
Hana berjalan sesuai petunjuk GPS yang ada di dalam ponselnya.
"Nona mencari siapa?" tanya Tomi melihat Hana menoleh kesana kemari tak tau sedang mencari apa.
"Mobil merah." jawab Hana.
"Maksud Nona itu". ucap Tomi menunjuk ke arah mobil merah yang berhenti di tepi jalan.
"Iya. Itu dia." ucap Hana berlari.
"Nona Hana?" panggil Tomi berlari menyusul Hana.
"My Prince. My Prince?" panggil Hana menggebrak kaca mobilnya berkali kali.
"Nona ini mobil siapa? kalau seperti ini Nona dikira mau mencuri. Itu didalam ada orang juga." tanya Tomi menahan tangan Hana.
"Suamiku." jawab Hana.
"Maksud Nona pacar." ucap Tomi ia mendapat pukulan kecil dari Hana.
"Kalau tidak mau bantuin aku. Sebaiknya kamu diam aja deh! atau pergi saja sana." ucap Hana.
Kebetulan disekitar sana ada kawat berukuran besar di ujungnya berbentuk pipih Tomi segera mengambilnya.
"Nona minggir dulu. Biar saya yang buka pakai ini." ucap Tomi.
"Hati hati. Itu tajam lho!" ucap Hana dijawab anggukan dari Tomi.
Tak butuh waktu lama Tomi berhasil membuka pintu mobilnya.
Hana segera menghambur masuk ke dalam mobil ia melihat Kevin wajahnya pucat dengan badan yang gemetaran panas dingin.
"My Prince. Badan kamu panas banget." ucap Hana memegang dahi Kevin yang terasa panas.
"Nona. Ada yang bisa saya bantu." ucap Tomi.
"Hmm. Kamu tolong bantu aku pindahkan Kevin." ucap Hana.
"Baiklah. Nona keluar sebentar." ucap Tomi.
Tomi memindahkan Kevin ke kursi mobil depan di sebelahnya.
"Thanks. Kamu mau pulang, Biar saya antarkan kamu pulang." ucap Hana.
"Terimakasih atas tawarannya Nona. Tapi saya bawa motor sendiri." ucap Tomi.
"Oke. baiklah, kalau begitu kamu pakai jas hujan ini, baju kamu basah semua nanti." ucap Hana ia melepas jas hujan yang ia kenakan pada Tomi.
Hana segera menancap gasnya lalu meninggalkan tempat itu melajukan dengan cepat ke rumahnya.
Tiga puluh menit kemudian Hana baru sampai tapi ia malah tidak bisa masuk karena gerbangnya tertutup.
"Pak tolong cepat buka gerbangnya." teriak Hana beberapa kali kepada penjaga tetapi tidak ada orang sama sekali.
"Apa aku harus naik gerbang setinggi ini. Punya rumah aneh banget, kenapa sampai tiada penjaga sama sekali coba, kemana mereka semua?" gerutu
Hana menatap ke arah atas.
Hana baru ingat kalau setiap hari minggu semua pekerja diliburkan oleh Kevin.
Tadi pagi juga Hana melihat Kevin membuka gerbang rumahnya pakai ponselnya ia segera mencari handphone Kevin.
Untung saja Hana pernah memasukkan sidik jari di handphone Kevin ia dengan mudahnya membuka password tanpa kesulitan.
"Akhirnya terbuka juga. Dia pingsan apa tidur sih! kenapa tidak bangun juga." ucap Hana kembali ke dalam mobil ia memarkirkan di halaman rumah dan otomatis gerbang tertutup kembali.
"Kamu makan apa sih! berat banget." ucap Hana menggendong Kevin yang badannya tidak setara dengan tubuhnya.
Hana membaringkan Kevin dikamar nya dengan susah payah karena ia sendiri tidak kuat menggendong Kevin.
Hana berganti baju terlebih dahulu setelah itu ia menggantikan pakaian Kevin.
"Apa harus aku yang menggantikannya. Tutup mata kali yah!" ucap Hana ia melepas baju yang dikenakan Kevin.
Mata Hana membelalak ketika ia melihat langsung tubuh Kevin six pack, lengan kekar, perut kotak kotak, dada bidang.
Seperti baru pertama kali melihatnya Hana terpesona dengan wajah dan tubuh atletis yang dimiliki oleh Kevin.
Tanpa sadar kedua tangan Hana bergerak meraba lengan dan perutnya hingga sampai ke atas dada bidang Kevin.
"Aku baru sadar. Ternyata Kevin sangat keren." ucap Hana karena ia baru pertama kali melihat Kevin secara dekat.
Biasanya ia juga tidak perduli kalau ada Kevin di sebelahnya malah Kevin yang selalu menggodanya disaat mereka sedang berdua.
"Bagaimana dengan celana ini. Tutup mata kali yah?" ucap Hana menutup kedua matanya sembari tangannya melepas celana panjang yang dikenakan Kevin.
Kemudian Hana memakaikan celana pada Kevin dengan mata tertutup meskipun ia terus saja menyenggol junior Kevin.
"Selesai juga. Tinggal atasan piyama ini." ucap Hana ia malah meraba kembali tubuh atletis Kevin.
Kali ini Hana malah berbaring di samping Kevin memeluknya erat dan tangannya bergerak di dada bidang Kevin.
"Saranghae. I Love You." ucap Hana tersenyum ia memeluk Kevin kemudian mencium bibir Kevin.
Sedari tadi Kevin sebenarnya sudah sadar ia sampai menahan tawanya saat Hana menggantikan bajunya bagi Kevin sangatlah lucu.
Apalagi ketika ia mendengar Hana mengatakan cintanya terhadapnya.
"Aku juga mencintaimu Hana." batin Kevin ia tersenyum.
Hana tertidur dengan tangan yang masih memeluk Kevin.
Bahkan posisi Hana malah seperti diatas Kevin da** Hana menempel pada dada bidangnya ia juga belum memakai pakaian karena mungkin Hana lupa menggantikannya atau sengaja.
🌱☘🌿
Pagi Harinya sayu sayu Hana membuka matanya mendapati Kevin berada di atasnya kedua tangannya menghimpit tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Hana.
"Coba kamu katakan kembali." pinta Kevin.
"Katakan apa? Kamu aneh banget. Sesak nafas aku, kamu jangan terlalu dekat." ucap Hana semakin dihimpit Kevin.
"Nado Salang Haeyo." bisik Kevin ditelinga Hana.
Hana sampai membulatkan matanya ia tegang dan kaget mendengar ucapan Kevin.
Hatinya berbunga bunga ia tak menyangka kalau Kevin juga mencintai dirinya.
"Jadi kamu semalam membohongiku. Pura pura belum sadar." ucap Hana.
"Ya. Kurang lebih seperti itu, sebenarnya dari awal kamu membawaku ke kamar." ucap Kevin menunjukkan giginya.
"What? jahat banget kamu. Jadi semalam pura pura belum sadar." ucap Hana ia membayangkan kejadian semalam disaat ia meraba tubuh Kevin ia juga mencium bibirnya.
"Sentuhanmu itu. Sangat lembut, ayo lakukan lagi, disini." ucap Kevin menarik tangan Hana ia menempelkan di dada bidangnya beralih ke perut six pack nya.
Hana dibuat tercengang dan malu wajahnya memerah
•
•
•
BERSAMBUNG