
"Biasa aja sih. Masih enak buatan istriku" ucap Kevin menghabiskan dua sandwich dalam sekejap.
"Ck...Ck...Ck. Lapar atau enak, Honey?, Kamu lihat suamimu ini, rakus banget seperti nggak pernah makan saja" ucap Lee Tae Yeong sedangkan Kevin menatapnya tajam.
"Apa kamu bilang?, Aku nggak yakin. Ini kamu yang buat" ucap Kevin.
"Terserah kalau kamu tidak percaya" ucap Lee Tae Yeong.
"Hei?, Kalian ini. Bisa tidak dikurangi sedikit nada bicaranya" ucap seseorang dari balik pintu.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Kevin datar.
"Apa kamu lupa?, atau amesia. Aku mau periksa Hana?" jawab Kwak Hyun.
"Kenapa kamu pergi?, Aku sudah pernah bilang. Jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan ini tanpa persetujuan dariku, apalagi dia" ucap Kevin melirik ke Lee Tae Yeong.
"Sorry?, Sorry?, Aku yang memaksa Hyun tadi" ucap Lee Tae Yeong.
"Kalian berdua keluar. Hana butuh istirahat, jangan buat keributan" ucap Kwak Hyun menarik paksa tangan Kevin dan juga Lee Tae Yeong keluar ruang rawat Hana.
"Berani banget kamu. Sudah lupa siapa aku, buka tidak pintunya atau kamu sudah mulai bosan jadi dokter" teriak Kevin dari luar.
"Hei Tuan?, Jangan karena anda anak dari pemilik rumah sakit ini. Anda kalau mau berteriak dilapangan bukan disini" ucap salah satu pria dengan wajah menahan amarahnya.
"Maaf pak?, Aku tidak bermaksud mengganggu pasien lain. sekali lagi maaf" ucap Kevin tak enak hati mengatupkan kedua tangannya mengarah ke pria yang memarahinya.
"Sudah aku maafkan. Dasar anak sombong" umpat pria itu pergi.
Sedangkan Lee Tae Yeong menahan tawanya melihat ekpresi Kevin yang terlihat sangat kesal.
"Apa lihat lihat?, Puas. Ini semua karena kamu" ucap Kevin duduk di kursi menatap Lee Tae Yeong kesal.
"Sangat puas" ucap Lee Tae Yeong menyeringai.
Tak lama kemudian Kwak Hyun keluar ruangan melihat Kevin dan Lee Tae Yeong diam saja dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun.
"Tumben akur. Biasanya kalian selalu bertengkar terus" ucap Kwak Hyun.
"Sekarang kita sudah bersahabat. Iya kan Tuan Sombong" ucap Lee Tae Yeong merangkul bahu Kevin.
"Baguslah kalau begitu. Hana sedang istirahat, ohh iya?, jangan berisik atau aku tidak akan izinkan kalian masuk" ucap Kwak Hyun berlalu pergi.
"Kamu yang akan aku usir dari rumah sakit ini" teriak Kevin.
"Up to you" ucap Kwak Hyun.
"Minggir" ucap Kevin menepis tangan Lee Tae Yeong dan langsung masuk ke ruangan Hana.
"Hei?, Aku mau masuk. Buka pintunya" ucap Lee Tae Yeong karena Kevin sengaja mengunci pintu dari dalam.
"Ini juga teriak teriak nggak tau apa?, Anak saya sedang sakit. Anak zaman sekarang kelakuannya tidak ada aturan" ucap pria yang tadi memarahi Kevin.
"Diam kamu. Kalau tidak aku sumpal mulutmu dengan sepatuku" gertak Lee Tae Yeong menatap pria itu tajam mengambil sepatu yang ia pakai hanya untuk menakut nakuti saja.
Dan pria itu pergi karena takut dengan Lee Tae Yeong menatapnya seperti ingin membunuh saja.
"Dasar penakut. Baru juga sepatu, sudah kabur dia" ucap Lee Tae Yeong tetap duduk di kursi menunggu pintu terbuka.
*****
"Kevin Sanjaya Pratama?, Aku akan mengambil semua milikmu. Kalau perlu istri tercintamu itu" ucap seseorang itu menatap sandsack yang sengaja diberi gambar wajah Kevin.
"Bagus anakku. Dia penyebab kematian ibumu, sebentar lagi rencana kita akan berhasil, tinggal tunggu waktunya saja, jaga baik baik nyawamu Kevin?, Kamu harus membayar semuanya dengan nyawamu, Haa...Haa...Haa" sahut laki laki itu kemudian tertawa sampai menggema di ruangan itu.
Mereka seorang mafia yang terkenal kejam di seluruh Asia bahkan setiap mereka beraksi tidak ketahuan sama sekali dengan polisi.
Menjual perempuan untuk dikirim ke luar negeri belum juga kejahatan yang lainnya seperti peredaran narkoba, menjual organ dalam manusia secara illegal.
"Ayah?, Apa kita perlu membunuhnya juga?, Lebih baik buat dia menderita dulu. setelah itu terserah ayah akan melakukan apa saja padanya" ucap anak dari ketua mafia.
"Urusan ini aku percayakan padamu anakku. Waktu itu kita gagal untuk membunuhnya karena dia masih beruntung karena istrinya menyelamatkannya" ucapnya.
"Siap Ayah?, Ini baru permainan awal. Tunggu saja permainan tahap selanjutnya sampai akhir funal" ucap anak dari mafia itu menyeringai.
*****
Dirumah Sakit
Tak terasa hari mulai siang Lee Tae Yeong bosan ia kesal menunggu pintu tak kunjung terbuka juga.
"Tuan Sombong?, Buka pintunya. Kalau tidak pintu ini akan" ucap Lee Tae Yeong berhenti melihat Kevin membukakan pintu ruangan Hana.
"Akan apa?, Dobrak pintu ini. Tidak tau sopan santun" ucap Kevin sedangkan Lee Tae Yeong menyelonong masuk.
"Honey?, Kamu sudah bangun. Kenapa kamu betah banget sama orang seperti dia?, Sudah angkuh, ageresif, songong, hidup lagi" ucap Lee Tae Yeong.
Mengadu pada Hana ia ingin duduk di kursi tapi Kevin sengaja menariknya sehingga Lee Tae Yeong jatuh ke lantai lumayan keras sampai terdengar suara.
Bukkkkk
"Aduh?, Sakit tau. Kalau terjadi apa apa denganku bagaimana?" ucap Lee Tae Yeong kesal ia bangun dan melempar bantal yang ada di sofa ke arah Kevin.
"Bagus dong" ucap Kevin santai melipat kedua tangannya ke dada dan tersenyum mengejek.
"Akan aku balas nanti" ucap Lee Tae Yeong.
"Coba saja. Aku tunggu" ucap Kevin merebahkan tubuhnya ke Sofa kemudian memejamkan matanya.
Sedangkan Hana tersenyum melihat tingkah mereka seperti anak kecil saja.
Anggap saja hiburan buat Hana jadi ia tak merasa bosan.
"Shuttt...!, Bisa diam tidak. Tuan tampan mau tidur dulu, Kalau kamu mau bicara sama Hana tak apa?, jagain istriku sebentar, nanti kalau sudah mau pergi jangan lupa bangunkan aku" ucap Kevin memejamkan matanya karena ia sebenarnya sangat ngantuk.
Semalaman menjaga Kevin tidak bisa tidur karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
"Enak banget dia malah tidur" ucap Lee Tae Yeong.
•
•
•
BERSAMBUNG