Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
166. Melahirkan



Hampir satu bulan lamanya Kevin tak kunjung pulang, semua orang panik mencari keberadaan nya termasuk Hana, padahal sebelumnya suaminya telah berjanji akan menemaninya sampai maut memisahkan mereka, nyatanya itu diluar dugaannya.


"My Prince. Sebenarnya kamu ada dimana? setidaknya hubungi aku." gumam nya melamun di teras halaman rumahnya.


"Hey! kamu pasti sekarang sedang memikirkan suamimu, tenanglah dia pasti akan baik baik saja, don't worry." ucap seseorang di belakangnya.


Hana menoleh suara itu nampak begitu asing di telinganya. "My Prince. Aah! sorry, aku kira kamu itu." ujarnya berubah masam.


"Nona Hana. Lama tak berjumpa, bagaimana kabar mu? Kau pergi begitu saja tanpa mengabari ku." tanya Doni berdiri di sampingnya.


"Nona Hana gak boleh tau. Kalau Tuan Kevin sekarang masih disekap oleh Singa Merah, bisa bisa dia nekat untuk kesana, semoga Tuan Lee berhasil menyelamatkannya dari mereka." batin Doni.


"Wooy! di sini yang punya masalah itu saya. Kenapa kau jadi ikut ikutan bengong, jujur kau pasti sekarang lagi mikirin pacarmu bukan." ucap Hana menepuk tangannya keras di depan wajah asistennya.


Doni terkejut ia hampir menjatuhkan Ipad yang di pegang nya.


"Thanks Nona. Bisa repot nanti kalau rusak, aku harus menyalin semua data data penting yang tersimpan di dalamnya." ucap Doni ketika Hana dengan sigap menangkapnya ketika akan jatuh.


"Kau berterimakasih atau memarahiku." ujar Hana membuat Doni tak enak hati.


"B-bukan itu maksudku Nona." ucap Doni lebih tak enak hati pasalnya Hana menatapnya tajam.


Ha..Ha..ha... "Dari dulu kau tidak pernah berubah. Masih aja kaku, kau tau kan bagaimana watak ku, bercanda kali serius sekali muka mu." seru Hana di sela sela tawanya.


"Nona Hana juga. Suka usil, tapi nggak apa apa yang penting saya sudah berhasil membuatmu tertawa." ujar Doni.


Tiba tiba saja perut Hana terasa nyeri tak tertahankan.


Di rumah sakit...


Sulit rasanya persalinan tanpa di dampingi sang suami.


"Tuan Sombong. Tunggu, kau mau kemana?"


Lee mencekal tangan Kevin ketika ia akan buru buru pergi menyusul istrinya ke rumah sakit.


"Lepas. Ku bilang lepaskan tanganmu dariku." pinta Kevin cekalan tangannya semakin erat ia tak bisa melepaskan nya karena keadaan nya begitu lemah dan butuh perawatan khusus.


"Look at you. Come on Kevin, please! dengan keadaan kamu seperti ini itu akan membuat Hana khawatir, setidaknya pikirkan istrimu dan anak anakmu hah! pikirkan itu baik baik." ujar Lee mencoba memberi pengarahan.


Langkah Kevin berhenti, tiba tiba pandangan matanya buram seketika ia ambruk.


"Kevin. Hei! bangunlah, bukankah kau berjanji akan mendampingi Hana, dia menunggumu di dalam." panggil Lee menepuk pipinya keras.


"Astaga. Lukanya parah sekali, kenapa kau tak bilang padaku?" ujar Lee panik ia segera memapah tubuh Kevin agar mendapat penanganan dokter.


Di ruang Persalinan


"Kak Tae Yeong. Dimana suamiku? bukankah kau bilang padaku akan membawanya kesini." tanya Hana.


Lee diam membisu ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Hana.


"Dia baik baik saja kan. Kevin berjanji akan mendampingiku, dia tidak mau ikut denganmu, kenapa? kak Tae Yeong." ujar Hana setengah berteriak.


"Agrhhh! perutku sakit sekali." pekik Hana.


*****


Suara tangis bayi terdengar jelas di telinga Lee ia bahagia sekaligus sedih, Hana pasti akan menanyakan keberadaan Kevin lagi.


Satu tahun kemudian...


"Tuan Sombong. Apa kabar? kangen juga berdebat denganmu, sorry tidak bisa menepati janjiku, hari ini ada tamu spesial untukmu." ucap Lee Tae Yeong membukakan pintu untuk Hana.


"Kau siapa?" tanya lelaki yang masih berbaring lemah di brankar melihat kedatangan Lee bersama Hana


"My Prince." panggil Hana membelai wajah sang suami yang masih berbaring lemah di ruang ICU.


Alangkah terkejutnya ketika tangan Hana di hempaskan oleh suaminya sendiri.


Tatapan Kevin begitu bingung melihat kedatangan istrinya seakan tak mengenal nya.


Sebelumnya dokter sudah mengatakan jika ada gangguan daya ingat Kevin, apalagi ia baru saja koma satu tahun lamanya, butuh waktu untuk memulihkan kondisi tubuh nya dan juga ingatannya.


"Dia istrimu. Namanya Hana Seo Yeon, apa kau tidak kenal?" ujar Lee mendapat tatapan tajam dari Hana.


"Sekarang kau tau kan." ujar Lee lagi ia perlahan melangkah mundur membuka pintu.


"Kau mau kemana?" tanya Kevin.


"Ada urusan sebentar. Enggak apa apa kan saya tinggal." jawab Lee sembari menguncupkan kedua jari jarinya tatapannya mengarah ke Hana.


"Ya sudah pergi sana." usir Hana segera menutup pintunya.


Tangan Kevin meraih gelas berisi air tapi tak sampai, dengan sigap Hana mengambilkan nya untuk sang suami.


"Biar aku saja. Kamu jangan terlalu banyak bergerak." ujar Hana tersenyum sembari membantu memegangi gelas nya.


"Saya mau ke toilet." ucap Kevin.


Hana meraih lengan kekar suaminya ia kalungkan di lehernya dan membantunya ke dalam toilet.


"Ngapain masih disini. Tunggu di luar." ucap Kevin Hana masih terdiam.


"Kamu mendengarku tidak. Telingamu masih normal kan." lanjutnya lagi diangguki Hana.


Kevin menutup pintunya lumayan keras. "Untung suami. Kalau bukan udah aku pukul itu kepala biar sadar." gerutu Hana.


"Jaga bicaramu. Saya dengar semua yang kau katakan." ujar Kevin membuat Hana terkejut ia menutup mulutnya.


"Apa suara ku terlalu keras tadi? sepertinya dia balik lagi ke sifat awalnya, sabar Hana, kata dokter ini hanya sementara." batin nya.


"Hey! Siapa nama kamu? saya lupa." tanya Kevin mengejutkan Hana lagi.


"Hana Seo Yeon." jawab nya.


Kevin menatap wajah Istrinya dekat, tatapannya menyelidik mengamati penampilannya begitu modis layaknya model.


"Kenapa?" Hana ikut kemana arah mata suaminya.


"Lain kali berpakaian yang sopan. Kamu tau kan sekarang ada di mana." ujar Kevin berjalan merambat ke brankar nya.


Pasalnya Hana yang mengenakan gaun merah tanpa lengan, seatas lutut dengan riasan di wajahnya.


"Ooh! tadi aku terlalu terburu-buru kesini. Jadi lupa untuk berganti pakaiannya, maaf." ucap Hana tak enak ia pun baru menyadarinya.


*BERSAMBUNG*