Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
142. Masalah



Sore Harinya


*****


Lee Tae Yeong bolak balik berjalan keluar masuk rumah Kevin ia menunggu keduanya yang tak kunjung pulang juga.


"Mereka itu kompak sekali. Sudah sore belum pulang juga." ucap Lee Tae Yeong mondar mandir di halaman rumah Kevin.


Ponsel keduanya tidak aktif baik itu Hana maupun Kevin.


"Hish. Aku masuk saja, lelah juga harus berdiri disini, seperti orang hilang saja, berbicara sendiri." ucap Lee Tae Yeong memilih tidur di sofa menunggu kedatangannya.


Suara mobil terdengar dari luar itu Hana yang baru saja pulang bersama Doni setelah itu langsung pergi karena ada masih ada urusan diluar.


"Kak Tae Yeong. Kenapa berdiri disitu." ucap Hana terkejut mengelus da** pasalnya saat ia memasuki rumah sudah berada di depan pintu sampai mengejutkannya.


"Menunggu kalian." ucap Lee Tae Yeong sedangkan Hana mengerutkan dahinya ia kira Kevin sudah pulang.


Hana menoleh ke gerbang rumahnya alih alih menunggu kedatangan suaminya pasalnya Kevin bilang akan pulang lebih awal.


"Hei. Malah melamun." ucap Lee Tae Yeong menepuk tangannya keras sampai mengagetkan Hana lagi.


"Kevin belum pulang." ucap Hana pada dirinya sendiri.


"Jangan khawatir. Dia bisa jaga diri, sudah besar kan." ucap Lee Tae Yeong menghibur Hana menepuk pundaknya.


Mereka menunggu sampai jam dua belas malam tapi Kevin belum pulang juga.


Ponselnya tidak bisa dihubungi ataupun mengirimkan pesan ke sosmed miliknya juga tidak dibales.


"Aduh. Kevin kemana sih?" ucap Hana mondar mandir.


Lee Tae Yeong yang melihatnya sampai pusing ia menghentikan langkah Hana dengan menariknya duduk di sofa.


"Jangan bergerak lagi. Itu akan membuatku pusing Honey, tadi Kevin menelponku, katanya ponselmu tidak bisa dihubungi dan Tuan Sombong itu mau pergi ke luar." ucap Lee Tae Yeong menggantung.


"Luar kota. Atau luar negeri, kenapa dia tidak bilang sama aku?" ucap Hana kini sudah menangis sampai tersedu sedu.


"Honey, tenang lah. Aku saja belum selesai bicara, suamimu pergi keluar rumah, dia ada urusan, mungkin pulangnya jam dua belas malam." jelas Lee Tae Yeong ia memegangi kepalanya.


Tak lama kemudian Kevin pulang ia langsung menghampiri Hana yang terlihat sangat sedih ia sendiri tak tau apapun.


"Lho! BABY, what' s wrong with you?" tanya Kevin memegang kedua pipi Hana.


"Good." jawab Hana singkat ia berjalan menaiki tangga meninggalkan suaminya dan Lee Tae Yeong.


Kevin menatap Lee Tae Yeong tapi malah menaikkan kedua bahunya kemudian pergi juga.


"Apa yang terjadi?" gumam Kevin bingung menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Hana memilih pergi ke kamar mandi karena tubuhnya terasa lelah ia ingin menenangkan pikirannya sejenak.


"BABY. Kamu ada didalam, sebenarnya apa yang terjadi, jangan membuatku bingung." tanya Kevin menggedor pintu kamar mandi dengan kerasnya.


Kevin merasa tergoda ia memeluk istrinya erat dari belakang mencium leher Hana dengan lembut.


"Tubuhmu sangat wangi BABY. Bolehkah aku." ucap Kevin memilih menggantung perkataannya.


"Hmm. Aku mau tidur, kamu mandi dulu sana." pinta Hana ia sengaja melepas handuknya di depan suaminya.


Karena kesal Kevin melepaskan pelukannya ia pergi ke kamar mandi dengan raut wajah suram dan membanting pintunya kasar.


"Hei. Itu pintu bisa rusak nanti." ucap Hana menahan tawanya sembari mengganti pakaiannya.


"Salah suruh sudah buat orang khawatir. Tapi kasian juga dia, kenapa Kevin tidak marah saja padaku." ucap Hana dalam hatinya ia berjalan kemudian menempelkan tangannya ke pintu kamar mandi.


"Mandi atau apa sih! tidak ada suaranya." ucap Hana masih menempelkan telinganya.


Cukup lama Hana berada disana ketika Kevin mau keluar ia segera berlari ke kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut takut ketahuan kalo ia pura pura tidur.


Bukan Kevin namanya kalau dia tak tau gelagat istrinya ia menarik selimut yang menutupinya.


"Aku tau kamu pura pura tidur saja. Cepat bangun." ucap Kevin ketika mendapati Hana tidur sambil memegang Handphone ditangannya.


"Tau aja. Kamu tidak apa apa kan, aku lihat perasaanmu gelisah." ucap Hana tersenyum dan Kevin tau arti senyuman itu ia membaringkan tubuhnya di samping Hana.


"BABY. Sampai kapan aku harus menunggunya kamu selalu saja mengodaku, jangan lakukan itu didepanku lagi." ucap Kevin terlentang tanpa melihat Hana.


"Oke. My Prince." ucap Hana berbalik memeluk suaminya meraba dada bidangnya beralih ke perut six pack karena ia sengaja mengetes seberapa kuat godaan darinya.


Karena merasa kesal Kevin memilih membalikkan badannya dan menyingkirkan tangan Hana yang memeluknya.


"My Prince. Marah yah!" bisik Hana di telinga Kevin mesra.


"Hmm. Ngambek ceritanya, salahku apa?" tanya Hana.


"My Prince. My Prince, My Prince, My Prince, My Prince?" panggil Hana berulang kali karena Kevin masih belum mau melihatnya.


"BABY. Stop? berhenti menggodaku, jangan terus memancingku." ucap Kevin.


"Baiklah. Aku tidur di kamar lain saja." ucap Hana beranjak turun tapi tangannya dicekal oleh Kevin.


"Tetap ditempatmu. Kalau sampai berani turun tau sendiri akibatnya." titah Kevin membuat Hana mengurungkan niatnya kembali ke tempat semula.


"Maafkan aku. Tadi aku lupa kabari kamu, mendadak dikantorku ada masalah, jadi mau tidak mau harus pergi kesana." ucap Kevin.


Yang membuat Hana heran suaminya bilang kalau ia mau ke kantor kenapa bisa bilang ada masalah.


"Bukannya kamu ada di kantor. Kenapa ada masalah sampai tidak tau, jujur sama aku pergi kemana seharian ini, berangkat pagi pulang malam, aku itu khawatir menunggumu, tau nggak sih!" ucap Hana menahan rasa kesalnya.


Kevin menjelaskan kalau ia memang pergi ke kantor tapi mendadak ada klien dari luar negeri yang ingin menemuinya di luar dan setelah kembali lagi ia mendengar kabar kalau ada kebakaran dikantornya di bagian lantai atas.


Tapi untungnya masalah bisa diatasi jadi setelah semuanya selesai Kevin baru pulang ke rumahnya karena ia juga harus menyelidiki kejadian itu ada yang sengaja melakukannya atau hanya konsleting listrik.


BERSAMBUNG