
Sore harinya Kevin menyuruh Lee Tae Yeong pulang tapi malah bersikeras mau tinggal bersama mereka untuk beberapa hari tanpa seizinya dengan alasan ingin menjaga Hana padahal masih khawatir dengan Kevin yang belum sembuh.
Bersama Kwak Hyun dengan alasan yang sama ia ingin menemani mereka karena keadaan masih ada penyerangan.
Takutnya nanti disaat Kevin lemah mereka akan menyerang rumahnya bersama Hana.
"Kamu pulang sana. Betah banget dirumah orang." usir Kevin dengan ketusnya ia melihat Lee Tae Yeong seperti musuhnya.
Lee Tae Yeong malah berjalan mengelilingi rumah Kevin dari lantai bawah sampai ke lantai atas tak memperdulikan ucapan Kevin terhadapnya ia malah menyelonong begitu saja.
"Rumahmu bagus juga. Bolehkan aku keliling, sekalian cari kamar yang cocok buatku." ucap Lee Tae Yeong tak memperdulikan ucapan Kevin yang melarangnya.
Lee Tae Yeong berkeliling rumah Kevin ia berhenti di taman belakang yang sangat indah dan bunga bunganya tertata rapi.
"WOW. Taman yang indah." ucap Lee Tae Yeong memasukinya.
Disaat menjelang malam masih terlihat indah karena disana terdapat lampu-lampu hias yang menerangi sekelilingnya.
"Apa ini taman permintaan Hana. Tapi tidak mungkin akan tumbuh sesubur ini, pernikahan mereka kan belum juga setahun." ucap Lee Tae Yeong ia berhenti di atas jembatan yang dibawahnya ada kolam ikan dan bunga teratai.
Lee Tae Yeong sampai memotretnya taman mini yang baginya sangat indah apalagi didalamnya ada banyak jenis tanaman yang harganya sangatlah mahal.
"Sedang apa kamu disini?" tanya Kwak Hyun ia menghampirinya.
"Mancing. Tuh lihat, ikannya banyak kan." jawab Lee Tae Yeong asal.
"Bro? semua yang ada disini ada harganya. Bisa buat beli rumah kalau sampai dijual, termasuk itu ikan ikan yang ada dikolam." ucap Kwak Hyun memperingatkan.
"Aku tau. Sejak kapan ada taman didalam rumah ini?" tanya Lee Tae Yeong penasaran.
"Dari pertama kali rumah ini dibangun. Mungkin sekitar tiga tahun yang lalu, dirumah Tuan Fadly dan Nyonya Sinta, disana juga ada, tapi tak seluas yang ada di rumah ini." jelas Kwak Hyun.
"Asal kamu tau. Dulu, sebelum Kevin menikah dengan Hana, dia hampir setiap hari datang ke taman, karena merasa kesepian." ucap Kwak Hyun lagi.
Kwak Hyun menjelaskan bahwa Kevin tidak merasa bahagia walaupun harta berlimpah, karir cemerlang, idaman para wanita, mandiri, sedari kecil Kevin tidak pernah meminta uang ke orang tua angkatnya ataupun hanya sekedar meminta mainan.
Walaupun begitu Fadly dan Sinta mereka sangat menyayanginya tanpa Kevin meminta sudah memberikan apapun kebutuhan anak angkatnya.
Sejak sekolah dasar Kevin sudah menjadi aktor kecil yang sangat berbakat ia selalu menjadi idola walaupun pada akhirnya Kevin memutuskan untuk berhenti menjadi selebritis karena sudah merasa bosan.
"Tapi aku tidak pernah menonton film atau sinetron dia, terkenal dari mana coba." ucap Lee Tae Yeong.
"Masa sih. Siapa yang tidak mengenal artis Kevin Sanjaya Pratama, semua orang tau, kecuali kalau tidak pernah melihat televisi, bahkan hampir setiap hari ada beritanya." ucap Kwak Hyun tak percaya.
Lee Tae Yeong tersenyum sendiri ia memang sedari dulu tidak pernah menonton televisi atau sekedar menonton film di bioskop ia lebih suka bermain playstation.
"Tidak. Dari dulu aku tidak pernah lihat televisi, kebanyakan drama, tidak nyata." ucap Lee Tae Yeong membuat Kwak Hyun semakin tak percaya.
Suara tawa terdengar dibelakang mereka siapa lagi kalau bukan Kevin dan Hana yang hanya tersenyum melihat suaminya tertawa lepas tanpa beban apapun.
"Apa yang kamu tertawaan. Memang ada yang lucu." ucap Lee Tae Yeong menunjuk ke arah Kevin.
"Hmm. Kamu itu hidup jaman apa sih! kuno banget, apa aku tidak salah dengar, yang dibilang sama kamu tadi, lucu sekali." ucap Kevin menyeringai ia menggelengkan kepalanya.
"Atau jangan-jangan kamu. Bukan manusia." ucap Kevin lagi.
"Hei! sembarangan kalau ngomong. Mulutmu seperti cabai, pedas sekali." ucap Lee Tae Yeong menghampiri Kevin tersenyum mengejek.
"Sudahlah. Stop! kalian ini apa apaan, kerjaannya bertengkar terus, pusing aku dengar nya." ucap Kwak Hyun menengahi.
"Dia yang mulai. Bikin kesel aja deh! mancing-mancing orang buat emosi, sudah gitu nguping lagi, seperti tidak punya tata krama saja." nyinyir Lee Tae Yeong.
Perut Kevin tiba tiba merasa mual ia menutupi mulutnya yang sengaja ia tahan tapi tak tahan lagi apalagi mencium bau parfum yang digunakan oleh Lee Tae Yeong dan Kwak Hyun baginya itu sangat menyengat di penciuman nya.
"BABY, tolong antarkan aku ke toilet. Perut aku mual banget, ayo cepat." pinta Kevin diangguki oleh Hana.
"Kenapa Tuan Sombong itu. Dia tiba tiba mual, apa parfum yang aku gunakan baunya tidak enak." tanya Lee Tae Yeong merasa heran.
"Biasalah. Namanya juga orang hamil, Kevin yang menanggung semua derita Hana?" jawab Kwak Hyun tersenyum.
"Baguslah. Kalau Hana yang mengalaminya, pasti akan lebih kasihan lagi." ucap Lee Tae Yeong ia sebenarnya ada rasa sedikit iba dengan Kevin tapi ia segera menepisnya.
"Nanti kamu juga akan mengalaminya. Apa kamu tidak berniat untuk menikah." ucap Kwak Hyun merangkul bahu Lee Tae Yeong.
Lee Tae Yeong menatapnya aneh pasalnya ia belum kepikiran untuk menjalin hubungan dengan wanita lebih serius ia masih ingin bersenang senang menikmati masa mudanya.
"Kamu sendiri apa? sama saja kan denganku. Belum punya pasangan, kalau aku sih! pacar banyak, tinggal pilih saja langsung dapat." ucap Lee Tae Yeong dengan sombongnya.
"Memangnya barang. Mereka juga punya perasaan, kamu terlalu mempermainkan wanita, jangan menanamkan kebiasaan nggak berguna, pikiran hidupmu, move on, dia sudah punya laki laki lain yang sangat mencintainya, begitupun sebaliknya." ucap Kwak Hyun ia tau tentang perasaan Lee Tae Yeong terhadap Hana.
*****
Di Korea
"Mah? kita ada berita bahagia. Kamu bisa tebak apa?" tanya Fadly membuat Sinta bingung.
"Apa itu?, jangan buat Mama penasaran deh! coba katakan." ucap Sinta merangkul pinggang suaminya.
•••••• BERSAMBUNG ••••••