
"My Prince. Aneh banget, dia malah pergi." panggil Hana sedangkan Kevin sudah pergi ke kamarnya.
"Ternyata kamu kurang peka Honey?" ucap Kevin.
Hana menatap Lee Tae Yeong seakan bertanya ia sendiri tak mengerti.
"Tuan Sombong itu cemburu." ucap Lee Tae Yeong.
"Cemburu. Mana mungkin." ucap Hana lirih.
"Kamu ini. Bagaimana bisa seorang suami tidak cemburu melihat istrinya bersama pria lain." ucap Lee Tae Yeong.
"Sebenarnya kamu ini cinta atau tidak sama dia." ucap Lee Tae Yeong.
Hana hanya menganga ingin menjawab tapi lidahnya terasa kaku.
"Hello Honey. Bengong aja, aku kesini cuma mau nganterin itu saja, setelah ini masih ada pekerjaan yang harus aku urus." ucap Lee Tae Yeong.
"Cepat sekali. Katanya mau dimasakin aku." ucap Hana.
"Lain kali saja. Kamu urus saja suamimu itu, jangan sampai malam ini kamu tidur diluar." goda Lee Tae Yeong pergi.
"Tidur diluar. Mana mungkin, setiap aku mau tidur dikamar lain saja Kevin selalu menyusulku." ucap Hana ia kembali melihat sebuah lukisan mendiang ibunya bersama Hana waktu ia masih kecil.
"BABY?" panggil Kevin dari atas sampai melengking ditelinga Hana.
"Iya. Sebentar." jawab Hana melangkahkan kakinya ke tangga menuju kamar mereka.
"Cepat." ucap Kevin.
"Sabar kali. Kamu pikir aku kesini terbang atau menghilang, Cling...?, Langsung sampai." gerutu Hana menatap Kevin kesal.
"Itu apa? sda lift. Kenapa harus pakai tangga." ucap Kevin.
"Oh iya lupa. Kenapa harus buat tangga, kalau tidak digunakan." ucap Hana.
"Sudah sana mandi." titah Kevin ia mengendus badan Hana.
"Setelah ini kita sarapan bareng. Makanan sudah siap Itu di meja makan." ucap Kevin mendapat anggukan dari Hana.
"Apa Kevin sudah mandi. Cepat sekali, mandi bebek atau bagaimana? cuma lima menit saja, mana bersih." ucap Hana masuk ke dalam kamar mandi.
Setengah jam berlalu tapi Hana belum turun juga ia memutuskan untuk mengusulnya tapi orang yang ditunggu datang juga.
"BABY.Cepat sini, kamu mandi atau tidur." ucap Kevin mengarahkan tangannya ke Hana.
"Dua duanya." ucap Hana santai.
"Wah, Enak nih! Siapa yang masak?" tanya Hana menghirup aroma makanan yang ada di meja makan.
"Bibik?" jawab Kevin ia mulai mengambil nasi ke piring nya.
"Biar aku saja. Kamu mau yang mana?" tanya Hana.
"Itu. Jangan banyak banyak." jawab Kevin.
"Siap. Segini cukup." ucap Hana.
"Cukup." ucap Kevin.
"Apa kamu kenyang hanya makan bubur saja?" tanya Kevin.
"Kenyang dong. Makan itu jangan terlalu berlebihan." jawab Hana.
"Hmm. Biasanya juga kamu makannya banyak." ucap Kevin menggelengkan kepalanya.
"Hee...Hee. Lagi diet, Dua bulan ini aku makan terus, tidak pernah olahraga, cuma mondar mandir dirumah, kerja aja nggak boleh, kasian tuh Doni." ucap Hana.
"Cuma naik beberapa kilo saja. Kenapa harus ribet coba, makan tinggal makan nggak usah mikirin berat badan." ucap Kevin.
"Duh! Kamu tidak tau. Wanita itu harus tetap cantik, kalau tidak mau ditinggalkan oleh lelaki." ucap Hana.
"Itu bukan termasuk aku. Suamimu ini sangat setia." ucap Kevin.
"Terserah kamu aja. Intinya aku sangat setia." ucap Kevin memegangi kepalanya pusing berdebat dengan Hana tak ada ujungnya.
Selesai sarapan Kevin pamit untuk ke kantor ia pergi tanpa pamit pada Hana.
"My Prince. Mau kemana buru buru sekali?" panggil Hana sedikit berlari menghampiri Kevin ia berdiri di depan Kevin merentangkan kedua tangannya.
"Kantor. Kamu dirumah saja, jangan pergi kemana mana, tanpa seizin dariku." ucap Kevin.
"Lho! Bukannya ini hari libur. Kenapa ke kantor?" tanya Hana.
"Ada urusan sebentar. Setelah ini selesai langsung pelang." ucap Kevin mengalungkan tangannya ke leher Hana.
"Aku mau ke cafeku sudah lama tidak kesana. Bosen juga dirumah terus." ucap Hana.
"Ya sudah. Tapi aku antar kamu kesana, kalau mau pulang kabarin." ucap Kevin.
"Siap My Prince?" ucap Hana tersenyum memeluk Kevin dari depan menadahkan kepalanya ke atas.
"Manja banget istriku ini. Ayo kita pergi." ucap Kevin kedua tangannya merangkul pinggang Hana.
"Ayo! Kamu malah peluk aku." ajak Hana sedangkan Kevin mendekatkan bibirnya ke bibir Hana dengan segera ia **********.
Setelah Kiss Morning yang kedua kalinya Kevin baru melepaskan pelukannya.
Menarik tangan Hana ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
"Kita mau pakai mobil yang mana?" tanya Kevin.
"Itu saja. Yang merah." jawab Hana menunjuk ke arahnya.
"Jangan yang itu. Itu kan pemberian dari Lee Tae Yeong, ganti yang lain saja." ucap Kevin menolak.
"Kamu yang minta pendapat. Aku berikan, mobil itu sudah di modifikasi, kamu pasti suka, yang itu saja yah?" ucap Hana penuh permohonan.
"Baiklah. Sebentar." ucap Kevin berjalan ke arah mobil bewarna merah menyala.
Sebenarnya ia tak suka mobil warna merah tapi karena permintaan Hana ia akhirnya mau.
"Ayo!" ucap Kevin ingin turun tapi Hana langsung segera masuk kedalam mobil.
"Aku bukan anak kecil. Yang harus dibukakan pintu segala, Let't Go." ucap Hana menunjuk ke depan dengan telunjuknya.
"Kebiasaan. Itu salt belt belum dipasang." ucap Kevin.
"Oh iya lupa. Hmm?" ucap Hana memasangnya kemudian tersenyum kearah Kevin.
"Lain kali jangan sampai lupa lagi. Nanti kalau kenapa kenapa dijalan bagaimana?" ucap Kevin.
"Iya. Ini yang terakhir kalinya, ayo jalan." ucap Hana.
Diperjalan mengeluarkan Hana make up untuk memoles wajahnya agar terlihat lebih cantik.
"Kamu ketemu siapa? jangan terlalu tebal itu bibir. Nanti aku buat penampilan kamu berantakan, hapus ganti warna pink saja." ucap Kevin
Hana memakai lipstik warna merah menyala walaupun cuma sedikit tapi dipakai Hana terlihat lebih menyala.
"Ganti atau aku ***** habis bibirmu." ucap Kevin ia mendapat tatapan tajam dari Hana.
Dengan terpaksa Hana mengganti warna lipstik menjadi warna pink muda.
"Nah?, Itu baru cantik." ucap Kevin tersenyum.
"Baru tau. Sudah dari dulu aku cantik." ucap Hana dengan senyum dipaksakan.
•
•
•
^^BERSAMBUNG^^