Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
185. I am Sorry



Agrhh... "Pelan pelan. Kau ikhlas nggak sih! bantuin aku." pekik Lee meringis kesakitan.


"No. Kalau bukan karena terpaksa, sebagai manusia yang baik, sudah sepatutnya menolong sesama manusia sepertimu, mabuk mabukan, bertengkar dengan orang lain, berantem lagi." ujar Kevin sengaja menekan luka lebam nya.


"Kak Tae Yeong. Hangatkan tubuhmu dulu, ini teh herbal buat meredakan luka dalammu." ucap Hana cuma membawa satu gelas sedangkan Kevin tidak dibuatkan.


"Thanks. Honey, emm...! teh macam apa ini kenapa rasanya pahit sekali." ucap Lee menyemburkan sembarang arah hingga mengenai wajah Kevin.


Kevin mengambil nafasnya panjang. "Kau memang tak tau berterima kasih. Mulutmu penuh dengan bakteri." ujarnya segera mengusap wajahnya menggunakan tissue yang diberikan Hana.


"Aku tidak menyuruhmu untuk menolongku. Kau yang datang sendiri ke sana, aku juga masih mampu melawan mereka tanpa bantuanmu, bela diriku jauh lebih tinggi darimu." ucap Lee ia belum sepenuhnya sadar dari pengaruh alkohol.


Kevin melempar sapu tangan ke wajah Lee saking kesal nya.


Sedangkan Hana sendiri ia malah tertidur di sofa tak mampu lagi menahan kantuk yang teramat berat ia tak memperdulikan perdebatan mereka berdua.


"My Prince. Kamu sudah selesai mengobati kak Tae Yeong, enggak apa apa kan aku tinggal ke kamar." ucap Hana, sedikit membuka matanya.


"Awas di depanmu. Makanya hati hati kalo jalan, buka matamu." ucap Kevin.


Hana sempat tersandung ujung meja mengenai lutut nya ia tetap melanjutkan langkahnya walaupun Kevin bergerak mau membantunya.


"Aah! ngantuk sekali. Rasanya malam ini sangat melelahkan." ucap Hana menjatuhkan tubuhnya di kasur yang empuk.


Tok tok tok...


"BABY. Boleh aku masuk." panggil seseorang di balik pintu.


Huft... "Beri aku waktu satu menit saja untuk beristirahat." gerutu Hana ia tak memperdulikan dan melanjutkan tidurnya.


"BABY. Tolong buka." seru Kevin tak henti hentinya mengetuk pintunya.


"Kamu kan bisa tekan tombol sandinya." teriak Hana tak terdengar dari luar karena kamarnya kedap suara.


Hana melempar guling sembarang arah, beranjak turun membukakan pintu untuk suaminya.


"Silahkan masuk. Tuan Kevin!" ucap Hana tersenyum kaku mempersilahkan.


Di dalam kamar nya terlihat berantakan, bantal tidak ada di tempatnya, selimut berada di bawah, serta barang barang perabotan lain tertata tidak rapi.


"Ya ampun. BABY, benarkah ini kamar kita, kenapa?" ucap Kevin terhenti.


"Aku mau tidur. Jangan lupa tutup pintunya." ucap Hana berjalan malas lalu memejamkan matanya.


"Perasaan aku pergi cuma sebentar. Sudah seperti kapal pecah saja." gumam Kevin merapikan satu persatu barang yang jatuh.


"Itu bagimu. Bagiku satu jam kamu pergi, ibarat satu tahun lamanya." ucap Hana sedikit melirik punggung suaminya.


"Please. Kamu simpan saja ucapanmu, aku lelah." lanjutnya mengarahkan telapak tangannya untuk tidak mengganggu nya.


"Ya sudah. Aku cuma mau mengembalikan ponselmu." ucap Kevin mengantongi nya di saku celana.


"Jadi. Ponselku ada di Kevin, kenapa tidak bilang, nggak tau apa, aku pusing mencarinya kemana mana, sudah pergi tidak pamit, apa dia tidak ada niatan untuk minta maaf, atau menjelaskan sesuatu." batin Hana kesal.


Kevin mengibaskan tangannya ke depan wajah Istrinya, namun Hana tertidur pulas ia tak merasakan lagi kehadiran suaminya*.


*****


"Apa yang terjadi denganku? dan siapa yang mengobatiku?" ucap Lee melihat perban putih yang di balutkan di lengan kanannya.


"Sampai kapan kak Tae Yeong melakukan hal bodoh seperti semalam." ucap seseorang di depan pintu berselang dada.


"Honey. A-aku cuma minum sedikit, t-api." ucap Lee terbata bata.


"Kita bicarakan nanti. Sekarang sebaiknya kak Tae Yeong bersih bersih, lukamu juga harus segera di obati." ucap nya Hana melenggang pergi menutup pintunya keras.


Hana membalikkan badannya ia di kejutan oleh suaminya yang tiba tiba berada di belakang nya.


"BABY. Kita jalan jalan yuk! sama anak anak, mumpung hari minggu." ajak Kevin tersenyum manis.


Tapi reaksi istrinya biasa saja, cuma tersenyum membalasnya.


Kevin membuntuti kemana Hana melangkah dari mulai ke dapur hingga menyiapkan makanan yang sudah di siapkan untuk sarapan mereka.


"Kalau tidak mau bantuin. Lebih baik kamu duduk aja deh! silahkan Tuan." ucap Hana menarikan kursi untuk sang suami.


"BABY. Kamu masih marah soal semalam, I am sorry, lain kali aku meminta izin darimu kalau mau pergi." ucap Kevin mengatupkan telapak tangannya.


"Kembalikan ponselku." pinta Hana menyodongkan tangan.


"Hmm...! Hai cantik. Bisa kita sarapan sekarang, perutku sangat lapar." ucap Kevin ragu ragu untuk memperlambat.


Kevin mengembalikan ponsel istrinya tapi ia tak sengaja merusaknya hingga layar nya pecah seperti habis di banting.


"Ponselku. My Prince, kamu." ujar Hana menahan rasa kesalnya ia lebih baik pergi dari pada harus marah marah ke suami sendiri.


"BABY. Sekali lagi aku minta maaf." teriak Kevin tak di dengarkan oleh istrinya.


Haa...haaa... haa... "Istrimu marah. Pasti kamu buat kesalahan besar." seru Lee tertawa tanpa suara saking lucunya melihat wajah Kevin yang begitu suram.


"Ini semua gara gara kau. Menyebalkan sekali." ucap Kevin menatap Lee tajam.


"Tatapanmu sungguh menggoda. Aku sampai meleleh." ujar Lee malah menggodanya.


"Tuan Sombong. Apa kau tidak lapar? makanan sebanyak ini siapa?" panggil Lee.


"Selera makanku hilang. Karena melihat wajahmu yang pas pasan itu." ujar Kevin kesal.


Lee menggelengkan kepalanya ia menahan tawanya. "Mereka berdua lucu sekali. Yang satu kemana? yang satunya lagi nggak tau kemana? bukannya di kejar, terus di cium, selesai kan." ujarnya menikmati setiap suap dari makanan buatan adik kesayangan nya.


"Makanan seenak ini nggak ada yang mau makan. Tapi aku tidak bisa menghabiskan nya, aku samperin mereka kali ya." gumam Lee mencari keberadaan pasangan suami istri itu.


Rumah Kevin begitu luas Lee sampai bingung dibuatnya ia tak ingat setiap ruangan yang ada disana.


"Tadi perasaan Kevin pergi kesini. Tapi kenapa tidak ada." ucap Lee ia beralih menaiki lift pergi ke Ruftop.


"Honey. Tuan Sombong." panggil Lee berjalan menghampirinya.


Kevin bersama istrinya sedang menikmati pemandangan indah di Ruftop, disana juga ada putra putri nya.


BERSAMBUNG