Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
43. Tidak sadarkan diri



Kevin menghentikan mobilnya disebuah perumahan elit yang jauh dari rumahnya tiba tiba kilatan cahaya yang menyilaukan berada di langit di malam yang gelap disusul dengan suara geledek begitu menggelegar ditelinga Kevin membuat ia kaget dan menutup matanya.


"Kenapa harus muncul sekarang. Apa tidak bisa kalau hujan tidak ada petir." ucap Kevin kini wajahnya diletakkan di stir dengan mata tertutup dan tangannya menutup kedua telinganya.


Drettt...Drettt...Drettt... suara Handphone Kevin bergetar tapi Kevin tak melihat dan mendengarnya karena kini hujan semakin deras ditambah lagi suara gemuruh dari langit saling bersahutan.


Handphone terus bergetar tapi Kevin tak mendengarnya karena ia semakin ketakutan.


"Berhenti." teriak Kevin begitu kerasnya ia masih di posisi semula.


Tak terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa Kevin sadari.


Sedangkan dirumah Lee Tae Yeong Hana sedang tidur dengan nyenyak terbangun mendengar suara teriakan.


"Siapa sih! malam malam begini ganggu orang lagi tidur saja. Nggak tau apa aku ngantuk sekali." ucap Hana mengerjap erjapkan matanya turun dari tempat tidur dan membuka tirai jendelanya.


"Apa tadi suara geledek. Itu siapa orang yang ada didepan gerbang." ucap Hana melihat ada mobil dengan lampu yang masih menyala.


Hana bergegas keluar dari kamar mengambil jas hujan dan juga payung.


"Dia kan punya tempat tidur. Kenapa harus disini?, Apa gunanya jika punya kamar tapi tidak digunakan." ucap Hana mengendap endap keluar membuka pintu.


Ternyata Lee Tae Yeong tidur di sofa dengan tubuh diselimuti selimut yang tebal.


"Sepertinya aku pernah melihat mobil ini. Tapi dimana?" ucap Hana mengamatinya.


Ketika melihat plat nomor mobilnya Hana baru menyadarinya.


"Ini mobil Kevin. Bagaimana mungkin dia bisa sampai ke sini." gumam Hana menempelkan wajahnya ke kaca mobil.


"Kevin. Apa yang dia lakukan di dalam mobil, apa mungkin dia mencariku, kenapa pintunya tidak bisa dibuka." ucap Hana berusaha membuka pintu mobil tapi tak bisa karena terkunci dari dalam.


"Kevin?" panggil Hana menggedor gedor pintu mobilnya akan tetapi tak ada reaksi apapun.


"Aduh! pakai apa ya! cara buka nya. Masa aku harus pecahin kaca."ucap Hana panik pasalnya Kevin tidak mendengar panggilan darinya.


"Kenapa sepi banget coba. Pada kemana para penjaga disini?" ucap Hana mencari sesuatu disekitarnya untuk membuka pintu mobilnya.


Hana berlari ke pos satpam ia menemukan besi pipih berukuran setelah meter digunakan untuk membuka paksa pintu mobil Kevin.


"Susah banget buka nya. Tidak ada orang apa disini, sepi banget kaya kuburan." ucap Hana melihat sekelilingnya tak ada siapa siapa disekitarnya.


"Hana. Kamu pasti bisa." ucap Hana menyemangati dirinya.


Setelah cukup lama Hana berusaha akhirnya ia bisa membuka pintu mobilnya.


"Akhirnya." ucap Hana senang pintunya terbuka.


"Kevin. Kamu ngapain tidur disini." panggil Hana menepuk pundaknya tapi tak ada reaksi.


"Kevin. Hey! Bangun." panggil Hana lagi tapi masih sama tak ada reaksi apapun dari Kevin.


"Kenapa dia diam saja?" ucap Hana meraih tubuh Kevin ia terkejut ternyata, Kevin tak sadarkan diri tubuhnya dingin dan wajahnya pucat.


"Kevin. Kamu kenapa?" ucap Hana melingkarkan tangan ke bahu Kevin.


Segera Hana melepas jas hujan nya dipakaikan ke Kevin dan membawa Kevin keluar dari mobil dengan susah payah karena badannya tidak sebanding dengan Kevin yang mempunyai tubuh yang kekar.


"Lee Tae Yeong.Tolong aku." panggil Hana keras dari depan pintu membuat orang yang sedang tidur dengan nyenyak nya langsung terbangun mencari sumber suaranya.


"Hana. Malam malam begini ngapain membuka pintu, hujan pula, apa terjadi sesuatu dengannya?" ucap Lee Tae Yeong berjalan keluar.


Angin kencang dan hujan sangat deras, suara gemuruh yang ada di langit dan kilatan cahaya tak membuat Hana takut.


"Siapa lelaki ini. Kenapa membawa dia kesini?" tanya LeeTae Yeong.


"Bawel. Cepat bantu aku bawa kedalam, berat tau nanti aku jelaskan." ucap Hana terlihat kelelahan segera Lee Tae Yeong menggendong Kevin diletakkan ke Sofa dan melepaskan jas hujan nya.


Hana segera mengambil air hangat dan handuk untuk mengompres Kevin agar suhu tubuh nya normal kembali dan minyak angin yang di tempelkan ke hidung Kevin.


"Kenapa diam saja?" ucap Hana melirik Lee Tae Yeong hanya diam tanpa membantunya.


"Ya terus aku harus apa? kamu juga tak mengenalnya. Kenapa kamu menolongnya." ucap Lee Tae Yeong santai.


"Hey! emang susah bicara sama orang nggak punya hati. Aku mengenalnya." ucap Hana.


"Kamu kenal dia." ucap Lee Tae Yeong mendapat anggukan dari Hana.


"Iya bawel. Cepat kamu buatkan teh hangat buat dia." perintah Hana.


"Aku tidak bisa." ucap Lee Tae Yeong.


"Apa kamu tidak punya pembantu?" tanya Hana.


"Punya. Tapi hari ini bibik izin pulang, jadi aku sendiri disini." jawab Lee Tae Yeong.


"Penjaga disini. Kemana?, Rumah dibiarkan tidak ada penjagaan, dasar ceroboh." omel Hana sedang memberikan minyak angin ke hidung Kevin.


"Kamu Pegang ini. Aku akan ke dapur membuatkan minum, nanti kalau dia sadar, jangan lupa langsung panggil aku." ucap Hana beranjak dari sofa.


"Wajahnya tidak asing. Apa aku pernah bertemu dengannya." gumam Lee Tae Yeong.


Setelah beberapa saat Hana datang membawa nampan berisi teh hangat.


"Belum sadar juga Kevin. Apa kita bawa kerumah sakit saja?" tanya Hana menggantikan posisi Lee Tae Yeong.


Tiba tiba Kevin menggerakkan tangan nya dan membuka matanya.


"Kevin. Akhirnya kamu sadar juga." ucap Hana Kevin membuka perlahan matanya karena pandangannya belum stabil.


"Kamu minum dulu." ucap Hana membantu Kevin duduk.


"Hana. Kita ada dimana?" ucap Kevin melihat sekitarnya sangat berbeda dengan rumahnya.


"Hmm. Kamu pingsan, sekarang kita ada dirumah temanku." ucap Hana.


"Bagaimana? sudah baikan. Kamu itu kenapa bisa pingsan dimobil?" tanya Hana.


"Aku mencarimu. Ternyata kamu ada disini, dari mana saja kamu?" ucap Kevin dengan nada tak suka ketika melihat Lee Tae Yeong berdiri disebelah Hana.


^^BERSAMBUNG^^