
Setelah cukup lama mereka berkeliling disana hingga tak terasa hari mulai petang Hana masih enggan untuk diajak pulang ia ada keinginan lain tapi tak mau mengatakannya ke sang suami.
"BABY. Kamu kenapa? kok dari tadi diam saja, marah sama aku karena memaksamu pulang tadi, bukan itu maksudku, ini hari kan sudah mulai petang tidak baik untuk wanita hamil, lagi pula cuaca nya semakin dingin." tanya Kevin di perjalanan pulang.
"Nggak apa apa. Aku lapar, baby junior juga lapar." jawab Hana tanpa menatap wajah suaminya.
"Okay. Tapi jangan berpaling seperti itu, apa tidak capek dari tadi menghadap kesana, ya udah aku minta maaf, apa perlu kita balik lagi kesana." ucap Kevin meraih wajah istrinya untuk menghadap kearah nya.
Hana menggeleng sembari memeluk suaminya. "No. Itu bukan salahmu, sebenarnya aku mau ke menara eiffel dari dekat suasana malam hari pasti sangat indah." ucap Hana ternyata sedari tadi melihatnya didalam mobil.
"OKE! tapi sebentar saja yah!" ujar Kevin.
Lee seakan tak mendengar apa apa karena dia ketiduran di mobil biasanya ia akan merasa bosan ketika mendengar pasangan suami istri sedang mesra mesraan.
Bahkan tak menyadari dirinya berada dimana ia bangun dengan suasana berbeda tidak seperti di rumahnya.
"Kak Lee. Ayo bangun kita sudah sampai, sorry yah! nggak bilang dulu, mau ikut nggak kita mau jalan jalan nih! mumpung ada disini." panggil Hana mengejutkannya.
"Honey. Ini dimana? apa aku sedang bermimpi." tanya Lee membuka sedikit matanya remang remang tak mendengar apa kata Hana.
"BABY. Yuk! biarkan saja dia, nanti juga bangun sendiri." panggil Kevin menghampiri nya.
"I-iya. Kak Tae Yeong? aku tinggal yah!" ucap Hana dianggukinya.
Setelah beberapa saat kemudian Lee keluar melihat sekelilingnya suasana begitu aneh terlihat ramai banyak orang orang berlalu lalang ia kemudian bertanya pada sang supir ternyata dirinya sekarang berada di dekat menara eiffel Hana dan Kevin pergi entah kemana.
Lama Lee menunggu sepasang suami istri itu cukup lama hampir satu jam lamanya tak kunjung kelihatan juga entah dimana mereka pergi.
Dari arah kejauhan orang yang dicari cari baru memperlihatkan batang hidungnya.
"Hey! Tuan Sombong. Kau bawa Hana kemana? kenapa lama sekali." tanya Lee setibanya mereka.
"Santai kali bro. Ini buat mendinginkan otakmu." ujar Kevin meraih tangan Lee ia memberikan ice cream padanya.
"Apa ini. Kau pikir aku anak kecil." ujar Lee menolaknya tetap saja Kevin sedikit memaksanya.
"Udah kak. Terima saja, ooh iya, ini buatmu." seru Hana juga memberikan Pepperbag padanya.
Tak ada pilihan lagi mau gak mau Lee harus menerimanya ia tak bisa menolak jika Hana yang memaksanya juga.
"Baiklah. Sebaiknya kita langsung pulang, tadi Mama sama Papa bertanya kapan kalian pulang, kalau punya ponsel itu dipakai jangan cuma buat pajang saja." ajak Lee menatap Kevin tajam.
Hana menahan suaminya agar tidak meladeni semua perkataan nya ia nggak mau akan menjadi panjang nantinya.
Sesampainya dirumah Sinta dan Fadly sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.
Hana segera menghampirinya ia duduk disebelah Sinta. "Mama? Papa? Hana pulang. My Prince, lho! dimana dia." ucap nya celingukan mencari keberadaan sang suami.
"Kamu cuma sendiri. Kevin dan nak Lee, ada dimana?" tanya Fadly.
"Mungkin masih diluar pah! jangan jangan mereka bertengkar lagi, awas saja nanti." jawab Hana kemudian bergumam melihat ke arah pintu dengan senyum dipaksakan.
Sebuah baju couple dari brand ternama di Paris Sinta teramat senang menerimanya.
"Terima kasih sayang. Kamu harus repot repot bawakan kami oleh oleh." ucap Sinta tersenyum menatap suaminya juga ikut mengiyakan.
"Sama sama. Hana yang pilihkan, tapi itu semua dari Kevin." ujarnya.
"Justru bagus sayang. Minta apa saja pada nya, uang dia kan banyak, kalau perlu seisi toko kamu beli." seru Sinta.
Fadly hanya menggeleng geleng shopping salah satu kesukaan istrinya. Walaupun demikian ia tetap memberikan apapun yang Sinta mau dan ini malah menurunkan pada menantunya.
"Mama bisa aja." ucap tersenyum malu.
Berbeda halnya suasana diluar Kevin dan Lee saling pandang.
"Saya cuma mau bilang. Kalian harus berhati hati." ucap Lee berlalu pergi.
Dari belakang Kevin mencekal tangan saudara kembarnya. "Apa maksud dari perkataanmu?" ujarnya menekankan kata katanya.
"Seharusnya kau tau. Jaga istrimu, mereka semua sekarang sedang mengincarnya." tegas Lee masuk terlebih dahulu.
"Lho! kak Tae Yeong sendirian. Kevin dimana?" tanya Hana.
"Aku disini. Baru juga ditinggal sebentar, udah kangen yah!" jawab Kevin membuat Hana tersenyum.
"Hmm...! iya. Habisnya kalian lama sekali, diluar kan dingin." ucap Hana ketika suaminya memeluknya dari belakang.
Cup. "Tenang lah. Suamimu ini kuat, don't worry BABY." Kevin mengecup pipi istrinya beralih duduk disebelah nya.
Lee memutar bola matanya malas lagi lagi ia menyaksikan kemesraan keduanya serasa dunia milik sendiri yang lain ngontrak.
"BABY. Kamu disini sendirian, kenapa tidak ke kamar saja istirahat, nanti kecapean lho!" ucap Kevin.
"Enggak kok. Kan ada kamu, sorry aku hanya bercanda, tadi itu Mama, Papa disini, pamit nya sih! mau ke kamarnya mau coba baju yang tadi kita beli." jelas Hana.
"Ooh! kamu kayak nggak tau aja. Biasalah, mereka pasti sedang bermain di ranjang." bisik Kevin langsung mengerti.
Hana manggut manggut saja menatap suaminya menggoda ia tau kalau Kevin paling tidak tahan akan itu.
"BABY. Kamu mau mencobanya disini, mumpung suasana sepi, palingan juga ada para penjaga diluar, mereka tak akan berani mengganggu permainan kita." goda Kevin membuka resleting hoodie nya sampai memperlihatkan dada bidangnya.
"You're crazy." ujar Hana menahan tangan kekar suaminya.
Huek...
Hana menahan tawanya karena sang suami tiba tiba merasakan mual lagi.
"Kenapa? kamu mual lagi. My Prince, gak jadi nih! dia kabur." tanya Hana menyusul suami yang berlari meninggalkannya.
BERSAMBUNG...