
"My Prince. Mama sama papa pulangnya kapan?" tanya Hana.
"My Prince?" panggil Hana tak juga ada jawaban.
"Aku kangen sama mama. Papa?, mereka pulangnya kapan My Prince?" tanya Hana masih tak ada reaksi dari Kevin ia melihat ponselnya tapi pikirannya entah kemana.
"Hei. Kevin, ditanya istrimu tuh!" seru Kwak Hyun yang sedari tadi diam.
"Biasa aja kali. Memangnya aku tidak dengar." ucap Kevin datar.
"Dengar apa coba. Tadi Alfian yang bengong, sekarang kamu, sebenarnya kalian mikir apa sih! Rileks! Nikmati liburan." ucap Kwak Hyun menggeleng geleng kan kepalanya.
"Iya. BABY, Maaf aku nggak dengar, apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Kevin menatap Hana yang berpaling muka cemberut.
"Jangan begitu dong BABY. Kamu marah." ucap Kevin beralih berjongkok di depan wajah Hana memegang tangannya.
"Suami nggak peka. Istrinya tanya bukannya jawab malah melamun." gumam Lee Tae Yeong tapi masih terdengar oleh Kevin.
"Bilang apa kamu tadi. Jangan kamu pikir aku nggak dengar." ucap Kevin mengambil tisue lalu melemparkan ke wajah Lee Tae Yeong.
"Hei. Kamu?" ucap Lee Tae Yeong menegang.
"Sudah. Kalian ini seperti Tom and Jerry, setiap ketemu bertengkar terus, kamu tidak sedang cemburu pada mereka." ucap Carlos menengahi.
"Ooh! ternyata kamu suka sama istriku." sahut Kevin.
"Mana mungkin. Kamu pasti tidak benar benar cinta sama Hana, aku sahabatnya, tidak rela kalau Hana dapat suami sombong sepertimu, pria arogan." ucap Lee Tae Yeong tersenyum sinis.
Kevin emosi menggebrak meja keras hingga para pelayan yang ada disana menoleh ke arah mereka ia ingin menghampiri Lee Tae Yeong tapi tangannya dicekal oleh Hana.
"Jaga ucapanmu. Aku sangat mencintai istriku, begitupun juga sebaliknya." ucap Kevin sedangkan Hana tak percaya baru kali ini mendengarnya.
"Kak Tae Yeong. My Prince, sudah jangan diteruskan, jita kesini mau makan biar kenyang, bukan makan hati." tegas Hana.
Lee Tae Yeong dan juga Kevin baru berhenti bertengkar setelah Hana melerainya.
Tak lama kemudian pesanan makanan mereka datang.
"Silahkan Tuan Tuan. Nona, selamat menikmati." ucap salah pelayan meletakkan makanan ke meja mereka.
"Terima kasih mba? Maaf tadi ada sedikit keributan. Maklum saja mereka itu belum dewasa." ucap Hana tak enak hati kemudian berbisik di telinga salah satu pelayan.
"Tidak apa apa Nona. Kami permisi dulu." ucap pelayan itu berjalan mundur dan menundukkan kepalanya dijawab anggukan oleh Hana.
"BABY. Aku mau coba makanan itu dong! sepertinya enak." ucap Kevin melihat ke arah makanan yang dipegang Hana.
"Ya sudah ini. Biar aku suapi." ucap Hana.
Kevin tersenyum melihat senyuman Hana saat ia menyuapi dirinya.
"Sini. Biar aku suapi, kamu juga lapar kan." ucap Kevin mengambil alih sendok yang berada di tangan Hana.
"Emmm, Enak banget. Aku baru coba makanan ini." ucap Hana menerima suapan dari Kevin.
"Nanti aku tanya resepnya. Biar aku buatkan dirumah." ucap Kevin membuat Hana tersenyum.
"Emangnya bisa." ucap Hana.
"Pastinya apa sih! yang nggak bisa buat kamu." ucap Kevin.
"Hmm. Pastinya tidak bisa, aku mau nambah lagi, mba?" ucap Hana kemudian memanggil pelayan untuk pesan makanan yang sama.
"Itu makanan yang kamu suka. Kenapa tidak dimakan?" tanya Hana melihat makanan khas barat yang dipesan Kevin.
"Maaf boss. Tapi aku tidak begitu suka sama makanan itu." ucap Alfian menolak.
"Biar aku saja yang makan." timpal Carlos langsung mengambil makanan di meja depan Kevin.
"Oke. Buat kalian yang mau nambah silahkan, semuanya biar saya yang traktir." ucap Kevin.
"Dengan senang hati Kevin. Sering sering aja begini, jadi paman tidak usah mengeluarkan uang." ucap Carlos.
"Dasar paman. Maunya gratisan." ucap Kevin menggelengkan kepalanya.
Setelah makan mereka memilih bersantai untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
"Sepertinya kalau malam hari pemandangan disini sangat indah." ucap Hana kini mereka melihat banyak pepohonan yang rindang.
"Indah dari mananya. Kalau malam pasti gelap, paling juga karena lampu lampu restoran ini." ucap Kevin.
"Bukan itu maksudku. Kita lebih dekat lagi kalau melihat bintang, secara tempat ini tinggi, akan aku gapai sejauh apapun." ucap Hana tersenyum menunjuk kearah langit.
"Kamu ini ada ada saja. Langit dan bumi jaraknya sangatlah jauh, kita tak akan bisa menggapainya." ucap Kevin tersenyum.
"Tuan Kevin. Nona? kalian ditunggu karena mereka semua sudah bersiap siap untuk pulang." ucap Doni.
"Baiklah. Ayo?" ajak Kevin.
"Sebentar aku mau bicara sama Doni. Kamu kedepan dulu, nanti aku nyusul, sebentar saja, Oke." ucap Hana mendapat anggukan dari Kevin.
"Jangan lama lama. Aku kedepan dulu." ucap Kevin sembari berjalan.
Hana membawa Doni ke tempat dimana tidak ada orang disekitarnya.
Sebelumnya Doni sudah mengirimkan pesan kepada Hana untuk bertemu sebentar.
Doni menjelaskan wanita yang ditemui Kevin di Cafe bersama Alfian.
"What? Dia mantan pacar Kevin. Bukannya mereka sudah putus, lalu buat apa bertemu lagi, atau mungkin Kevin?" ucap Hana berhenti melanjutkan ucapannya.
"Menulis informasi yang saya dapat. Dia berpura pura sakit didepan Tuan Kevin, agar bisa mendapatkan uang karena suruhan orang lain dan sengaja membuat Nona dan Tuan Kevin salah paham." ucap Doni membuat Hana sampai terkejut.
"Beraninya. Kamu tau siapa orang itu, akan kupastikan dia akan menyesal sudah berurusan denganku." ucap Hana merasa geram.
"Orang itu adalah." ucap Doni berhenti karena Kevin memanggil Hana jadi tidak jadi ia mengungkapkan.
"BABY. Katanya cuma sebentar, mereka semua sudah menunggu, apa kalian belum selesai bicara, sepertinya serius." ucap Kevin beralih melihat Doni.
"Bukan apa apa? kita cuma membicarakan soal pekerjaan saja." ucap Doni.
"Ooh! Ya sudah. Kita kesana, malas banget dengar ocehan orang itu." ajak Kevin menggandeng tangan Hana.
"Kak Tae Yeong?" ucap Hana.
"Siapa lagi. Dia suka banget cari gara gara, kalo bukan dia sahabat kamu, pengen aku tonjok itu muka." ucap Kevin dengan nada sedikit kesal.
•
•
•
BERSAMBUNG