
Di dalam pesawat
Kevin terlihat termenung ia tak bisa tidur, Hana terbangun mengamati wajah suaminya yang gelisah entah apa yang di pikiran nya.
"My Prince. Kamu tidak tidur." panggil Hana pada suaminya.
Kevin menatap wanitanya tersenyum. "Aku cuma mau melihatmu tertidur." ucapnya tersenyum mengusap wajah Hana.
"Kenapa begitu? tadi kamu bilangnya lelah. Sebaiknya istirahat, besok kita harus terlihat fresh di depan anak anak dan juga mama, papa." ucap Hana melihat raut wajah suaminya agak murung.
"Iya. Tapi aku belum mengantuk, kamu tidur aja, biar ku temani." ucap Kevin tersenyum.
"Aku baik baik saja." ucap Kevin seakan mengerti dari ekpresi istrinya bertanya.
"Ceritalah. Aku akan menjadi pendengar yang baik." pinta Hana.
"Okey! kamu masih menyembunyikan sesuatu dariku." ucap Kevin.
"Tentang. Kamu tidak pernah bercerita fakta tentang ayahmu. Lee? juga bercerita padaku jika ibu kandungku meninggal bersama." ujar Kevin berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.
"Waktu itu." ucap Hana.
#FLASHBACK
"Hey! anak pembangkang. Akhirnya aku menemukanmu." panggil seseorang menarik tangan wanita yang baru saja keluar dari Cafe.
"Nenek sihir. Apa yang dia lakukan disini." batinnya Hana terkejut.
Kebetulan suasana di sekitarnya tidak ada orang selain mereka berdua.
"Mami?" gumam Hana.
"Kenapa? takut. Kali ini kamu tidak bisa lolos dariku." ujar Mi Kyong Seok ibu kandung Kevin, menyeret tangan Hana mengikuti dirinya.
Tiba tiba saja Hana di suntik dari belakang ketika ia lengah, seketika tubuhnya ambruk lemas.
Brukkk....
Tubuh Hana di jatuhkan begitu saja ke tengah jalan yang sedang ramai kendaraan berlalu lalang.
"Tamatlah riwayatmu. Hana Seo Yeon, aku akan menjadi orang pertama yang menyaksikan kejadian tragis ini, dan semua orang mengira jika kamu mengakhiri hidup dengan cara seperti ini." ucap Mi Kyong Seok menyeringai.
"Crazy. Apa yang kau lakukan padaku?" teriak Hana ia tak berdaya, berdiri saja ia tak sanggup.
Haa....Haa....ha..... tawa gembira terukir di wajah ibu tirinya ia teramat senang, sembari bertepuk tangan, bagi nya itu pemandang paling langka.
Dari arah kanan kiri terdapat dua truk bermuatan besar berjalan ke arahnya, Hana semakin panik di buatnya.
Aaaaaaaa....... teriak Hana memejamkan kedua matanya.
#FLASHBACK
"Aku kira. Saat itu juga nyawaku sudah melayang, dan ternyata, Ayah yang datang menyelamatkan aku, sebelum tiada ia sempat mendonorkan darahnya untuk, anaknya." ucap Hana ia mengeluarkan air matanya mengingat kejadian itu.
"Dan ibu kandung kamu. Dia bunuh diri karena tidak mau di salahkan atas kematian ayahku." jelasnya membuat hati Kevin ikut tersayat mendengarnya ia memeluk istrinya dalam dekapannya.
"Aku saja belum sempat bertemu kembali dengan ibu. Semoga arwahnya tenang di alam sana." batin Kevin.
"Maafkan aku. BABY, kamu pasti sangat terpukul, aku tidak bisa mendampingimu di saat itu." ucap Kevin melepas pelukannya mengusap wajah air mata istrinya yang terus mengalir.
"Ini semua sudah takdir yang maha kuasa. Jadi kamu jangan menyesalinya." ucap Hana ia tau jika Kevin juga merasakan apa yang ada dalam hatinya.
Di rumah Kevin
Anak anak bersama kedua orang tuanya sudah menyambut kedatangan mereka.
"Kak Tae Yeong."sapa Hana mengajak suaminya berjalan menghampirinya.
"Hei. Tuan Sombong, apa kabar?" sapa Lee merangkul menepuk pundak Kevin.
"Pengantin baru. Mesra nya, kalian tidak mau membalas sapaan ku, Honey?" ujar Lee beralih menatap ke Hana.
"Kalian pasti bingung kenapa kita semua berkumpul di sini. Ayo! kita masuk, Kevin, Hana?" ajak Fadly.
*****
Semua orang masuk, tapi tidak untuk Kevin, Lee mengajak bicara empat mata di taman luar rumahnya.
"Kapan kau sampai? apa kalian tidak bulan madu." tanya Kevin.
"Tidak. Caitlin sekarang sedang sibuk sama pekerjaannya." jawab Lee santai.
"Bagaimana mungkin. Kalian baru saja menikah, apa tidak bisa meluangkan waktu satu atau dua hari, uang kamu juga tak akan berkurang juga kan." ujar Kevin.
"Aku mau memberi tau. Bahwa Caitlin akan ikut aku ke Paris, kita memutuskan untuk menetap di sana." ujar Lee membuat Kevin menyerngitkan dahinya.
"Sebelumnya aku juga minta maaf. Karena telah berbohong padamu, tentang kalau kita berdua bukan saudara kembar." ucap Lee reaksi Kevin terlihat biasa saja.
"Ooh! kau tak perlu repot repot. Untuk memberitahuku, aku sudah tau semuanya, bahwa kau sebenarnya adalah anak dari kakak ibu kandungku." ujar Kevin tanpa melihat ke arah Lee.
"Justru aku sangat berterima kasih. Selama ini kau telah menjaga keluargaku dengan baik." lanjutnya Kevin baru menatap dalam mata Lee.
Lee tersenyum getir mendengarnya. "Tapi seharusnya kau senang, bisa punya kembaran seperti aku." ucapnya memasang wajah menggemaskan.
Kevin melihatnya merasa geli ia berlalu pergi meninggalkan Lee sendiri di taman.
"Tuan Sombong. Kau mau kemana?" panggil Lee tak di perdulikan.
Langkah kaki Kevin terhenti melihat ada kedatangan tamu yang tak asing.
"Siapa wanita parubaya itu. Wajahnya terlihat familiar." batin Kevin mengamatinya.
"Nak Kevin." sapa wanita itu menghampirinya.
"Hei. Itu kamu di panggil, jawab atau apa gitu, bu? perkenalkan namaku, Lee Tae Yeong saudara kembar dari." ucapnya melirik Kevin tersenyum mengulurkan tangannya ke wanita parubaya itu.
"Nadia Puspita. Kalian saudara." balas nya menerima uluran tangan Lee.
"Dia bukan siapa siapa?" seru Kevin ia mempersilahkan masuk.
"Kevin. Kamu tidak mengajakku masuk juga." panggil Lee.
Kevin berjalan menghampirinya ia menarik tangan Lee masuk, ia tak mau jika ada kebisingan yang di sebabkan oleh sepupunya itu.
Dari dalam Hana sudah menunggu kedatangan tamu yang baru saja datang.
"Bu Nadia. Silahkan duduk, Mah? Pah? perkenalkan beliau ibu panti tempat Doni di besarkan." ucap Hana tersenyum.
Fadly dan Sinta memperkenalkan diri mereka awalnya sedikit bingung.
"Sinta. Ini suamiku Fadly." ucapnya mengulurkan tangannya ia menyenggol pria di sebelahnya.
"My Prince. Kak Tae Yeong, tumben kalian akur." sapa Hana tersenyum melihat suami dan kakak angkatnya saling bergandengan tangan.
Kevin dan Lee baru menyadarinya mereka segera melepas pegangan tangan nya saling menjauh.
BERSAMBUNG