
Sepasang suami istri itu begitu menikmati pemandangan di sore hari melihat matahari terbenam.
"BABY. Kamu tau tidak." ucap Kevin.
"Tidak." ucap Hana menyela.
"Belum. BABY, istriku yang cantik, kamu asal potong aja, dikira daging apa di potong potong." ujar Kevin mencubit gemas hidung istrinya.
"Tinggal di masak enak dong! mukanya jangan terlalu serius gitu, okey! silahkan lanjutkan." ucap Hana menahan tawanya
"Kenapa diam? katanya belum selesai. Ayo! aku ingin mendengarnya." lanjutnya memasang wajah cantik di depan suaminya.
"Kamu jangan bicara dulu sebelum aku selesai ngomong." tegas Kevin diangguki nya.
Setelah menunggu beberapa menit Kevin tidak jadi mengatakannya ia malah mengajak wanita nya makan.
"Perutku lapar. Ayo!" ajaknya Kevin merangkul bahu Hana.
"Aku ingin disini lebih lama lagi. Kamu sendiri saja." ucap Hana menolak.
"Yakin nggak mau ikut. Ya sudah, setelah ini kamu pulang sendiri." ujar Kevin melenggang pergi ia sedikit melirik istrinya mengulas senyum di sudut bibirnya.
"My Prince. Kamu mau kemana?" Hana mengejar suaminya yang langkahnya lebih jenjang.
Hana mencari cari keberadaan suaminya yang entah kemana perginya ia kehilangan jejak, langkahnya begitu cepat.
"Kevin benar benar meninggalkanku. Teganya dirimu, wanita secantik ini di campakkan begitu saja." gerutu Hana kesal ia menghentakaan kedua kakinya celingukan.
Tiba tiba saja dari belakang ada yang menutup matanya Hana tersenyum kemudian menormalkan kembali ekpresi nya.
"Buat apa kamu kembali." ucap Hana mendongak kan dagunya.
"Tentu saja untukmu." ucap Kevin merangkul pinggang Hana ia mengajaknya ke sebuah Cafe di dalam Lotte Word Tower.
Disana Kevin sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk istri tercinta.
"Waah! kamu romantis sekali. Ini malam terindah dalam hidupku." ucap Hana.
Di sekitar meja makan mereka Kevin hias dengan bunga mawar membentuk hati.
"Silahkan duduk. Tuan Putri." ucap Kevin menarik kursinya.
"Thanks. My Prince, kamu berlebihan sekali." ucap Hana tersenyum bahagia.
Kebahagiaan yang Hana rasakan tidak bisa di utarakan oleh kata kata ia kemudian diajak suaminya menginap di sana.
"BABY. Apa kamu bahagia?" ucap Kevin memeluknya dari belakang, menempatkan dagunya di bahu istrinya.
"Maaf. Aku tadi sempat marah padamu, tapi malam ini sungguh mengejutkan." ucap Hana sembari melihat pemandangan malam kota Seoul dengan lampu yang menghiasi nya.
"Permintaan maaf kamu belum ku terima." bisik Kevin terdengar merinding di telinga Hana.
"Kenapa? memangnya aku harus melakukan apa? agar kamu memaafkanku." ucap Hana membalikkan badan menatap suaminya.
Kevin beralih berbaring ke ranjang yang penuh bunga mawar merah tersenyum menggoda.
"Kemarilah. BABY." panggil Kevin mengarahkan telunjuk jarinya.
Hana menarik nafasnya dalam dalam ia seakan tau kemauan suaminya.
"BABY. Aku mencintaimu." ucap Kevin, istrinya masih saja berdiri mematung di sana.
"Aku juga mencintaimu." balas nya Hana berjalan anggun menghampiri suaminya.
Brukk....
Kaki Hana tak sengaja tersandung sofa, akan tetapi Kevin segera menangkapnya sehingga mereka berdua saling berpelukan mesra di ranjang yang empuk.
"Untung saja kamu jatuh di pelukanku. Tapi wajahmu lucu sekali saat mulutmu terbuka tadi." ucapnya tertawa.
Niatnya mau membuat suaminya terpesona akan keanggunan nta, malah dirinya sendiri yang menggagalkan gara gara terjatuh.
"Mau ku ulangi lagi. Biar kamu bertambah puas menertawakanku, lagi pula siapa yang meletakkan sofa di situ." ujar Hana beranjak turun.
Haa...ha...ha... Kevin berusaha menahan tawanya tapi tak bisa ia tetap saja tertawa hingga mengeluarkan air mata.
Sedangkan Hana ia bersilang dada melihat suaminya tertawa tanpa ekpresi.
"Kali ini aku akan membuatmu berhenti tertawa." batin Hana memikirkan rencana.
"Wow. Amazing." ucap Kevin menganga melihat istrinya yang begitu sexy di hadapannya.
Itu hal yang belum pernah istrinya lakukan sebelumnya.
"Rasanya malam ini gerah sekali." ucap Hana melepas kimono yang di kenakan menggigit bibirnya berputar mengelilingi suaminya sembari membelai nya mesra.
"BABY. Aku akan membuatmu menyesal karena telah berani menggodaku." ucap Kevin menghirup aroma harum dari istrinya lalu mengangkat tubuh Hana ke ranjang, kemudian mereka memulai pertempuran panasnya.
*****
Pagi Harinya...
Hana terbangun ketika ada percikan air mengenai wajahnya.
"My Prince. Apa yang kamu lakukan?" ucap Hana berpindah posisi.
"Bangunlah. Sekarang kamu bersih bersih sana." titah Kevin tak di anggapi.
"Beri aku waktu lima menit." ucap Hana menutupi seluruh tubuhnya.
"Ayolah. BABY, bangunlah." ujar Kevin.
Hana malah kembali terlelap, matanya terbuka ketika Kevin mengangkat tubuh nya.
Aaaaaaa...... "Selimutnya terjatuh. Kamu bisa pelan pelan, aaah!" teriak Hana.
"Kamu tak perlu malu sama suamimu sendiri. Lagi pula aku sudah terbiasa melihatnya, apalagi kali ini pemandangan lebih cerah dari pada malam hari." ucap Kevin tersenyum simpul.
"Dasar mesum." umpat Hana menutup pintu kamar mandinya keras.
"Hotel ini bukan milikku. Kamu harus berhati hati, nanti pintunya bisa rusak karena ulahmu, siapa yang mau mengganti rugi semuanya." seru Kevin.
Hana mengeluarkan sedikit kepalanya mencipratkan air ke baju suaminya ia masuk kembali ke dalam.
"BABY. Ya ampun, bajuku jadi basah." ujar Kevin mengusapnya.
Hampir satu jam lamanya Hana tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Kamu di dalam sedang apa?" tanya Kevin pintu nya terbuka.
"Mandi. Kan kamu sendiri yang menyuruhku, lupa." jawab Hana santai berjalan ke meja rias.
"Bukan begitu maksudku." ujar Kevin duduk di sofa sebelah meja rias.
"My Prince. Tolong bantu aku mengeringkan rambutku." pinta Hana segera Kevin menuruti nya.
Selesai membantu Kevin ingin kembali bersantai tapi Hana kembali memanggilnya.
"My Prince. Boleh aku minta tolong sekali lagi." panggil Hana memberi ikat rambut ke sang suami.
Rambut sehat hitam berkilau karena Hana rajin merawatnya, paras cantik, imut bagaikan manekin hidup.
"Apa kamu tidak ada niatan untuk memotong rambutmu. Ini sudah terlalu panjang." ucap Kevin mengikatnya dan memberikan pita berwarna pink.
"Nggak. Aku sangat menyukainya." tegasnya Hana menoleh ke suaminya.
"Kelihatannya kamu tidak suka. Apa kamu mau menyuruhku mewarnainya lagi?" lanjutnya.
BERSAMBUNG...