasa bersalah.


"Kamu harus minta maaf sekarang." perintah Alfian terhadap Kevin.


"Memangnya kamu itu siapa?" ucap Kevin ketus.


"Aku sahabat kamu. Kalau diluar kantor, dan aku asisten kamu dikantor puas." ucap Alfian menekan.


"Jadi sebagai sahabat. Aku ingat kan kamu jangan terlalu kasar dengan perempuan apalagi Hana." lanjutnya Alfian merapikan laptop nya segera keluar dari kamar Kevin.


"Hey! kamu mau kemana?" teriak Kevin dari tempat tidurnya.


"Kantor. Disini bosen lihat muka kamu." ucap Alfian meninggalkan nya sendiri.


"Bisa bisanya dia bilang begitu." gerutu Kevin kesal.


Sementara diluar kamar Kevin, Hana sedang berjalan pelan tak mau langkahnya terdengar oleh Kevin karena letak kamarnya berdampingan jadi harus melewati kamar Kevin.


"Aku harus hati hati jangan sampai si kutup utara itu keluar." ucap Hana lirih melangkah kan kakinya satu persatu dan sedikit membungkukkan badannya.


"Aman." ucap Hana memegang dadanya,akan tetapi Kevin tiba tiba keluar dari kamar nya mengagetkan Hana.


"Mau ngapain kamu. Jalan mindik mindik seperti maling saja." teriak Kevin mengagetkan nya Hana hanya terdiam malas berdebat dengan Kevin.


"Kamu tuli ya! Kalau orang bicara itu dibalas." teriak Kevin lalu menarik tangan Hana yang diperban.


"Lepaskan." pinta Hana menghempaskan tangannya darinya dan menginjak kaki Kevin sangat kencang.


"Aduh! sakit tau kaki aku." ucap Kevin memegang kakinya yang kesakitan.


"Bodo amat. Whlee..." ucap Hana menjulurkan lidahnya lalu pergi untuk bersembunyi karena Kevin terus mengejarnya.


"Berani ya kamu." teriak Kevin kesal mengejar Hana dengan kakinya sedikit pincang.


"Hana..." panggil Kevin menggema diseluruh ruangan tersebut.


Sementara Hana mencari tempat untuk bersembunyi tak mau ketemu Kevin.


"Dimana ya? tempat yang aman untuk bersembunyi." ucap Hana melihat lihat sekitar nya dengan nafas tak beraturan.


"Aku tau." ucap Hana segera memanjat pohon dan bersembunyi disitu.


"Awas aja ya kalau ketemu aku akan kasih hukuman ke kamu." ucap Kevin mondar mandir kesana kemari.


"Mau lari kemana kamu." ucap Kevin berjalan menuju ruangan CCTV.


"Ternyata kamu disitu rupanya." ucap Kevin melihat Hana berada di dekat kolam renang.


"Hana. Hana?" panggil Kevin pelan untuk menjebak nya dengan senyum tipisnya.


"Dimana kamu Hana? Kamu keluar baik baik atau aku seret kamu." ucap Kevin mulai kesal tidak ada jawaban dari nya.


Kevin berjalan pura pura nggak tau keberadaan nya dan mendekati sebuah pohon di mana Hana bersembunyi.


"Turun kamu." ucap Kevin menarik kakinya Hana.


"Turun nggak." ucap Kevin mulai emosi menarik menariknya keras sehingga Hana kehilangan keseimbangan dan terjatuh ditangkap langsung oleh Kevin karena pohonnya tidak terlalu tinggi.


"Upss! jatuh." ucap Kevin menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Kasar banget sih kamu. Main jatuh jatuhin begitu saja, sakit tau." ucap Hana kesal karena badan nya sakit semua gara gara terjatuh.


"Biarin aja. Aku nggak peduli, itu hukumnya jika kamu berani permainkan ku." ucap Kevin tanpa membantunya berdiri.


Hana mencoba berdiri dengan susah payah Kevin hanya melihatnya dengan tawanya karena sudah mengerjai Hana.


"Aku baru melihat dia tertawa lepas seperti itu. Tapi sayangnya dia seperti itu karena puas mengerjai aku dasar kutup utara." ucap Hana dihatinya.


"Kevin itu ada ulat bulu di baju kamu." ucap Hana berusaha membalas mengerjainya.


"Kamu nggak usah bohong deb! mana ada." ucap Kevin melihat lihat seluruh bajunya.


"Itu disitu." ucap Hana menunjuk kearah rambutnya.


"Dimana?" ucap Kevin panik dan Hana mundur pelan pelan untuk kabur dari Kevin.


"Tapi bohong. Ha..Ha..Ha.." ucap Hana berlari ditepi kolam renang.


"Hey! mau lari kemana?"ucap Kevin mengejarnya dan mempercepat langkah nya.


"Kena kamu."ucap Kevin memeluk Hana dari belakang.


"Lepas. Nggak usah peluk peluk aku, suka kamu ya sama aku." ucap Hana memberotak berusaha melepaskan pelukan Kevin darinya.


"Nggak usah terlalu kepedean." ucap Kevin semakin mempererat pelukannya.


Hana terus berontak dan menyikut perut keras sehingga Kevin langsung tercebur kedalam kolam renang yang lumayan dalam.


"Byurrr.." bunyi suara Kevin jatuh ke kolam renang ia mencoba meminta tolong tapi Hana menghiraukannya dia pikir ini trik buat mengerjainya lagi.


"Kamu nggak usah pura pura deh! aku tau itu trik buat." ucap Hana belum selesai ia melihat Kevin tidak muncul juga dipermukaan air membuat nya bingung harus turun atau hanya diam.


"Kevin. Kevin?" panggil Hana pelan khawatir kalau Kevin benar-benar tidak bisa berenang tanpa pikir panjang ia langsung masuk ke Kolam renang.


"Kevin" panggil Hana didalam air melihat Kevin pingsan karena sudah banyak air yang masuk, Hana terlambat menyelamatkan nya ia langsung membawa Kevin kepermukaan air.


"Ku kira dia itu bisa berenang. Tau nya dari tadi aku langsung menolongnya." ucap Hana sedikit ada rasa menyesal dan panik harus berbuat apa.


"Kata orang sih! Pertolongan pertama harus. Aaah! Apa yang kamu pikirkan Hana." ucap Hana menepuk bibirnya sendiri teringat pertama kali mendapat ciuman pertama dari Kevin.


"Aku tau harus bagaimana?" ucap Hana menempelkan kedua tangannya ke dada bidang Kevin menekannya berkali kali sedikit keras agar cepat sadar.


"Uhuk...Uhuk...Uhuk...


suara Kevin batuk batuk mengeluarkan air dari dalam mulut nya.


"Syukurlah kamu sudah sadar." ucap Hana segera menarik tangan nya tapi langsung ditarik hingga jarak diantara mereka sangat dekat hanya lima centi Kevin memeluknya erat karena kedinginan.


"Lepaskan aku sekarang." pinta Hana gugup melihat wajah Kevin begitu dekat.


"Kamu enggak apa apa." ucap Hana panik dan sangat gugup Kevin hanya menggelengkan kepala nya dan tiba tiba Alfian datang beserta orang tua Kevin sehingga memergokinya berpelukan didekat kolam renang.


"Kalian sedang apa?" tanya orang tua Kevin bersamaan, Alfian hanya terdiam tidak percaya apa yang sedang dilihatnya.





Bersambung...